Breaking News:
Beranda » INSPIRASI » Menang itu Bonus, Proses Kuncinya

Menang itu Bonus, Proses Kuncinya

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, kanal31.com — Prestasi riset yang diraih siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang di berbagai kompetisi nasional tidak lahir dalam semalam. Di balik medali dan penghargaan yang terlihat publik, terdapat proses panjang yang dijalani para siswa, mulai dari manajemen waktu, pembinaan intensif, hingga kemampuan bertahan menghadapi berbagai tantangan selama kompetisi.

 

Hal itu disampaikan oleh Adyraka Gheysar Fawaz Ahmad, peraih medali emas bidang riset OMI 2025 dan Gaea Alexa Sulthana, peraih medali emas bidang riset lingkungan berkelanjutan 2025 yang diselenggarakan oleh SMA Progresif Bumi Sholawat dan ITS. Siswa dan alumni program riset sains MAN 2 Kota Malang yang aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi riset tingkat nasional.

 

Menurut Raka, ketertarikannya pada dunia riset tumbuh sejak masih menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Saat diterima di MAN 2 Kota Malang melalui jalur prestasi, ia menemukan lingkungan yang semakin mendukung minat tersebut.

 

“Sejak awal kami melihat fasilitas dan program yang dimiliki madrasah sangat mendukung pengembangan riset. Itu membuat kami semakin termotivasi untuk berkembang,” ujarnya di Lab. Biologi MAN 2 Kota Malang, Jumat (5/6/2026).

 

Hal serupa dirasakan Gea. Baginya, salah satu kekuatan utama MAN 2 Kota Malang adalah lingkungan belajar yang kompetitif sekaligus suportif. “Melihat teman-teman yang memiliki semangat belajar tinggi membuat saya ikut terpacu untuk terus berkembang. Lingkungannya sangat mendukung dan mendorong kami untuk memberikan yang terbaik,” katanya.

 

Di tengah padatnya aktivitas akademik, organisasi, dan berbagai program pengembangan diri, keduanya mengaku harus memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik. Menentukan skala prioritas menjadi kunci agar seluruh kegiatan dapat berjalan seimbang.

 

Raka mengungkapkan bahwa setiap tugas dan tanggung jawab selalu dipetakan berdasarkan tingkat urgensinya. Sementara Gea memanfaatkan berbagai aplikasi digital seperti kalender daring untuk membantu mengatur jadwal harian.

 

“Kesempatan yang tersedia di madrasah sangat banyak. Karena itu, kami harus pintar mengelola waktu agar semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Gea.

 

Selain lingkungan yang kompetitif, dukungan madrasah juga menjadi faktor penting dalam perjalanan mereka. Laboratorium riset yang lengkap, ketersediaan bahan praktikum, hingga program karantina menjelang kompetisi menjadi bagian dari sistem pembinaan yang mereka rasakan secara langsung.

 

Menurut Raka, dukungan tidak hanya datang dari madrasah, tetapi juga dari keluarga yang terus memberikan motivasi ketika rasa lelah dan jenuh mulai muncul. “Kadang tantangan terbesar bukan lagi soal materi lomba, tetapi bagaimana menjaga energi dan semangat agar tetap konsisten selama proses berlangsung,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Gea menilai masa karantina menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. Selain mendapatkan pendampingan dari guru pembina, para peserta juga dibimbing oleh alumni dan kakak kelas yang telah memiliki pengalaman kompetisi.

 

Mereka berbagi berbagai strategi, mulai dari teknik presentasi, penyusunan bahan tayang, hingga cara menghadapi pertanyaan juri. “Kami belajar banyak dari pengalaman para alumni. Mereka membantu kami memahami hal-hal teknis yang sebelumnya tidak kami kuasai,” kata Gea.

 

Raka menambahkan, budaya berbagi ilmu antarangkatan menjadi salah satu kekuatan pembinaan riset di MAN 2 Kota Malang. Melalui proses tersebut, siswa yang awalnya belum memiliki pengalaman perlombaan dapat berkembang menjadi peserta yang siap bersaing di tingkat nasional.

 

Bagi keduanya, kemenangan bukanlah tujuan akhir dari sebuah kompetisi. Justru proses panjang yang dijalani selama persiapan menjadi pelajaran paling berharga yang akan terus mereka bawa dalam kehidupan.

 

“Orang biasanya hanya melihat saat kita menang. Padahal di balik itu ada banyak proses, tantangan, dan jatuh bangun yang harus dilewati,” ujar Raka.

 

Mereka pun mengajak para siswa madrasah di seluruh Indonesia untuk berani mencoba, menikmati setiap proses pembelajaran, dan tidak takut menghadapi kegagalan. “Nikmati prosesnya, karena kemenangan hanyalah bonus. Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut bermimpi besar,” pungkas mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen Tamu UIN Bandung Bahas Pentingnya Sertifikasi Akuntan Syariah

    Dosen Tamu UIN Bandung Bahas Pentingnya Sertifikasi Akuntan Syariah

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Upaya mempersiapkan lulusan yang unggul, kompetitif dan profesional, Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menghadirkan Dosen Tamu Dera Karunia Pratama Muharam, BBA., S.E., Ak., Direktur Utama sekaligus Founder PT DST Prime Insight (DST Solution Tasikmalaya), yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, […]

  • 2 Dosen UIN Bandung Terima KMA Penetapan Guru Besar

    2 Dosen UIN Bandung Terima KMA Penetapan Guru Besar

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    UINSGD.AC.ID (Humas) — Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) yang menetapkan 185 profesor atau guru besar rumpun ilmu agama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk guru besar di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Penetapan 185 profesor ini diserahkan secara simbolis oleh Sekjen Kemenag, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, […]

  • 3 Cara Merawat Cahaya Isra Mi’raj

    3 Cara Merawat Cahaya Isra Mi’raj

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Menjaga Shalat, Menjernihkan Hati, dan Meneguhkan Ketaatan   السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ […]

  • Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Belakangan ini muncul komunitas anak muda yang berasal dari Depok, Citayam dan Bojong Gede membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Mereka memunculkan fenomena baru disana, sebagai area publik untuk unjuk ekspresi. Lalu, muncullah ide kegiatan Citayam Fashion Week yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan, […]

  • Waspada Angin Kencang di Sebagian Besar Jawa Barat!   

    Waspada Angin Kencang di Sebagian Besar Jawa Barat!  

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Taliah yang berpotensi memicu angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan siklon tropis tersebut terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah tepatnya di 15,7°LS, 108,2°BT atau sekitar 920 […]

  • Unik! Inilah Cara Stand Up UIN Bandung, Kritik Politik Kampus melalui Komedi

    Unik! Inilah Cara Stand Up UIN Bandung, Kritik Politik Kampus melalui Komedi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Komedi dapat menjadi alat paling taktis dan efektif untuk menyuarakan banyak persoalan dewasa ini. Hal ini pula yang nampaknya dilakukan oleh kawan-kawan Stand Up UIN Bandung yang menggelar acara bertajuk, “PoLICIK: Politik Itu Licik” dengan tagline yang tak ubahnya ‘tepi jurang’, “Kuning, Merah, Hijau dan Warna lainnya gak mungkin gak tersinggung”.   Acara yang diselenggarakan […]

expand_less