Kamis, 9 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mimbar Guru Besar untuk Pendidikan Indonesia

Mimbar Guru Besar untuk Pendidikan Indonesia

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA kanal31.com — Di bulan Mei 2025, tepatnya Senin 19 Mei 2025, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam, untuk pertama kalinya menggelar even Mimbar Guru Besar. Even ini merupakan ikhtiar-akademik-strategis untuk mewadahi pemikiran dan gagasan para dosen yang telah meraih jabatan akademik tertinggi tentang pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI).

Tentu, pemikiran dan gagasan ini sangat penting untuk diungkap, didiskusikan, dan disampaikan dalam forum yang tepat, agar selanjutnya dapat direkonstruksi secara matang baik dalam konteks pengembangan akademik, perbaikan sosial, maupun politik atau kebijakan pendidikan itu sendiri.

Pengembangan Akademik

Di sejumlah forum akademik bergengsi di ranah internasional, tradisi ini sebenarnya pernah terjadi secara rutin di tahun 1990-an. Salah satunya adalah yang dahulu digagas oleh cendekiawan besar Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC), Malaysia, dengan nama Kursi Al-Ghazali. Forum Kursi Al-Ghazali menampilkan para tokoh dari berbagai belahan dunia guna menjadi ruang akademik yang mempertemukan tradisi keilmuan klasik Islam dengan tantangan modernitas. Dari forum itu, lahirlah sejumlah riset dan karya-karya ilmiah yang terpublikasi di dunia internasional.

Dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mimbar Guru Besar ini menjadi penting untuk dilakukan. Terutama pasca lahirnya PMA Nomor 7 Tahun 2021 dan KMA Nomor 856 Tahun 2021, perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) mengalami lonjakan jumlah guru besar.

Menurut data yang diperoleh, Kementerian Agama telah melahirkan 959 guru besar sejak akhir 2021 hingga Desember 2023. Sebanyak 461 orang adalah guru besar rumpun ilmu agama dan 498 lainnya merupakan profesor untuk rumpun ilmu umum. Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sendiri, hingga kini setidaknya terdapat 121 guru besar atau 9,77% dari total dosen 1.238 orang.

Kontribusi Guru Besar

Dalam konteks ini, kontribusi akademik dari para guru besar sangat diharapkan; dan kampus UIN Jakarta pun dipandang perlu untuk menyediakan ruang-ruang pengembangan akademik tersebut.

Di sisi lain, terdapat tuntutan akademik bagi institusi PTKI yang tampaknya belum sepenuhnya dijawab. Mandat PP 49 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan yang menegaskan bahwa distingsi PTKI dibanding dengan perguruan tinggi lainnya adalah integrasi ilmu, yakni terjadinya hubungan produktif, baik pada aspek ontologi, epistemologi maupun aksiologi antara ilmu pengetahuan dengan Islam.

Relasi ilmu pengetahuan umum dan ilmu-ilmu keislaman harus didasarkan atas kerangka konsepsi dan terimplementasi dengan baik. Meski telah terdapat sejumlah regulasi seperti Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2498 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Integrasi Ilmu di PTKI dan Surat Keputusan Rektor UIN Jakarta Nomor 864 Tahun 2017 tentang Pedoman Integrasi Ilmu pada UIN Jakarta, ditemui berdasarkan sejumlah riset, integrasi ilmu di PTKI tersebut belum sepenuhnya diimplementasi dengan baik.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengambil ruang strategis itu. Mimbar Guru Besar ini diharapkan akan menjadi simpul intelektual yang menjembatani khazanah pemikiran Islam dengan kompleksitas dunia pendidikan dewasa ini. Ia bukan hanya sekadar forum seremonial, melainkan sebuah institusi gagasan, tempat bersemainya pemikiran dan penyemaian visi peradaban pendidikan Islam serta akan melahirkan dialog akademik bagaimana isu-isu pendidikan Islam itu ditinjau dari berbagai lintas disiplin keilmuan.

Aksentuasi Mimbar Guru Besar terhadap PAI itu memiliki landasan rasional yang signifikan, baik pada aspek akademik maupun aspek praksis. Pada aspek akademik, PAI sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan didaktika atau proses belajar mengajar di lembaga pendidikan yang bernuansa normatif-religius, tetapi juga bagaimana isu-isu PAI itu bersentuhan dengan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti filsafat, sosiologi, psikologi, pedagogi, ekonomi, hukum, ilmu komunikasi, dan lain-lain.

Peradaban Pendidikan

PAI bukanlah sebuah disiplin keilmuan yang berdiri sendiri dengan tanpa memiliki hubungan dengan disiplin ilmu lainnya. Akan tetapi, ia justeru terbentuk oleh karena adanya korelasi dan keterkaitan dengan berbagai disiplin ilmu tersebut.

Dalam kontek inilah, Mimbar Guru Besar diharapkan dapat menjadi ruang kajian akademik yang lebih mendalam dan multidisipliner agar PAI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan intelektual dan spiritual bangsa.

Secara praksis, PAI memiliki ruang pengabdian dan kontribusi sosial yang sangat nyata. Dosen, mahasiswa, dan lulusan PAI akan mewarnai bagaimana siswa-siswi terutama pada lembaga pendidikan sekolah, seperti TK/ SD/SMP/SMA/SMK yang saat ini berjumlah sekitar 53,17 juta dan siswa-siswi pada madrasah, yakni RA/MI/MTs/MA) yang berjumlah sekitar 10,3 juta itu memiliki pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan keislamannya. Artinya, peran PAI terhadap siswa pada sekolah dan madrasah sekitar 63,47 juta atau 22,53% dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 281,6 juta jiwa.

Tentu, kontribusi yang demikian besar ini perlu untuk dipersiapkan dengan baik, termasuk prodi-prodi PAI di PTKI diharapkan terus meningkatkan kualitas dan kapabilitasnya sehingga lulusannya kontributif untuk negara dan bangsa.

Dengan memahami latar dan makna Mimbar Guru Besar ini, diharapkan ia dapat menginspirasi bagi dunia akademik dan kampus PTKI di tanah air untuk terus mendorong dan sekaligus memanfaatkan kapabilitas dan kontribusi dosen, khususnya yang telah meraih guru besar, demi keilmuan dan peradaban yang lebih baik. Semoga.

Suwendi, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi penyuluh lintas agama dalam menjaga ekosistem toleransi yang rukun hingga ke akar rumput. Hal ini ia sampaikan dalam rapat rutin bersama Pejabat dan Staf Ahli Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Menag menilai, tantangan kerukunan umat beragama di era digital semakin kompleks. Isu yang […]

  • Siapkan Generasi Adaptif dan Kreatif, Menag Kembangkan Gerakan Kepramukaan Madrasah

    Siapkan Generasi Adaptif dan Kreatif, Menag Kembangkan Gerakan Kepramukaan Madrasah

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk mengembangkan gerakan kepramukaan madrasah dalam rangka menyiapkan generasi adaptif dan kreatif. Hal ini disampaikan Menag Nasaruddin saat membuka Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) 2024 di Cibubur, Jakarta Timur. Menurutnya, selama ini kepramukaan adalah Gerakan yang telah diwariskan oleh para perintis negara dan telah melekat dalam […]

  • Rantai Altara, Novel Petualangan Mencari Jati Diri Ala Siswa MAN 2 Kudus

    Rantai Altara, Novel Petualangan Mencari Jati Diri Ala Siswa MAN 2 Kudus

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUDUS Kanal31.com — Rantai Altara: Cahaya, Kegelapan, Kekosongan, novel ini ditulis oleh Bening Cita Maharsi, siswa kelas XI-11 Jurusan IPS MAN 2 Kudus. Novel novel petualangan fantasi ini dirilis di Kudus. Bening Cita Maharsi merupakan salah satu anggota aktif FORLIKU (Forum Literasi MAN 2 Kudus), wadah pengembangan minat dan bakat literasi siswa. Dara 17 tahun […]

  • Sambangi KPK, Nasaruddin Umar Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

    Sambangi KPK, Nasaruddin Umar Bahas Program Antikorupsi di Kemenag

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar didampingi Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i hari ini menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan. Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa kedatangannya di KPK bertujuan untuk melakukan konsultasi dan membahas program antikorupsi di Kementerian Agama. “Kami bahagia sekali bisa diskusi secara terbuka apa yang bisa diperoleh, […]

  • Bahas Hukum Ketenagakerjaan, Cara UIN Bandung Tanggapi Putusan MK Nomor: 168/PUU-XXI/2023

    Bahas Hukum Ketenagakerjaan, Cara UIN Bandung Tanggapi Putusan MK Nomor: 168/PUU-XXI/2023

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG – Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan studium generale dengan tema “Aspek Hukum Ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 168/PUU-XXI/2023” di Aula Utama FSH. Acara ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai aspek hukum ketenagakerjaan, terutama terkait perubahan-perubahan yang diatur setelah putusan […]

  • MOSMA 2023, Mahasiswa UIN Jakarta Raih Dean’s List dari York College of Pennsylvania

    MOSMA 2023, Mahasiswa UIN Jakarta Raih Dean’s List dari York College of Pennsylvania

    • calendar_month Sen, 1 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL312.COM — Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Jasmine Laksmi Dewi, mengukir prestasi di penghujung 2023. Jasmin, panggilan akrabnya, meraih Dean’s List dari York College of Pennsylvania. Jasmine adalah mahasiswa Angkatan 2021. Dia tercatat sebagai peserta program MORA Overseas Student Mobility Awards (MOSMA) angkatan 2023. Melalui program yang digagas Kementerian Agama […]

expand_less