Pasar Tumpah Takjil di Jalan AH Nasution Cibiru
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Ming, 8 Mar 2026
- comment 0 komentar

Tradisi Ngabuburit di Depan Kampus UIN Bandung
BANDUNG Kanal31.com — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang Jalan AH Nasution, Cibiru, tepatnya di depan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berubah menjadi lautan manusia. Deretan pedagang takjil memenuhi sisi jalan, menghadirkan berbagai hidangan berbuka yang menggoda selera.
Fenomena ini kerap disebut warga sebagai pasar tumpah takjil Ramadhan, sebuah tradisi musiman yang selalu muncul setiap sore selama bulan suci. Sejak pukul 16.00 WIB, kawasan ini mulai ramai oleh mahasiswa, warga sekitar, hingga pengendara yang sengaja berhenti untuk berburu menu berbuka.
Surga Takjil di Bandung Timur
Di sepanjang trotoar dan halaman depan pertokoan, para pedagang menawarkan aneka makanan khas Ramadhan. Mulai dari kolak pisang, es buah, es kelapa muda, sop buah, hingga aneka gorengan seperti bala-bala, tahu isi, dan cireng.
Tidak sedikit pula pedagang yang menjual makanan berat untuk berbuka di rumah, seperti ayam goreng, pepes ikan, nasi bakar, hingga sate. Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan berpadu dengan harum rempah lauk pauk, menciptakan suasana kuliner yang khas menjelang magrib.
Titik Ngabuburit Mahasiswa dan Warga
Kawasan depan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi titik strategis karena berada di jalur utama Bandung Timur. Selain mahasiswa, banyak warga dari Cibiru, Ujungberung, hingga Cileunyi yang sengaja datang untuk ngabuburit sambil mencari takjil.
Sebagian pengunjung berjalan santai menyusuri lapak pedagang, sementara lainnya berhenti sejenak di pinggir jalan untuk memilih makanan favorit mereka. Percakapan ringan, tawar-menawar harga, hingga tawa anak-anak yang ikut berburu jajanan menambah hangat suasana Ramadhan.
Menghidupkan Ekonomi Warga
Pasar tumpah takjil ini juga menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Banyak pedagang yang hanya muncul selama bulan Ramadhan untuk memanfaatkan tingginya permintaan makanan berbuka.
Bagi warga Bandung Timur, pasar takjil di Jalan AH Nasution bukan sekadar tempat membeli makanan, tetapi juga menjadi ruang sosial Ramadhan—tempat orang bertemu, berbincang, dan menikmati suasana sore yang penuh kebersamaan menjelang azan magrib.
Tradisi sederhana ini terus hidup dari tahun ke tahun, menjadikan kawasan Cibiru sebagai salah satu pusat kuliner Ramadhan yang paling ramai di Bandung Timur.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: AI

Saat ini belum ada komentar