Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Sedang Jadi Telur Itik 

Sedang Jadi Telur Itik 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Para aktifis dan kalangan internal NU mengatakan, prahara NU panas kini berasal dari persoalan tambang. Mahfud MD juga menegaskan, ini semua berawal dari soal tambang. “Malu kita,” kata Mahfud. Konsensi 26.000 hektar tambang buat NU di Kalimantan Timur dari Jokowi. Disitulah pimpinan NU mulai pecah, para petingginya beda keinginan. Ulama, kiyainya pecah. Empat pimpinan NU tak mau tanda tangan surat-surat, “organisasi sudah macet, tidak berjalan, sudah masing-masing,” kata Gus Nadir Hosen. Dari situlah kisruh dan prahara NU bermula.

 

Sekarang, KH. Miftahul Akhyar tegas memberhentikan, Yahya Tsaquf tegas melawan. “Ini bahaya buat masa depan NU,” kata Mahfud. Karena NU adalah bagian besar Islam Indonesia, warga nahdliyin, para pengamat dan netizen membicarakan kegaduhan organisasi ulama ini. Saya ingin sedikit bicara sebagai refleksi tausiyah.

 

Komunitas Telur Itik

 

Ada lima komunitas manusia dalam hidup ini yang disimbolkan oleh lima istilah: Komunitas Lipstik, Komunitas Telur Itik, Komunitas Diskotik, Komunitas Logistik dan Komunitas Batu Keusik. Saya jelaskan lima makna simbol itu secara singkat.

 

Pertama, Komunitas Lipstik. Ini adalah komunitas yang basis dan andalannya adalah mulut. Lipstik adalah simbol dari kesenangan di mulut, kesenangan ngobrol ngalor ngidul, bergosip, kesenangan kumpul dan tukang cekakak-cekikik, tak ada arah dan tujuan, ngopdud sambil ngabisin waktu. Ciri dari komunitas Lipstik adalah tak ada ikatan, bebas, siapa saja, tak ada obrolan ilmu dan tak ada nasehat, saling menegur dan mengingatkan. Komunitas lipstik adalah komunitas tukang kumpul-kumpul.

 

Kedua, Komunitas Telur Itik adalah simbol benda yang mudah pecah. Kepukul sedikit pecah, jatuh sedikit pecah, bawanya harus hati-hati. Telur itik adalah simbol komunitas-komunitas untuk urusan, kepentingan atau memperebutkan dunia: Bisnis, keuntungan, harta dan uang. Disini adalah partai politik, organisasi pencari proyek, komunitas prestise kesenangan dunia yaitu uang, harta dan kekayaan. Apapun nama komunitas dan organisasinya, mau pakai agama atau tidak, bila yang dicarinya adalah dunia, itu adalah komunitas telur itik. Cirinya: Sering panas, sering ribut, mudah konflik, saling jegal dan saling mementingkan diri dan kelompoknya serta mudah pecah. Kepentingan pragmatis dunianya habis, bubar.

 

Ketiga, Komunitas Diskotik adalah komunitas hura-hura untuk mencari kesenangan sementara. Misalnya, grup-grup musik sekuler, pemujaan artis, artis fans club dll. Hiasannya kebebasan pergaulan, narkoba, seks. Simbol tempatnya ya diskotik. Cirinya kekesongan jiwa, kegersangan hati dan disorientasi.

 

Komunitas Logistik adalah komunitas orang-orang kaya. Ini kumpulan orang-orang berduit. Apapun nama grup dan komunitasnya, bila ciri dan syaratnya adalah bonafiditas, itu adalah komunitas logistik. Misalnya, komunitas golf, arisan mahal ratusan juta, grup-grup sosialita, komunitas flexing, grup-grup motor gede, grup modif kendaraan mahal dll. Yang dipertontonkannya, kemewahan dan kesombongan. Cirinya, berduit. Pailit apalagi jatuh miskin bubar.

 

Terakhir, komunitas batu keusik. Batu dan pasir bersatu, disatukan oleh semen menjadi adonan dan bangunan. Kuat, kokoh dan tahan lama. Ini adalah komunitas-komunitas agama, kajian/pengajian, organisasi masjid, majlis taklim, kelompok dzikir, kelompok tausiyah, kelompok hijrah, dan ormas Islam yang tujuan dan aktivitasnya berdakwah. Cirinya, kuat, kokoh, ikatan emosionalnya kuat, silaturahminya kuat, bukan untuk mencari kesenangan dan kepentingan dunia.

 

Ketika NU tergoda dan menerima tambang dengan bayangan NU akan makmur dan kaya, NU sedang menjadi komunitas telur itik, terutama di kalangan petingginya. Makanya, cirinya pasti konflik, ribut, mudah pecah dan konflik berkepanjangan. Padahal, namanya organisasi ulama yang kekayaan batinnya sudah dimilikinya sejak lama dengan kekayaan pesantrennya dan kekayaan batin khazanah tarekatnya. “Malu kita,” kata Mahfud MD.

 

Solusinya gampang: Tinggalkan fatamorgana tambang itu, tinggalkan hawa nafsu dunia itu. Ketika berani meninggalkan tambang, NU menjadi gerakan radikal, radikal dalam menyelesaikan masalah, karena itulah sumber masalahnya. Sadarlah, bahwa NU sudah dirusak oleh Jokowi selama 10 tahun!! Wallahu a’lam.

Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dody S Truna: Urang Lembur Jadi Profesor

    Dody S Truna: Urang Lembur Jadi Profesor

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      FAKULTAS Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung bak kembali ketiban pulung. Betapa tidak, salah satu Dosen terbaiknya yakni Dr. Dody S Truna MA sukses diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bandung, kanal31.com- Pekan lalu, Kanal31.com bertamu ke ruang kerja Dody di Kampus II UIN Sunan […]

  • Selamat! 83.480 Sertifikat Halal Terbit, UIN Bandung TOP 1 Lembaga Pendamping PPH

    Selamat! 83.480 Sertifikat Halal Terbit, UIN Bandung TOP 1 Lembaga Pendamping PPH

    • calendar_month Rab, 9 Agu 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM- Dilansir dari #selasadata @halal.indonesia UIN Sunan Gunung Djati Bandung tercacat telah mendampingi 83.480 sertifikat halal yang terbit dan menjadi yang terbanyak di tahun 2023. Capaian ini meningkat 750% dari tahun 2022 dengan 11.000 sertifikat halal saja yang terbit.   Perlu diketahui, sertifikat halal yang terbit merupakan hasil dari program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang […]

  • Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

    Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu […]

  • Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    Aplikasi MiChat, Solusi Buat Kamu yang Kesepian Nich

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Jangan bilang kalian tidak tahu MiChat. Terutama kalian para laki-laki hidung belang. Aplikasi MiChat ini terkenal mampu memberikan teman dengan sekejap. Hmm.. Kok bisa? Fitur-fitur yang ada di dalamnya berhasil menarik sebuah komunitas besar, terutama mereka yang bergerak di dunia malam. Masih penasaran? Jadi begini, yang membuat aplikasi ini menarik bagi saya adalah tidak […]

  • Belajar dari Nietzsche

    Belajar dari Nietzsche

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    “Jika ingin berjuang untuk kedamaian jiwa dan kebahagiaan, percayalah! Jika ingin menjadi pengikut kebenaran, bertanyalah!” (F. Nietzsche)   BANDUNG kanala31.com — Saya kira, pernyataan Nietzsche di atas bukanlah kalimat untuk memberi kepastian, tetapi mungkin dimaksudkan untuk mengguncang alas tempat kita berdiri.   Jika kita menilik, kalimat itu bukanlah kalimat perintah; ia lebih menyerupai bisikan yang […]

  • Ayo Jadikan Basmalah Pedoman Hidup, Apa Maksudnya?

    Ayo Jadikan Basmalah Pedoman Hidup, Apa Maksudnya?

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan basmalah atau bacaan Bismillahirrahmanirrahim sebagai pedoman hidup dalam setiap aktivitas, serta memperkuat kepatuhan terhadap ajaran syariat. Pesan ini disampaikan Menag saat menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya.   “Jangan pernah kita meninggalkan salat Jumat tiga kali berturut-turut tanpa alasan […]

expand_less