Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » 5 Tips Menembus Scopus

5 Tips Menembus Scopus

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JAKARTA

Baik bagi mahasiswa maupun dosen, bisa memublikasikan jurnal yang terindeks oleh Scopus merupakan sebuah prestasi tersendiri. Namun, untuk bisa membuat jurnal yang tembus Scopus bukan hal yang mudah. Ada banyak langkah termasuk revisi yang mungkin harus kamu lalui untuk membuat jurnal yang kamu tulis dimuat.

Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali jurnal yang diterbitkan di dunia ini dengan riset berbeda-beda. Untuk meninjau sampai sejauh mana sebuah penelitian dilakukan serta mengecek data terbaru dari penelitian tertentu, dibutuhkan database. Database inilah yang menjadi tempat bagi para peneliti termasuk mahasiswa dan dosen untuk menerbitkan hasil tulisannya.

Mengenal Scopus

Ada banyak database yang selama ini dijadikan sebagai tempat publikasi artikel ilmiah dan jurnal. Ada WOS (Web of Science), SpeingerLink, Wiley, dan tentu saja Scopus. Dari database ini, peneliti bisa mencari artikel ilmiah maupun jurnal yang mereka butuhkan untuk penelitian mereka. Tak heran jika Scopus sangat diminati oleh para akademisi di berbagai belahan dunia.

Scopus sendiri merupakan layanan database dan pengindeks terbesar di dunia saat ini. Berada di bawah naungan perusahaan penerbit karya ilmiah Elsevier yang berpusat di Amsterdam, saat ini Scopus sudah mengindeks ribuan jurnal dan artikel dari seluruh dunia. Diperkirakan ada lebih dari 22.000 artikel jurnal yang berasal dari 5.000 penerbit yang terindeks Scopus.

Di Indonesia, memiliki jurnal yang terindeks Scopus merupakan prestasi tersendiri. Ketika kamu bisa tembus Scopus, artinya jurnal yang kamu tulis memiliki kualitas yang baik dan diakui secara internasional.

Tips Menembus Scopus

Meskipun banyak yang mengakui cukup sulit menembus Scopus, bukan berarti tidak ada trik yang bisa kamu coba. Simak beberapa di antaranya berikut ini!

1. Buat Jurnal dengan Minimal 20 Referensi

Menulis artikel atau jurnal dengan menggunakan 20 referensi memang bukan hal yang mudah. Namun, ini adalah langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk menguatkan tulisanmu. Jumlah referensi menjadi pertimbangan yang penting agar tulisanmu diakui.

2. Tulis Artikel dengan Tim

Untuk membuat sebuah penelitian yang bagus, kamu biasanya akan memerlukan rekan. Dengan memiliki tim yang solid, tugas melakukan penelitian akan jadi lebih ringan. Kamu juga bisa mendapatkan masukan untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang kamu buat. Kalau perlu, kamu bisa mengajak penulis lain yang sebelumnya sudah pernah memublikasikan tulisannya di Scopus. Cara ini umumnya cukup ampuh untuk membuat editor jurnal meloloskan tulisan kamu.

3. Nilai Plagiasi Maksimal 15%

Dalam penulisan jurnal ilmiah, plagiasi adalah hal yang tidak bisa diterima. Untuk memeriksa keaslian artikelmu, gunakan software plagiarism checker yang tersedia di internet. Kamu bisa menggunakan yang gratis maupun yang berbayar. Pastikan nilai plagiasi maksimal dari tulisanmu tidak lebih dari 15%.

Untuk saat ini, jurnal artikel dengan peringkat tertinggi Scopus mewajibkan nilai plagiasi tidak lebih dari 15%. Bahkan untuk artikel dengan peringkat terendah Scopus, nilai plagiasi maksimalnya hanya 20%.

4. Hindari Memasukkan Paper ke Predatory Journal

Predatory journal merupakan tempat publikasi jurnal yang tidak jelas asal-usulnya dan ini harus kamu hindari kalau tidak ingin tulisanmu ditolak Scopus. Bagaimana cara mengenali predatory journal ini? Jurnal yang berkualitas umumnya tidak akan mengirimkan ajakan kepada kamu untuk mengunduh paper di jurnal mereka.

5. Banyak Berlatih

Menulis jurnal yang bisa dipublikasikan di database internasional seperti Scopus tidak harus membahas tentang sains atau teknologi canggih saja. Kalau kamu belum terbiasa, berlatihlah menulis dengan membahas hal-hal yang mudah dan kamu kuasai. Bisa menulis jurnal yang menembus Scopus memang sebuah kebanggaan tersendiri. Meski kamu ditolak, jangan mudah menyerah dan coba lagi dengan menggunakan tips-tips di atas, ya!

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag – UIII Bahas Indonesia Sebagai Pusat Keilmuan Islam Dunia

    Menag – UIII Bahas Indonesia Sebagai Pusat Keilmuan Islam Dunia

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Menteri Agama, Nasaruddin Umar menerima Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jamhari Makruf di Kantor Pusat Kemenag RI, Jakarta. Keduanya membahas tentang konsep dan strategi memperkuat kepemimpinan Indonesia di tingkat global, terutama terkait pendidikan Islam dan toleransi. “Program Presiden Prabowo ke depan ingin menjadikan Indonesia lebih menginternasional. Jadi Kemenag ke depan, kita akan […]

  • Quantum I’tikaf Isyrak Masjid Miftahul Jannah

    Quantum I’tikaf Isyrak Masjid Miftahul Jannah

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      BANDUNG kanal31.com — I’tikaf di masjid hingga waktu isyrak (terbitnya matahari) memiliki banyak keutamaan, terutama karena seseorang terus berada dalam keadaan ibadah, berzikir, dan menyambut aktivitas harian. Beberapa keutamaan tersebut dijelaskan sejumlah hadis. Isyrak Senilai Amalan di Masjidil Haram مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ […]

  • Asyik! Sambut Ramadan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

    Asyik! Sambut Ramadan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais), Kementerian Agama (Kemenag), kembali meluncurkan program Dai (pendakwah) 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ada 500 Dai dan Daiyah yang akan dikirim untuk berdakwah selama Ramadan 1445 H/2024 M. “Saya mengapresiasi tekad dan dedikasi para Dai/Daiyah untuk menyampaikan syiar Islam di wilayah 3T. Tugas mulia ini membutuhkan keberanian, ketekunan, serta […]

  • Integrasikan Ilmu dan Agama, PBAK Psikologi UIN Bandung Perkuat Karakter ‘Berilmu, Islami, Berdampak’

    Integrasikan Ilmu dan Agama, PBAK Psikologi UIN Bandung Perkuat Karakter ‘Berilmu, Islami, Berdampak’

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Suasana penuh keberkahan dan semangat mewarnai pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Psikologi UIN Bandung tahun 2026. Acara, yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa baru S1 dan S2, ini menjadi momentum krusial dimulainya perjalanan akademik para insan akademis muda. ‎‎​Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi UIN […]

  • Dosen USU, Perjuangan Riset Daun Teh Gaharu, Si Tanaman Surga

    Dosen USU, Perjuangan Riset Daun Teh Gaharu, Si Tanaman Surga

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SUMATRA Siapa yang tidak mengenal gaharu? Tanaman kayu berpohon tinggi menjulang yang mashyur disebut tanaman surga ini merupakan tumbuhan tropis yang memiliki banyak manfaat, terutama pada bagian getah membeku dari batang, yang disebut gubal. Komposisi kimia dalam gubal gaharu memberikan manfaat tersendiri, antara lain sebagai parfum, obat batuk, anti bakteri, anti jamur, dan insektisida. Kayu […]

  • Kisah Perjuangan Calon PPPK, Ikuti Tes SKTT dalam Suasana Duka Kematian Suami

    Kisah Perjuangan Calon PPPK, Ikuti Tes SKTT dalam Suasana Duka Kematian Suami

    • calendar_month Senin, 30 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MAROS, KANAL31.COM –Ada banyak cerita perjuangan para calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kemenag. Salah satunya adalah Hasanah, calon peserta seleksi calon PPPK Maros, Provinsi Sulsel. Dia harus mengikuti Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) calon PPPK dalam suasana duka karena dari titik lokasi ujian mendengar kabar bahwa suami meninggal. Hasanah selama ini bekerja sebagai […]

expand_less