Breaking News:

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
  • comment 6 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh Aisyah As-Salafiyah, IAI Tazkia

KANAL31.COM-Tahukah para Muslimah, bahwa investasi penting bukan hanya bagi laki-laki saja, namun juga untuk perempuan terutama Muslimah milenial yang kelak akan banyak mengelola keuangan rumah tangga. Muslimah perlu memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuannya dalam mengelola keuangan, mengembangkan uang, sekaligus memanfaatkan uang dengan baik. Ketika fakta menunjukkan bahwa harga kebutuhan barang dan jasa yang semakin meningkat, di samping keadaan pemasukan yang masih belum stabil, maka tentunya kita membutuhkan strategi pengelolaan yang baik, salah satunya dengan mulai berinvestasi.

Dahulu, orang-orang hanya mengandalkan tabungan mereka dalam merencanakan masa depan. Namun saat ini, dengan keadaan ekonomi yang tidak pasti, tabungan mungkin tidak cukup untuk memastikan keamanan finansial. Uang yang disimpan di rekening bank tabungan atau brankas mungkin jadi dana yang menganggur saja, padahal ada peluang yang hilang karena tidak mampu menghasilkan kebermanfaatan dan dikhawatirkan akan terkalahkan oleh inflasi (kenaikan harga barang dalam jangka waktu tertentu). Uang tunai yang disimpan di bank atau brankas juga sebenarnya menyusut nilainya dari tahun ke tahun karena inflasi, sehingga jika tabungan tidak ditingkatkan, maka tandanya nilai uang sedang menurun.

Fakta ini menunjukkan bahwa sebagai Muslimah, hanya menghasilkan uang dan membiarkannya menganggur saja tentu tidak cukup. Di sisi lain, para Muslimah dapat berperan dalam menjadikan uangnya bermanfaat untuk orang lain melalui investasi. Investasi yang dimaksud yaitu mengalokasikan uang dalam berbagai aset yang berbeda dengan tujuan dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang memiliki usaha dan mendapatkan pengembalian yang lebih baik dalam jangka panjang.

Lalu mengapa sebagai Muslimah harus berinvestasi?

Pada dasarnya, dengan melakukan investasi, seorang Muslimah telah berupaya memastikan keamanan finansial saat ini dan masa depan, insya Allah. Strategi ini dapat membantu orang lain mendapatkan pendanaan untuk keberlanjutan usahanya dan pada saat yang sama, Muslimah menghasilkan imbal hasil yang mengalahkan inflasi. Selain itu, investasi juga memiliki potensi untuk memenuhi tujuan keuangan, misalnya seperi membeli rumah, mengumpulkan dana pensiun, dan membangun dana darurat, dan lain sebagainya.

Berinvestasi juga memiliki dampak positif yaitu membiasakan diri untuk menanamkan rasa disiplin keuangan dengan menyisihkan jumlah tertentu setiap bulan atau setiap tahun untuk investasi di masa depan. Investasi kita merupakan komitmen atas sejumlah dana/sumber daya yang dilakukan saat ini dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa depan, sesuai dengan tujuan jangka panjang Muslimah, seperti untuk dana pendidikan anak.

Menurut surat kabar The Guardian, penting bagi perempuan untuk berani mengambil keputusan besar, termasuk berkaitan dengan uang. Investasi akan jauh lebih baik jika dimulai sejak dini dan tidak ditunda. Tapi perlu dipastikan setiap Muslimah didampingi oleh sumber informasi yang terpercaya dan tidak melanggar syariah.

Ada banyak bentuk investasi yang bisa dicoba, seperti menabung emas, reksa dana saham, properti atau yang lainnya. Namun yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan saat ini. Setiap investasi memiliki bentuk risiko berbeda-beda, jadi penting untuk mencari informasi terlebih dahulu sebanyak-banyaknya. Perlu diingat, untuk memulai investasi, tentu diperlukan modal atau dana awal. Namun tidak perlu khawatir, semua bisa disesuaikan dengan bujet yang kita miliki. Diskusikan dengan orang-orang terdekat kita yang paham juga sebelum memulainya.

Dalam berinvestasi, penting juga untuk konsisten. Tetapkan tujuan awal investasi, hindari berhenti di tengah jalan karena justru bisa merusak rencana awal. Misalnya tujuan investasi adalah untuk dana membeli rumah, maka sebisa mungkin hindari menggunakan dana tersebut untuk hal lain. Selain itu, agar aktivitas investasi terasa lebih menyenangkan, temukan lingkungan yang memiliki pengalaman baik atau mendukung aktivitas ini. Dengan demikian, seorang Muslimah bisa merasa lebih  nyaman berinvestasi. Ini penting untuk investasi jangka panjang maupun jangka pendek. Jadi setelah mengetahui pentingnya investasi dan langkah awal untuk memulai investasi, yuk para Muslimah mulai berinvestasi dari sekarang!

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (6)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara STEI ITB Implementasikan Teknologi CDN untuk Akselerasi Digitalisasi Sekolah di SMAN 1 Pangkep

    Ini Cara STEI ITB Implementasikan Teknologi CDN untuk Akselerasi Digitalisasi Sekolah di SMAN 1 Pangkep

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PANGKEP, SULAWESI SELATAN, kanal31.com — Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Pangkep, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada 20–21 Agustus 2026.   Mengusung tema “Implementasi Teknologi Content Delivery Network (CDN) sebagai Akselerasi Digitalisasi Sekolah pada Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan) […]

  • Mantapkan Mutu Akademik, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Evaluasi Kurikulum

    Mantapkan Mutu Akademik, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Evaluasi Kurikulum

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 1Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dinamika industri keuangan syariah yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Menjawab tantangan tersebut sekaligus mendorong capaian Akreditasi Internasional dan Unggul, Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Review Kurikulum […]

  • Rektor UIN SGD Raih Penghargaan TVRI Jabar

    Rektor UIN SGD Raih Penghargaan TVRI Jabar

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag menerima penghargaan dari TVRI Jabar bertajuk Semarak 37 Tahun TVRI Jawa Barat, di Hotel Horison, Sabtu (27/4/2024) malam. Kepala TVRI Stasiun Jawa Barat, Akbar Sahidi mengatakan, perjalanan panjang TVRI Stasiun Jawa Barat dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai Lembaga Penyiaran Publik […]

  • Tingkatkan Literasi, Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Eksphoria 2026

    Tingkatkan Literasi, Ekonomi Syariah UIN Bandung Gelar Eksphoria 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kabinet Ekselensi menggelar Eksphoria 2026 di Aula Abdjan Soelaeman Kampus I dan Gedung FEBI Kampus II.   Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif dan […]

  • Belajar dari Nietzsche

    Belajar dari Nietzsche

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    “Jika ingin berjuang untuk kedamaian jiwa dan kebahagiaan, percayalah! Jika ingin menjadi pengikut kebenaran, bertanyalah!” (F. Nietzsche)   BANDUNG kanala31.com — Saya kira, pernyataan Nietzsche di atas bukanlah kalimat untuk memberi kepastian, tetapi mungkin dimaksudkan untuk mengguncang alas tempat kita berdiri.   Jika kita menilik, kalimat itu bukanlah kalimat perintah; ia lebih menyerupai bisikan yang […]

  • Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”. Krisis Identitas Personal Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. […]

expand_less