Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
  • comment 0 komentar

SPI-KEDIRI

Seorang peneliti dan jurnalis menggelar pameran foto bunga anggrek berdasar penelitiannya selama 12 hari di Papua. Tidak hanya foto, sejumlah spesimen anggrek yang belum memiliki nama juga dipamerkan.

Sedikitnya ada 25 foto anggrek yang dipamerkan, 7 di antaranya merupakan jenis anggrek asal papua yang baru ditemukan dan belum mempunyai nama.

25 karya foto anggrek asal papua ini dipamerkan di Kafe Jalan Stasiun Kota Kediri. Foto-foto ini diambil di Pegunungan Arfak Papua Barat yang didanai oleh Pulitzer Center selama 12 hari perjalanan.

Penelitian anggrek di Pegunungan Arfak ini dilakukan oleh Yuda Rehata Yudistira, seorang fotografer alam dan taksonom. Ketertarikannya pada anggrek membawanya menjadi orchidologist (peneliti anggrek), bersama dengan Titik Kartitiani seorang jurnalis dan penulis buku dengan tema lingkungan flora fauna, keragaman hayati, budaya serta tim perintis majalah Flona (flora fauna).

Dalam perjalanannya, mereka menemukan sedikitnya 7 jenis baru anggrek yang belum pernah ditemukan, bahkan belum mempunyai nama. Saat ini ketujuh anggrek tersebut masih dalam penelitian.

Yuda mengatakan pameran dan penelitian ini penting untuk ilmu pengetahuan serta mendata keanekaragaman hayati di Papua. Dalam waktu dekat Yuda juga akan melakukan penelitian di Nusa Tenggara Timur.

“Pegunungan Arfak di ketinggian lebih dari 2000 mdpl memberi keragaman anggrek yang sangat tinggi. Banyak anggrek yang saya temukan di sana dan baru pertama kali saya lihat. Meski sudah banyak para taksonom yang ke sana sejak abad ke-19, namun saya yakin masih banyak jenis baru yang menunggu kita temukan,” kata Yuda kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

Sementara itu, menurut Titik, penemuan mereka hendaknya bisa ‘dibumikan’ dengan bahasa awam sehingga semua orang bisa membaca. Sudah banyak publikasi jurnal taksonom Indonesia menemukan anggrek jenis baru, namun pembacanya hanya kalangan terbatas.

“Saya berharap akan lebih banyak teman-teman jurnalis yang bisa berkolaborasi dengan para peneliti. Selain kita bisa belajar langsung di lapangan, kita juga bisa menjadi jembatan informasi untuk publik dengan bahasa populer. Harapannya, makin banyak pembaca mengenal keragaman hayati, makin sadar dengan konservasi hutan hujan di Indonesia,” kata Titik.

Karya ilmiah pemuda yang tinggal di Sumedang ini telah dipublikasikan di sejumlah jurnal internasional. pameran foto ini akan berlangsung hingga tanggal 13 Juli.

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    Asyiknya Safari Ramadan di Gedebage: Warga Antusias Berinteraksi dengan Pemimpin

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Safari Ramadan di Kecamatan Gedebage mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan ini dinilai sebagai langkah positif dalam mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan warga, sekaligus menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat selama bulan suci Ramadan. Salah satu warga, Agung Ardian (34), menyatakan, program ini sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. […]

  • 4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

    4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Bagi sebagian dosen, menulis jurnal bukan hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena membuat jurnal harus dengan sistematis. Sehingga susunan setiap bab harus berurutan serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Bahkan, untuk melakukan penelitian sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit. “Sebagai seorang peneliti, untuk membuat jurnal, kita harus experiment selama satu, dua […]

  • Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —   Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”? Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.   Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.   1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” […]

  • Selamat! Mendagri Lantik Halilul Khairi sebagai Rektor IPDN

    Selamat! Mendagri Lantik Halilul Khairi sebagai Rektor IPDN

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi melantik Halilul Khairi sebagai Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin. (26/5/2025). Tito mengatakan penunjukan ini telah melewati tahapan penjaringan dan uji kelayakan secara menyeluruh. Halilul, bersama tiga kandidat kuat lainnya, juga telah […]

  • Lembur Katumbiri: Semangat Warga Dago Menyulam Warna, Cerita, dan Harapan

    Lembur Katumbiri: Semangat Warga Dago Menyulam Warna, Cerita, dan Harapan

    • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Kota Bandung kembali membuktikan diri sebagai ruang tumbuh kreativitas tanpa batas. Kali ini, inspirasi datang dari RW 12 Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, yang menyulap kampung mereka menjadi kawasan wisata tematik berbasis budaya lokal bernama Lembur Katumbiri. Peresmian kawasan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Bagi warga, momen ini bukan […]

  • Kemenag Latih Fasilitator untuk Wujudkan Kurikulum Berbasis Cinta

    Kemenag Latih Fasilitator untuk Wujudkan Kurikulum Berbasis Cinta

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GARUT kanal31.com — Kementerian Agama telah merilis panduan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Tahap selanjutnya, Kemenag siapkan para fasilitator untuk percepatan implementasi KBC. Puluhan fasilitator digembleng dalam Pra-Pelatihan Fasilitator (Training of Facilitator) pada 7–10 Agustus 2025 di Peacesantren Welas Asih Garut Jawa Barat. Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Ali Ramdhani menyatakan […]

expand_less