Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Guru Besar Unpad Beberkan Peran Penting Editor dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Guru Besar Unpad Beberkan Peran Penting Editor dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Sen, 25 Jul 2022
  • comment 0 komentar

SPI-SUMEDANG 

Artikel dalam jurnal ilmiah berkontribusi besar bagi pengembangan keilmuan. Untuk itu, editor berperan penting dalam menjadi suatu artikel ilmiah menjadi artikel berkualitas yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

“Editor bertugas mengelola dan mengembangkan jurnal sehingga bereputasi, termasuk juga isi dari jurnal itu tanggung jawab editor,” kata Guru Besar Fakultas MIPA yang juga Ketua Functional Nano Powder University Center of Excellence (FiNder U-CoE) Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc., dilansir dari laman FKG Unpad, Minggu, (24/7/2022)

Menurut Made, editor bertugas memastikan tujuan, ruang lingkup, dan konten selaras dengan kajian-kajian baru. Dalam hal ini, editor juga berperan menentukan strategi dan promosi dari jurnal ke depan.

Melalui tangan seorang editor, jurnal ilmiah akan menghasilkan artikel yang menarik, mampu menarik minat pembicara dengan tema-tema tertentu dan belum umum diketahui, serta berkontribusi bagi pengembangan keilmuan.

Selain kapasitas seorang editor, dalam proses peer review juga memerlukan keahlian dan peran penting reviewer. Untuk menjadi reviewer yang baik, seseorang harus memahami proses peer review dan peran reviewer.

“Journal staff menerima manuskrip dan memperlancar komunikasi sesama penulis dan reviewer juga proses bagaimana produksi nanti, dan sebagai reviewer kita memberikan manuskrip serta memberikan rekomendasi berkaitan dengan concern dari jurnal tersebut,” kata Made.

Proses peer review diperlukan karena kualitas artikel harus dijaga originalitasnya, kemudian untuk mengetahui apa saja temuan-temuan, mendeteksi kecurangan atau plagiarisme, yang menjadi bagian peer review yang dilakukan.

Proses peer review merupakan cara untuk memastikan kualitas dan kredibilitas publikasi akademik. Saat peer review, artikel penulis melalui proses verifikasi oleh editor dan reviewer sebelum diterbitkan.

“Dari proses penulisan sampai screening sebelum proses review, editor di awal akan men-screening juga. Lalu masuk ke peer review, ketika editor sudah cukup masuk ke reviewer, mencari reviewer untuk ditugaskan sebagai pemeriksa tulisan. Sehingga akhirnya tulisan itu bisa langsung diterima atau dikembalikan,” jelas Made.

Beberapa kendala dalam proses peer review, di antaranya memaksakan jurnal yang berbeda lingkupnya, sehingga proses review-nya menjadi lambat. Selain itu kendala juga dapat terjadi saat mendeteksi kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi.

Hal-hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan yang termasuk ke dalam etika reviewer. Reviewer tidak boleh memberikan kritik secara personal terhadap penulis, harus obyektif dan suportif, untuk membantu penulis supaya artikelnya lebih bagus.

“Berusaha sangat informatif terhadap penulis agar informasi dapat dipahami. Pastikan juga editor atau reviewer tidak memiliki conflicts of interest atau mempunyai relasi tertentu,” kata Made

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yang Kecewa Pada Prabowo Pasti Tak Suka Membaca Ini

    Yang Kecewa Pada Prabowo Pasti Tak Suka Membaca Ini

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Saya ingin menjelaskan psikologi Presiden Prabowo. Bukan membelanya tapi menjelaskan. Setuju atau tidak, terserah, bebas. Saya mengajak untuk memahami, bukan sekadar memuncratkan kekesalan dan kemarahan. Atau karena mengkritiknya dengan pedas lalu kita merasa sudah hebat dan jadi pahlawan rakyat. Prabowo sudah banyak sekali menerima kritik, dihujat, dilecehkan dll. Gak masalah itu hak rakyat. […]

  • Rektor UIN Bandung Rawan Gugatan Hukum?

    Rektor UIN Bandung Rawan Gugatan Hukum?

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    kanal31.com- Masa jabatan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung berakhir pada 23 Juli 2023. Prof Mahmud, yang saat menjabat Rektor UIN Bandung, dipastikan tidak lagi mencalonkan karena periode saat ini adalah periode ke-2. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pihak UIN Bandung melakukan persiapan Pemilihan Rektor untuk periode 2023-2027. Bahkan […]

  • Tingginya Kekerasan Seksual Anak, Cucun Nilai Masalah Lingkungan Sosial Harus Diperhatikan

    Tingginya Kekerasan Seksual Anak, Cucun Nilai Masalah Lingkungan Sosial Harus Diperhatikan

    • calendar_month Jum, 27 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA KANAL31.COM — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengecam keras tindakan kekerasan seksual pada anak dan balita yang belakangan sedang marak terjadi. Cucun meminta Pemerintah untuk mengambil langkah preventif agar kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang kembali.   “Saya prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut menjadi alarm […]

  • Pandji dan Humor Politik 

    Pandji dan Humor Politik 

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Humor politik adalah sublimasi kesadaran tertinggi atas kekecewaan dan penderitaan rakyat pada praktik politik kekuasaan. Rakyat menertawakan para politisi melalui humor untuk melepaskan beban-beban kekecewaan dan penderitaan yang menghimpit. Humor politiknya Pandji Pragiwaksono, dalam stand up komedi Mens Rea, mengingatkan saya pada sebuah buku laris. Tahun 1982, terbit buku “Russia Dies Laughing” terbitan […]

  • RA Kartini dan Persilangan Mentalitas

    RA Kartini dan Persilangan Mentalitas

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Sebuah Spiritualitas di Titik Balik BANDUNG kanal31.com   Sosok Raden Ajeng Kartini (selanjutnya ditulis RA Kartini) merupakan sebuah entitas korpus utuh yang memiliki dimensi yang kompleks. Oleh karen itu, untuk menyusun narasinya dengan kacamata sejarah sosial berarti kita tidak boleh melihatnya sekadar sebagai pahlawan emansipasi yang terisolasi (the isolated women). Pengkajiannya harus memandangnya sebagai sebuah […]

  • 3 Akar Penyakit Politik Indonesia

    3 Akar Penyakit Politik Indonesia

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Delapan puluh tahun setelah merdeka, persoalan utama Indonesia bukanlah terletak pada kurangnya ideologi, kurangnya konstitusi, atau kurangnya sumber daya alam. Masalah utamanya adalah adanya beberapa penyakit kronis yang terus menggerogoti Indonesia sejak merdeka hingga kini.   Penyakit pertama: Kegagalan membangun karakter kekuasaan   Kita memiliki Pancasila sebagai cita-cita luhur, UUD yang cukup lengkap, […]

expand_less