Breaking News:
Beranda » HUMANIORA » Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JAKARTA

Majelis Ulama Indonesi (MUI) dinilai mempunyai potensi untuk menjembatani berbagai kubu yang berbeda kepentingan. Hal ini berangkat dari perlunya mewadahi keragaman ormas Islam di Indonesia agar tidak mudah dipecah-belah. MUI memiliki peran sebagai forum silaturahim yang menjembatani keragaman tersebut.

“MUI itu sebetulnya tidak berada di posisi kanan atau kiri, tapi dia independen. Karenanya MUI memiliki potensi jadi jembatan kedua kubu tersebut. Inilah peran yang harus dimainkan oleh MUI kedepannya,” tutur Ismail Fahmi, dalam acara Halaqoh Dakwah Komisi Dakwah MUI di Aula Pusat MUI, Kamis (21/4/2022).

Wakil Ketua Komisi Infokom MUI sekaligus penggiat media sosial tersebut menyatakan berdasarkan social network analysis yang dilakukannya, posisi MUI dalam pemberitaan di media online cenderung mengarah positif, sedangkan pada sosial media cenderung negatif. Jika dipesentasekan pemberitaan dari keduanya yaitu sebesar 43 persen negatif dan 42 persen positif.

Presentase tersebut, jelas menempatkan MUI berada di tengah, tidak cenderung kanan atau pun kiri. Jika pun terdapat narasi yang ingin membubarkan MUI, hal tersebut justru akan mencerai-beraikan umat Islam. Disebabkan tidak ada lagi yang dapat menjembatani berbagai ormas Islam untuk menjalin forum komunikasi.

Pada riset yang sama, Ismail Fahmi menyatakan terdapat tiga peta narasi yang berkembang di media sosial, yaitu mengenai narasi mengenai dakwah, polarisasi, dan hal yang berkaitan dengan MUI.

Berkembangnya narasi-narasi tersebut di media sosial, memiliki dampak besar khususnya bagi generasi Z dan generasi milenial yang umumnya aktif dalam berbagai platform digital. Jika salah langkah dalam mengambil jalan dakwah, justru akan berakibat menjauhkan kedua generasi tersebut dari ajaran Islam.

“Pendekatan dakwah untuk generasi Z dan milenial tidak bisa dilakukan jika langsung merujuk kepada Alquran dan Hadis. Dikarenakan daya kritis yang tinggi dan dominannya aktivitas mereka di sosial media, sehingga cenderung menyukai hal-hal yang instan serta mudah dipahami,” katanya.

“Karenanya setelah mengetahui posisi MUI yang berada di tengah, kita wajib berkontribusi meramaikan sosial media dengan dakwah yang wasathi, misalnya pada platform Youtube,” sambungnya.
Menurut Ismail Fahmi, MUI memiliki banyak potensi meramaikan dakwah di sosial media. Hal ini disebabkan MUI merupakan tempat berkumpulnya para ulama, kiai, dan para habaib yang ilmunya mumpuni.

Namun, keterbatasan Youtuber yang handal dari MUI sendiri justru yang menjadikan dakwah tersebut kurang menarik dan sulit menjangkau generasi milenial dan generasi Z.

“Kita tidak punya kemampuan untuk membuat video yg bagus atau Youtuber yang andal. Tapi itu bisa diatasi jika kita punya jaringan Youtuber yang profesional. Sebagaimana perusahaan Go-jek yang tidak memiliki armada resmi, namun menggunakan transportasi lain yang justru mampu menjadikan perusahaan itu besar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dikarenakan terdapat seni tersendiri dalam berdakwah kepada generasi Z dan milenial, Ismail Fahmi merekomendasikan, salah satu solusi yang bisa digunakan yaitu dengan mengajak mereka berkontribusi dalam berdakwah. Misalnya membuat video ceramah yang menarik untuk nantinya diupload pada platform Youtube.

Cara ini bisa dilakukan MUI yang sifatnya membentuk jaringan dan kolaborasi, sehingga mampu mendukung potensi yang dimiliki generasi Z dan milenial sekaligus berdakwah kepada mereka dengan membuat konten-konten positif.

“MUI dengan ajaran Islam yang luasnya seperti Samudra, berupaya menjembatani semua ormas dan generasi sehingga dapat menjalin komunikasi dan silaturahim satu dengan yang lain,” ujar dia.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cinta dan Benci Indonesia

    Cinta dan Benci Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, ada negeri yang dicintai dengan pelukan, tetapi ada pula negeri yang dicintai dengan kemarahan. Indonesia hari ini sedang menyaksikan wajah cinta yang kedua: cinta yang tercurah dalam nada benci. Banyak orang membenci “Indonesia” justru karena sangat mencintainya. Mereka tidak membenci tanah air yang dipijak, rumah bersama yang menyimpan jejak leluhur, merajut […]

  • Verde Casino Online Your Premier Gaming Escape

    Verde Casino Online Your Premier Gaming Escape

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Luar Biasa! Pameran 30 Poster Ide Layanan Karier Karya Mahasiswa UIN Bandung

    Luar Biasa! Pameran 30 Poster Ide Layanan Karier Karya Mahasiswa UIN Bandung

    • calendar_month Jumat, 22 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Mahasiswa semester tiga Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan pameran ide layanan karier di Aula Lantai 4 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (21/12/2023). Kegiatan dibuka oleh Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag, dan Yessika Nurmasari, M.Pd sebagai perwakilan tim dosen pengampu Teknologi BKI. Acara […]

  • Mengapa Banyak Hal Teringat Saat Shalat?

    Mengapa Banyak Hal Teringat Saat Shalat?

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang membutuhkan kekhusyukan dan kehadiran hati. Namun, seringkali individu mengalami fenomena di mana berbagai pikiran, bahkan ide penting, justru muncul saat shalat dan menghilang setelahnya. Tulisan ini menelaah fenomena tersebut melalui pendekatan tasawuf dengan konsep muroqobah, serta psikologi kognitif dan atensi. Shalat dalam Islam merupakan perjumpaan […]

  • Takut Dibunuh Iran, Trump Malah Membully Abdul Al-Sayed

    Takut Dibunuh Iran, Trump Malah Membully Abdul Al-Sayed

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Dunia sedang menertawakan Donald Trump. Bukan karena Amerika kalah perang, bukan karena ekonomi ambruk, tetapi karena Trump terbirit-birit takut dibunuh Iran. Saking takutnya, ia tega menjadikan 100 lebih staf dan wartawan sebagai umpan. Untuk menghibur diri, ia malah membully Abdul Al-Sayed. Ternyata salah pilih lawan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Si […]

  • Antara Hasrat, Cinta dan Rasa yang Tertindas 

    Antara Hasrat, Cinta dan Rasa yang Tertindas 

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Tak sedikit orang berpura-pura kaget ketika mendengar kabar perselingkuhan bos dengan sekretarisnya, atasan dengan bawahannya, dokter dengan perawatnya, dosen dengan mahasiswanya, ustadz dengan santrinya dll, seolah itu tragedi besar yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Padahal, fenomena itu bukan perkara hitam-putih, bukan pula semata-mata soal moral atau aib agama, melainkan tentang dinamika […]

expand_less