Kamis, 4 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat. Apa Aja

6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat. Apa Aja

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini.

 

1. Membersihkan dan Menghias Rumah

 

Menjelang Imlek, masyarakat biasanya melakukan tradisi bersih-bersih rumah. Kegiatan ini melambangkan pembuangan kesialan dan membuka jalan bagi keberuntungan di tahun yang baru. Setelah itu, rumah dihias dengan pernak-pernik bernuansa merah seperti lampion dan hiasan bertuliskan huruf keberuntungan.

 

2. Pertunjukan Barongsai dan Liong

 

Atraksi Tari Barongsai dan Tari Liong menjadi bagian yang paling dinantikan saat Imlek. Pertunjukan ini dipercaya membawa keberuntungan sekaligus mengusir energi negatif. Biasanya, barongsai tampil di pusat perbelanjaan, klenteng, hingga ruang publik.

 

3. Tradisi Angpao

 

Angpao atau amplop merah berisi uang diberikan oleh mereka yang telah menikah kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Warna merah pada amplop melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan.

 

4. Makan Malam Bersama Keluarga

 

Malam sebelum Imlek diisi dengan makan malam bersama keluarga besar. Tradisi ini menjadi simbol persatuan dan keharmonisan. Hidangan seperti ikan, kue keranjang, dan jeruk mandarin memiliki makna filosofis berupa harapan akan kelimpahan rezeki dan kehidupan yang manis.

 

5. Menyalakan Petasan dan Kembang Api

 

Suara petasan dan gemerlap kembang api turut memeriahkan suasana pergantian tahun. Secara tradisional, bunyi petasan dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa suasana baru yang penuh semangat.

 

6. Sembahyang dan Doa

 

Sebagian masyarakat Tionghoa melaksanakan sembahyang di rumah maupun di klenteng sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta memanjatkan doa untuk kesehatan, keselamatan, dan rezeki di tahun mendatang.

 

Perayaan Imlek bukan sekadar pesta tahunan, melainkan momen refleksi, mempererat tali keluarga, serta menumbuhkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Makna Pergantian Tahun

    Makna Pergantian Tahun

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — TAHUN Baru biasanya ditandai berakhirnya penanggalan. Ia berganti jadi yang baru. Sebuah masa yang belum dialami sebelumnya dan insya Allah disongsong. Setiap tanggal 1 Januari masyarakat dunia merayakan Tahun Baru Masehi. Tak jarang sebagian umat Islam pun ikut. Hal ini dkarenakan ketidaktahuan bahwa Islam pun mempunyai sistem penanggalan tersendiri. Hijriyah nama kalender Islam, […]

  • Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu kisah penting dalam album sejarah intelektual dunia. Kepergian Jurgen Habermas tidak hanya menutup perjalanan seorang filsuf, tetapi meninggalkan gema panjang tentang satu hal yang semakin jarang kita rawat: […]

  • Asyiknya Sensasi Makan Besar Bersama Keluarga di Kurnia Seafood Bandung

    Asyiknya Sensasi Makan Besar Bersama Keluarga di Kurnia Seafood Bandung

    • calendar_month Sab, 7 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Kota Bandung dikenal sebagai surganya kuliner, tak heran jika banyak beragam kuliner yang bisa dijumpai di setiap sudut kota. Mulai dari jajanan tradisional, cake and bakery, western, atau bahkan olahan seafood. Jika anda sedang berkunjung ke Kota Bandung, ada rekomendasi kuliner Bandung yang wajib dicoba ketika berlibur bersama keluarga. Kurnia Seafood menjadi […]

  • Menag Teken MoU dengan 6 K/L, Resmikan Perpustakaan dan Website JDIH 2.0

    Menag Teken MoU dengan 6 K/L, Resmikan Perpustakaan dan Website JDIH 2.0

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian Agama dengan enam kementerian/lembaga, meresmikan Perpustakaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), serta meluncurkan Website JDIH Kemenag 2.0, di Jakarta, Selasa (19/8/2025).   Penandatanganan MoU dilakukan bersama Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Kelautan dan Perikanan […]

  • Asyik! KKN UIN Bandung 2022 Padukan Penelitian dan Pengabdian

    Asyik! KKN UIN Bandung 2022 Padukan Penelitian dan Pengabdian

    • calendar_month Sen, 13 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2022, setelah dua tahun dilaksanakan dari rumah (DR), kali ini enam jenis pelaksanaan KKN siap dilandingkan secara luring pada rentang waktu 25 Juli sampai 25 Agustus 2022. “Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) telah berkoordinasi dengan Rektorat, Dekanat, serta Prodi, melalui workshop […]

  • Terobosan Baru Dr. Yayan dari UIN Bandung Berbasis Qiyas Syafi’i: Gono-gini tak Harus 50:50

    Terobosan Baru Dr. Yayan dari UIN Bandung Berbasis Qiyas Syafi’i: Gono-gini tak Harus 50:50

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Selama ini, pembagian harta bersama atau gono-gini pasca-perceraian sering kali dipatok kaku pada angka 50:50. Namun, sebuah riset hukum terbaru dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menawarkan perspektif revolusioner: Keadilan harus diukur, bukan sekadar dibagi rata. Dalam sidang terbuka promosi doctor, Kamis (19/02/2026), Dr. H. Yayan Khaerul Anwar, M.Ag. […]

expand_less