Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Rektor UIN Jakarta: Kajian Gender Perlu Diperkuat

Rektor UIN Jakarta: Kajian Gender Perlu Diperkuat

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rab, 8 Jun 2022
  • comment 0 komentar

SPI-JAKARTA

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyampaikan bahwa kajian masalah-masalah gender di kampus harus terus diperkuat. Sebab, gender merupakan pendekatan analisis, bukan suatu ajaran dari agama atau tafsiran satu-satunya dari ayat al-Qur’an dan Hadis.

Rektor mengatakan hal itu pada bedah buku karyanya berjudul Perempuan dan Islam di Indonesia yang digelar secara virtual, Selasa (7/6/2022). Bedah buku diselenggarakan Pusat Perpustakaan dan menghadirkan Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Jakarta Guru Besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Ulfah Fajarini sebagai pembedah serta Wakil Rektor Bidang Akademik Zulkifi sebagai pembicara utama. Bedah buku dipandu Ala’i Nadjib (dosen Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta).

Amany mengatakan, kajian gender merupakan alat analisis yang oleh kalangan tertentu dimanfaatkan untuk memberdayakan perempuan yang termaginalkan. Untuk itu ia menyerukan agar kajian gender terus dilakukan oleh masyarakat sehingga masyarakat lebih memahami masalah gender demi kebaikan bersama.

“Saya berharap kajian gender ini terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.

Amany Lubis lebih lanjut menjelaskan, buku Perempuan dan Islam di Indonesia memiliki tema yang beragam. Isinya merupakan kumpulan dari makalah dan presentasi yang disampaikan di berbagai forum.

“Saya suka menulis. Karya-karya saya tersebut lalu dijadikan sebuah buku,“ ujarnya.

Rektor Amany menambahkan, isi buku dibagi ke dalam dua bagian bab besar. Bagian bab pertama berisi tentang perempuan dalam Islam, cita-cita, dan faktanya.

Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, menurut wanita kelahiran Mesir itu, memiliki idealisme tertentu tentang perempuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Tapi, seiring berjalannya waktu, faktor budaya dan lingkungan, perempuan akhirnya harus terpinggirkan.

Sementara pada bagian bab kedua berisi tentang Islam dan kesetaraan gender. Dalam bagian tersebut Amany di antaranya menyatakan bahwa dirinya merasa prihatin karena masih ada yang mempertanyakan tentang perlunya kajian gender.

”Saya mendengar ada pertanyaan apakah kajian gender itu di Indonesia masih perlu? Jadi, saya sangat prihatin bahwa ternyata masih ada yang mempertanyakan hal itu. Padahal Islam sudah memberikan semua,” ucapnya.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • THR dan Gaji Ke-13 ASN Daerah Pencairannya Ditentukan Peraturan Kepala Daerah

    THR dan Gaji Ke-13 ASN Daerah Pencairannya Ditentukan Peraturan Kepala Daerah

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    JAKARTA-SPI Para aparatur sipil negara (ASN) daerah di seluruh Indonesia sedang menanti pencairan tunjangan hari raya (THR). Uang THR untuk ASN daerah baru bisa dicairkan setelah kepala daerah, baik itu bupati/walikota maupun gubernur menyusun peraturan kepala daerah. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro memerintahkan kepala daerah segera menyusun peraturan kepala daerah (perkada) mengenai […]

  • Jaksa Tak Siap, Keadilan Tertunda

    Jaksa Tak Siap, Keadilan Tertunda

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan terdakwa Ferry Marjani dan Rizki Restu Ramdhani di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (2/7/2026), ditunda.   Agenda sidang yang semula dijadwalkan pembacaan tuntutan urung dilaksanakan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta penundaan karena surat tuntutan belum siap. […]

  • Hikmah Silaturahmi Idul Fitri: Perspektif Psikologis-Religius

    Hikmah Silaturahmi Idul Fitri: Perspektif Psikologis-Religius

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Idul Fitri merupakan momentum spiritual yang menandai keberhasilan umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Dimensi penting dari Idul Fitri adalah silaturahmi, yaitu mempererat hubungan kekerabatan, memperbaiki komunikasi sosial, serta membangun kembali harmoni kehidupan. Dalam perspektif akademik, silaturahmi tidak hanya dipahami sebagai tradisi budaya, tetapi sebagai mekanisme penguatan struktur sosial, kesejahteraan psikologis, dan internalisasi […]

  • Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu

    Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Trajektori evolusioner Sejarah Sosial Intelektual Islam menegaskan bahwa agama Islam tidak pernah berhenti pada ruang hampa doktrinal; ia terus mengonstruksi sejarah dengan merespons kekuatan-kekuatan geopolitik, kolonialisme, dan perubahan struktur kebudayaan secara dialektis.   Transmisi tradisi keislaman Nusantara, sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra dan Michael Laffan, menyingkap jalinan kosmopolitan yang membentuk ikatan kebangsaan modern, […]

  • UIN Bandung-Balitbang Jakarta Gelar Seminar dan Ekspos Produk Akademik

    UIN Bandung-Balitbang Jakarta Gelar Seminar dan Ekspos Produk Akademik

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Kanal31- Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta menggelar Seminar dan Ekspos Produk Akademik bertajuk Moderasi Beragama untuk Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang berlangsung di Aula Anwar Musadad sejak Senin-Selasa (15-16/08/2022). Wakil Dekan I Ushuluddin, Dr Radea Juli A Hambali, M.Hum menjelaskan untuk Seminar hari […]

  • QRIS dan UPI India Menggerogoti Dolar AS

    QRIS dan UPI India Menggerogoti Dolar AS

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Tanggal 6-8 Juli lalu, PM India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia. Prabowo menyambut hangat tamu penting ini. Kedua negara menandatangani 16 kesepakatan kerjasama berbagai bidang, salah satunya adalah mengintegrasikan alat pembayaran QRIS (Quick Respons Indonesia Standard) dengan UPI Unified Payments Interface) India. Targetnya, sebelum 2026 berakhir.   Jadi kalau kita berangkat ke India […]

expand_less