Pandji dan Humor Politik
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Ming, 11 Jan 2026
- comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com — Humor politik adalah sublimasi kesadaran tertinggi atas kekecewaan dan penderitaan rakyat pada praktik politik kekuasaan. Rakyat menertawakan para politisi melalui humor untuk melepaskan beban-beban kekecewaan dan penderitaan yang menghimpit.
Humor politiknya Pandji Pragiwaksono, dalam stand up komedi Mens Rea, mengingatkan saya pada sebuah buku laris. Tahun 1982, terbit buku “Russia Dies Laughing” terbitan Unwin Paperbacks, London. Tahun 1986, buku itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Pustaka Grafitipers berjudul “Mati Ketawa Cara Rusia” diberi pengantar oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Mati Ketawa Cara Rusia adalah buku humor politik tingkat tinggi yang digemari masyarakat dunia. Lelucon di dalamnya sebenarnya mengolok-olok pemerintah Uni Soviet tetapi kalau dibaca pada konteks pada saat itu ternyata berpadanan dengan rezim Soeharto.
Buku best seller itu bukan sekadar humor tapi sindiran halus pada praktik kekuasaan Orde Baru yang represif pada masa itu. Buku itu tidak hanya memuat humor politik, tetapi di dalamnya juga ada humor tentang Yesus Kristus dan orang Yahudi.
Sebagai sindiran pada praktik kekuasaan, humor politik akan selalu aktual dan menarik karena itulah cara masyarakat keluar dari beban-beban politik yang menghimpit dan mengecewakannya.
Jika ada orang yang tersinggung dengan humor politik, kemungkinannya lima: Pertama, dia penguasa. Kedua, dia buzzer. Ketiga, orang biasa yang lugu, terlalu mendalam mendukung kekuasaan. Keempat, hidupnya garing karena kurang piknik. Kelima, tidak punya rasa humor alias keluar dari sisi kemanusiaannya.
Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar