Breaking News:
Beranda » BEWARA » Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

Biaya PPG hanya Rp.5 Juta, Peserta dari Ciamis harus Bayar Rp.6 Juta

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIAMIS, kanal31.com – Ironis, biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang seharusnya hanya Rp.5 juta, tetapi peserta yang dinyatakan lulus seleksi malah diminta bayar Rp.6 juta. Hal itu diketahui setelah beberapa orang peserta PPG asal Kabupaten Ciamis yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku ke reporter kanal31.com membayar Rp.6 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sumber terpercaya yang dihimpun reporter kanal31.com di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan biaya PPG Hanya Rp.5 juta. Bahkan, kata dia, jumlah tersebut harusnya berkurang karena FTK UIN Bandung sebagai penyelenggara bekerja sama dengan Pemda Kabupaten/Kota dan Bajnas setempat untuk turut membiayai peserta PPG.

“Bayarnya hanya lima juta rupiah, harusnya bisa kurang karena lembaga bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Bajnas setempat. Kalau bayarnya lebih dari itu ya tidak tahu,” ujar sumber tersebut.

Sementara itu, Wakil Dekan 2 FTK UIN Bandung Dr.Hariman Siregar selaku penanggungjawab keuangan kegiatan tersebut terkesan menutupi hal itu. Melalui pesan singkat di aplikasi WhatsApp ketika dikonfirmasi reporter kanal31.com hanya menulis. “Waduh kita gak tahu kang. Kita hanya menerima peserta dari kemenag pusat.Cobi Taroskeun ka kemenag kabupaten,” tulisnya.

Sementara itu ketika ditanya tentang besaran biaya PPG yang ditetapkan UIN Bandung, Hariman malah menjawab, “Gak ada bukan domain kita,” jawabnya.
Sayangnya Hariman tidak menjawab konfirmasi lain yang ditanyakan reporter kanal31.com.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Rosihon Anwar saat dikonfirmasi tentang masalah tersebut hanya menjawab singkat. Dia mengatakan bahwa masalah PPG merupakan domain fakultas.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren! Terbanyak, 3 Dosen UIN Bandung Lolos Program IFEX di Universiti Utara Malaysia

    Keren! Terbanyak, 3 Dosen UIN Bandung Lolos Program IFEX di Universiti Utara Malaysia

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (MALAYSIA) — Tiga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung lolos seleksi peserta program International Faculty Exchange Week (IFEX) di Universiti Utara Malaysia (UUM). Ketiga dosen itu adalah Pepi Siti Paturohmah (Dosen Magister Tadris Bahasa Inggris, Pascasarjana), Dian Nuraiman (Dosen Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi), dan Dian Sa’adillah Maylawati (Dosen Teknik Informatika, […]

  • Proyek Urugan Tanah sudah Selesai, Kok tidak Dibayar?

    Proyek Urugan Tanah sudah Selesai, Kok tidak Dibayar?

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Penyuplai tanah urugan asal Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Nandar, menarik kembali tanah urugan di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (11/02/2025). Ia melakukan hal itu, karena supply tanah sebanyak 8.600 kubik itu belum dibayar. “Nilai uang yang mesti saya terima sebesar Rp. 542 juta. Pekerjaan urugan kan sudah selesai, tapi kami […]

  • Jeritan Sunyi Anak Pascaperceraian: Riset Dr. Ridwan Eko Tawarkan Blueprint Radikal Selamatkan Masa Depan Anak

    Jeritan Sunyi Anak Pascaperceraian: Riset Dr. Ridwan Eko Tawarkan Blueprint Radikal Selamatkan Masa Depan Anak

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Di balik runtuhnya mahligai rumah tangga ratusan ribu pasangan di Indonesia, ada krisis kemanusiaan sunyi yang luput dari sorotan. Jutaan anak menjadi korban laten yang telantar hak hidupnya. Menjawab jeritan sosial ini, sebuah riset doktoral progresif dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung meluncurkan sebuah cetak biru (blueprint) radikal: mendorong sistem […]

  • Ayo Tukar Sampah Anorganik Jadi Tabungan Rupiah

    Ayo Tukar Sampah Anorganik Jadi Tabungan Rupiah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Upaya Kota Bandung dalam mengurangi timbulan sampah semakin diperkuat melalui program Bank Sampah Induk (BSI) Kota Bandung yang kini kembali mengajak masyarakat menjadi nasabah aktif. Melalui program ini, warga dapat menukarkan sampah anorganik menjadi tabungan rupiah dengan proses yang mudah, transparan, dan bermanfaat bagi lingkungan. Program ini dirancang untuk mendorong partisipasi warga […]

  • Inilah 28 Instansi yang Buka Layanan di MPP Kota Bandung

    Inilah 28 Instansi yang Buka Layanan di MPP Kota Bandung

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Pemerintah Kota Bandung terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP). Fasilitas ini dirancang untuk memberikan layanan yang mudah, cepat, aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.   Terletak di Jl. Cianjur No. 34, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, MPP Kota Bandung berdiri di atas lahan seluas […]

  • Memimpin Negara itu Mudah

    Memimpin Negara itu Mudah

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, banyak orang mengira memimpin negara itu mahasulit. Namun dalam banyak hal, memimpin negara itu lebih sederhana daripada memimpin keluarga. Negara dapat diatur dengan hukum dan kewenangan, sementara keluarga hanya dapat dipimpin dengan kasih, pengertian, kesetiaan, keteladanan dan tanggung jawab.   Sekilas, negara tampak sebagai puncak kerumitan organisasi manusia. Padahal, sesungguhnya ia hanyalah […]

expand_less