Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » 6 Tips Agar Jurnal Anda Masuk Scopus

6 Tips Agar Jurnal Anda Masuk Scopus

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
  • comment 0 komentar

SPI-SEMARANG

Ketatnya persaingan supaya mendapatkan lisensi dari Scopus membuat dosen atau penulis jurnal harus benar-benar memperhatikan detail penelitian yang ditulis. Berikut ini beberapa panduan menulis jurnal supaya jurnal Anda masuk Scopus.

Scopus adalah salah satu database (pusat data) sitasi atau literatur ilmiah yang dimiliki oleh penerbit terkemuka dunia, Elsevier. Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004. Scopus biasanya bersaing ketat dengan Web of Science (WOS) yang diterbitkan oleh Thomson Reuters yang juga menjadi pusat data terbesar di dunia.

  1. Ketahui Pangsa Pasar

Sebelum menulis jurnal sebaiknya pikirkan dahulu untuk siapa dan tujuannya apa. Dari sanalah kemudian Anda akan menemukan sasaran pasar jurnal yang tepat. Sederhananya cara ini dapat menentukan sasaran pasar, kepada siapa jurnal tersebut Anda tujukan. Penting untuk diketahui terkait minat pembaca, ketahui apa-apa yang paling diminati oleh kebanyakan pembaca dan ketika Anda menulis ingatlah calon pembacanya.

  1. Manuscript Jurnal yang Bagus

Langkah selanjutnya, Anda perlu membuat manuscript jurnal yang mudah dipahami. Pembuatan manuscript jurnal yang baik akan memudahkan pembaca dalam memahami isinya. Perlu Anda cermati dua hal penting agar pembuatan manuscript dapat optimal yaitu konten dan presentasi. Anda juga bisa membaca beberapa jurnal yang telah masuk scopus sebagai referensi penulisan.

Konten jurnal yang Anda buat perlu dipikirkan mengenai kemanfaatannya di masyarakat secara umum. Jika sudah memiliki kemanfaatan yang tinggi, tuliskan dalam bentuk narasi yang semenarik mungkin. Supaya paper atau jurnal Anda mudah dipahami oleh pembaca, sampaikan informasi melalui tulisan secara jelas dan dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, jurnal Anda akan dicari dan dapat direkomendasikan di scopus.

  1. Banyak Latihan Menulis Jurnal

Perlu diketahui bahwa menulis jurnal tidak seperti menulis artikel biasa atau buku harian. Menulis jurnal memerlukan keahlian menulis yang baik, setidaknya Anda bisa memilih kata yang pas, tidak bertele-tele, dan yang terpenting mudah dipahami. Seperti yang diketahui, menulis bukanlah sebuah bakat, namun lebih mengarah ke kemampuan. Jadi tak ada alasan untuk mengatakan tidak bisa menulis jurnal. Semua bisa, asalkan tekad untuk belajar.

Kemampuan dalam penulisan akan semakin terasah jika frekuensi penulisan semakin tinggi. Jadi tidak ada alasan ‘Bosan’ dalam menulis jurnal ilmiah ini. Menulis membutuhkan kemampuan yang selalu terasah.

Apabila Anda sudah terbiasa dalam menulis jurnal maka akan semakin banyak paper Anda yang diterima di jurnal bereputasi. Selain itu, kesempatan mendapatkan ide-ide dalam menulis juga semakin terbuka.

  1. Buat Tulisan yang Paling Mudah

Jurnal yang dipublikasikan di jurnal Internasional tidak melulu terkait tentang sains, teknologi canggih termutahir saja. Anda juga bisa menulis jurnal yang berkaitan tentang inovasi-inovasi dalam aplikasi teknologi lama. Namun perlu Anda ketahui bahwa yang memiliki peluang tertinggi untuk published adalah yang pertama menulis tentang sesuatu. Tapi kalau Anda masih tahap awal menulis jurnal dan belum menemukan gagasan yang cocok, tak masalah jika Anda membahas inovasi-inovasi dalam aplikasi teknologi lama.

  1. Buatlah Pembaca Tertarik dengan Jurnal Anda

Membuat tertarik pembaca jurnal adalah hal yang penting, apalagi jika Anda ingin jurnal masuk ke dalam Scopus. Pembaca jurnal adalah koreksi terbaik untuk jurnal Anda, karena tidak ada yang membaca jurnal Anda lebih teliti dari pembaca.

Akan lebih menarik lagi jika jurnal yang Anda buat menggunakan referensi dari hasil penelitian pembaca. Boleh kok dilakukan, asalkan benar-benar mendukung paper yang Anda buat tadi.

  1. Sejauh Mungkin Hindari Plagiarimse

Poin yang harus sangat-sangat diperhatikan. Apapun karya ilmiah yang Anda tulis, jangan sampai hasil plagiat alias copy-paste. Ibaratnya, sebaik apapun karya ilmiah yang Anda tulis, jika hasil dari copy-paste karya orang lain pasti tidak akan mendapatkan apresiasi dari khalayak umum. Bahkan Anda masih dianggap plagiat jika copy-paste dari hasil karya Anda sendiri yang sudah publish. Maka dari itu, sebisa mungkin hindarilah tindakan tersebut.

Selanjutnya, Prof. Dr. Istadi, ST. MT., dosen teknik kimia Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, memberikan cara bagaimana cara yang mudah mengindeks Jurnal;

Indeksasi Jurnal  misalnya: Google Scholar, DOAJ, Portal Garuda DIKTI, EBSCO, CrossRef/DOI, Scopus, Thomson Reuters.

  1. Google Scholar
  2. Login ke email Gmail, buat akun baru “namajurnalanda@gmail.com”
  3. Buka Google Scholar di htt[://scholar.google.com
  4. Klik di My Citations
  5. Buat dulu Profilnya serta lakukan verifikasi
  6. Isikan Metadata untuk Profil Per parper Apakah metadata itu? Metadata berisi: judul, Abstrak, nama penulis, dan keywords”
  7. DOAJ
  8. buka portal DOAJ
  9. Jurnal harus sudah open Access
  10. Portal kita buat dalam bahawa inggris walaupun artikel-artikel jurnal kita berbahasa indonesia
  11. Title dan lainnya harus berbahasa inggris.
  12. SCOPUS dan Thomson Reuters buka www.scopus.com
  13. Adanya peer- reviewed.
  14. Keberkalaan jurnal yang kontinyu dan tidak terputus.
  15. Referen in Roman Script and English Language. Khususnya pada Abstract dan Title (walaupun isi jurnal berbahasa lain seperti Arab ataupun Indonesia).
  16. Hindari Publication Ethics artinya plagiarisme.
  17. Pastikan multikultural pada tiap editor, reviewer, writer kalo bisa dari 5 benua (Amerika, Australia, Asia, Eropa, dan Afrika).
  18. DOI buka pada http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.8.1.4394.14-33

Yang mungkin menjadi pertanyaan sebagian banyak orang adalah, mengapa jurnal hasil penelitian harus terindeks di Scopus atau Thomson, bukankah juga bisa mengindeks secara mandiri dengan akreditasi dan penilaian dari Indonesia?

Prof. Istadi menjawab, bahwa saat ini jurnal di Indonesia jika ingin terindeks atau dinilai oleh Internasional lembaga atau organisasi yang menaungi dan pertama melakukannya adalah Scopus. Sementara ini baru bisa mengikuti aturan tersebut. Jika nanti Indonesia ingin membuat sistem indeksasi itu dipersilakan.

Demikian ulasan tentang bagaimana jurnal Anda masuk Scopus. Jika masih merasa belum puas, Anda dapat melakukan kajian dan mencari sumber pedoman lain. Semoga ulasan ini bermanfaat.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

    Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Majelis Ulama Indonesi (MUI) dinilai mempunyai potensi untuk menjembatani berbagai kubu yang berbeda kepentingan. Hal ini berangkat dari perlunya mewadahi keragaman ormas Islam di Indonesia agar tidak mudah dipecah-belah. MUI memiliki peran sebagai forum silaturahim yang menjembatani keragaman tersebut. “MUI itu sebetulnya tidak berada di posisi kanan atau kiri, tapi dia independen. Karenanya MUI […]

  • Komitmen Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara, Kemenag Sabet Terbaik III

    Komitmen Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara, Kemenag Sabet Terbaik III

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) Pusdiklat Tenaga Administrasi Balitbang Diklat Kemenag meraih prestasi dalam komitmen pengembangan SDM pengelola keuangan negara (PKN). Pusdiklat Kemenag meraih terbaik III pada acara yang digelar Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan ini diberikan pada gelaran Forum Koordinasi Pembelajaran Keuangan Negara. Mengusung tema Standardisasi Kompetensi SDM dalam Rangka Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan […]

  • Menag, Pesantren Pilar Peradaban Bangsa

    Menag, Pesantren Pilar Peradaban Bangsa

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com –Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut pondok pesantren sebagai lembaga yang telah mengabdikan diri untuk membangun peradaban bangsa selama berabad-abad lamanya. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber utama dalam kegiatan Dialog Interaktif dan Podcast bersama Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) secara virtual. Dialog ini membahas peran strategis Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama […]

  • Nikmati Kopi Romantis dengan Konsep Baru dan Harga Bersahabat

    Nikmati Kopi Romantis dengan Konsep Baru dan Harga Bersahabat

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Kota Bandung kembali memiliki tempat ngopi baru dengan konsep unik, yaitu Kopi Romantis. Berdiri sejak 1 November 2024, Kopi Romantis berlokasi di Jalan Sabang No. 21A, Cihapit. Berbeda dengan kafe pada umumnya, Kopi Romantis mengusung konsep raw unfinish, yakni desain sederhana dengan budget minimalis, namun tetap nyaman dan homey. Pemilik Kopi Romantis, […]

  • UIN Bandung Ultimatum BJBS, Beri Tenggat hingga 10 Juni

    UIN Bandung Ultimatum BJBS, Beri Tenggat hingga 10 Juni

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memberi Ultimatum pihak Bank Jabar Syariah (BJBS) untuk menyelesaikan gangguan layanan aplikasi online yang telah berlangsung hampir tiga pekan. Akibat gangguan tersebut, Dosen, Karyawan, dan sejumlah Mahasiswa peraiha beasiswa mengalami kesulitan mengambil gaji dan terpaksa harus mengambil secara manual. Wakil Rektor II UIN […]

  • Sunan Ampel di Persimpangan Budaya

    Sunan Ampel di Persimpangan Budaya

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Objektivitas Etika dan Arsitektur Literasi Islam di Nusantara  Kanal31.com — Menapaki tinggalan sejarah cukup memberikan nuansa dan makna tersendiri bagi penelusurnya. Tentunya, Sejarah bukan sekadar deretan angka mati atau kronologi linear yang harus dihapal untuk ujian, melainkan sebuah struktur yang bernapas dalam bentangan “longue durée” (bentangan durasi panjang).   Jika kita memandang Jawa melalui lensa Denys […]

expand_less