Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Baik-Buruk Indonesia

Baik-Buruk Indonesia

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, di negeri yang lahir dari laut dan letusan gunung, angin membawa doa dari seribu bahasa, dan hujan jatuh seperti ingatan nenek moyang yang tak pernah selesai diceritakan.

Indonesia adalah sawah yang memantulkan langit, jalan kecil dengan warung kopi yang tetap hidup meski listrik padam dan dompet paspasan. Ia rumah bagi tangan-tangan yang ringan membantu, orang asing disapa ramah, dan senyum mengembang di tengah ongkos hidup yang terus melambung.

Di pasar pagi, ibu-ibu menawar sambil tertawa seolah hidup tak pernah kejam. Anak-anak berlari di gang sempit dengan layang-layang dari plastik bekas, membuktikan bahwa bahagia kadang hanya perlu angin.

Tetapi negeri ini juga luka yang panjang. Gedung-gedung menjulang seturut ambisi para investor, sementara di bawah jembatan orang-orang tidur memeluk suara kendaraan. Keadilan sering terlambat, tersesat di meja rapat yang dingin oleh penyejuk ruangan dan panas oleh kepentingan.

Hutan dibabat atas nama pembangunan, sungai dipenuhi busa dan janji kampanye. Laut yang dulu menyusui nelayan kini kadang lebih ramah pada kapal asing daripada pada anak pesisir sendiri. Di layar televisi, korupsi dibacakan seperti ramalan cuaca: berulang, biasa, nyaris tanpa rasa terkejut.

Namun rakyat negeri ini aneh—mereka mudah kecewa, tapi sulit menyerah. Dari gang sempit lahir musik, dari bencana lahir dapur umum, dari tragedi lahir pelukan yang tak tercatat sejarah resmi.

Indonesia adalah puisi yang ditulis dengan tinta emas dan asap kebakaran. Ia lembut dalam gotong royong, tajam dalam saling menghina. Orang-orangnya teguh beragama namun goyah dalam etika. Mereka memuja persatuan sambil sibuk mencari siapa yang berbeda.

Di kota besar, waktu berjalan seperti dikejar utang. Di desa terpencil, waktu duduk santai di beranda bambu. Satu negeri, namun nasib sering tak terbagi rata.

Meski begitu, negeri ini tak pernah selesai ditulis; ia terus berjalan tanpa naskah final, tanpa kesimpulan utuh. Mungkin karena Indonesia bukan tentang sempurna atau hancur, melainkan tentang bertahan di antaranya—seperti perahu kayu di laut musim hujan, retak di banyak sisi, namun tetap pulang membawa harapan.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berprestasi Nasional, JDIH UIN Bandung Catat Skor 95 dalam E-Report JDIHN

    Berprestasi Nasional, JDIH UIN Bandung Catat Skor 95 dalam E-Report JDIHN

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pengelola informasi hukum terbaik di Indonesia. Kampus Islam negeri ini berhasil menyabet penghargaan kategori Eka Acalapati dengan Predikat AA (Nilai 95) dari Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN). Penghargaan bergengsi tersebut menjadi bukti nyata komitmen UIN […]

  • 11 PTKN Segera Bertransformasi Menjadi Universitas dan Institut. Ini Daftarnya

    11 PTKN Segera Bertransformasi Menjadi Universitas dan Institut. Ini Daftarnya

    • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) terus berbenah dan bertransformasi. Terbaru, ada 11 PTKN yang akan segera bertransformasi setelah dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kementerian Agama dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong PTKN untuk melakukan proses alih status. Bahkan, transformasi PTKN menjadi salah satu program prioritas […]

  • 4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

    4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Bagi sebagian dosen, menulis jurnal bukan hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena membuat jurnal harus dengan sistematis. Sehingga susunan setiap bab harus berurutan serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Bahkan, untuk melakukan penelitian sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Sebagai seorang peneliti, untuk membuat jurnal, kita harus experiment selama satu, dua […]

  • Wakil Wali Kota Bandung Ajak Jurnalis Junjung Kejujuran dan Integritas

    Wakil Wali Kota Bandung Ajak Jurnalis Junjung Kejujuran dan Integritas

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak para jurnalis untuk senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan integritas dalam menjalankan profesinya. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Periode 2025–2028 Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Sabtu (20/9/2025). Jurnalis memiliki […]

  • Puan Ajak Masyarakat Nyalakan Lentera Kasih Perdamaian dan Toleransi

    Puan Ajak Masyarakat Nyalakan Lentera Kasih Perdamaian dan Toleransi

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengajak seluruh masyarakat memperkuat toleransi antar-umay beragama di momen Hari Raya Natal 2024. Ia menekankan toleransi adalah kunci membangun bangsa yang damai.   “Dalam semangat persaudaraan dan menyongsong Tahun Baru, saya ingin mengucapkan selamat merayakan Hari Natal kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Ini momen yang […]

  • Penjamian Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

    Penjamian Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan Kick Off program Majelis Masyayikh “Siap Melayani” di Jakarta. Menag mendukung upaya Majelis Masyayikh untuk terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan pesantren. Sebagai orang yang besar di pesantren, Menag melihat sesuatu yang perlu diperkuat adalah sistem pendidikan yang berbasis pada ilmu ketuhanan. Ia mengingatkan Majelis Masyayikh, dalam melakukan […]

expand_less