Breaking News:
Beranda » HUMANIORA » Dosen UGM Kembangkan Metode Pemetaan Padang Lamun

Dosen UGM Kembangkan Metode Pemetaan Padang Lamun

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-YOGYAKARTA

Dosen Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi UGM, Dr. Pramaditya Wicaksono, M.Sc.,dan tim mengembangkan metode pengolahan data pengindraan jauh untuk memetakan padang lamun secara akurat, efektif, dan efisien.

Pengembangan teknologi tersebut berawal dari keprihatinan Pramaditya akan belum optimalnya pengelolaan padang lamun Indonesia. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem karbon biru (blue carbon) di wilayah pesisir yang didominasi vegetasi lamun (angiosperm). Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati padang lamun dunia dan memiliki 5%-10% luas padang lamun dunia.

Tak seperti mangrove atau terumbu karang, padang lamun merupakan ekosistem yang jarang disinggung. Namun, padang lamun sangat berperan menjaga kelangsungan hidup biota laut, membuat air laut jernih, dan menjadi stabilisator sedimen perairan. Tumbuhan air berbunga tersebut juga melindungi bumi karena mampu mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dan mitigasi perubahan iklim.

Meskipun luasnya kurang dari 1% dari lautan bumi, namun padang lamun menyimpan sekitar 18% total karbon di laut. Kemampuan padang lamun dalam menyerap karbon dan menguburnya dalam sedimen mencapai lebih dari 30 kali lipat lebih tinggi daripada hutan hujan tropis, yang selama ini dikenal sebagai ekosistem penyerap karbon yang tinggi. Fakta tersebut menempatkan padang lamun menjadi ekosistem carbon sink yang paling efektif dan efisien di bumi.

Mengkaji padang lamun sejak 2010 silam, saat ini ia  mengembangkan tools pengolahan citra digital pengindraan jauh untuk kebutuhan pemetaan stok karbon atas permukaan dan sekuestrasi karbon ekosistem padang lamun secara otomatis. Banyak pihak terlibat mulai dari dosen, peneliti, hingga mahasiswa. Institusi dalam negeri di antaranya Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (sekarang menjadi Pusat Riset Oseanografi BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Informasi Geospasial, Universitas Hasanuddin, dan Lapan (sekarang menjadi Pusat Riset Antariksa BRIN). Lembaga luar negeri di antaranya The University of Queensland, Wageningen University and Research, dan TH Koeln (Cologne University of Applied Sciences).

Pramaditya menyebutkan nilai ekonomi jasa ekosistem padang lamun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem karbon biru lain seperti hutan mangrove dan terumbu karang. Valuasi ekosistem padang lamun mencapai 19.004 USD/ha/tahun. Sementara hutan mangrove 9.990 USD/ha/tahun dan terumbu karang 6.075 USD/ha/tahun.

“Namun, jasa ekosistem padang lamun tersebut belum banyak mendapat eksposur dan masih kalah populer jika dibandingkan dengan ekosistem karbon biru lain seperti terumbu karang dan hutan mangrove,” terang Ketua Program Studi Sarjana Kartografi dan Penginderaan Jauh UGM ini.

Pengelolaan Belum Optimal

Adanya charisma gaps terkait pentingnya ekosistem padang lamun menyebabkan kurangnya pengelolaan khusus terkait ekosistem ini, termasuk di Indonesia. Padahal, 30% padang lamun dunia saat ini telah hilang dan diperkirakan luas padang lamun di dunia berkurang hampir 1 hektare setiap 30 menit atau 2-5% per tahun. Jika dibandingkan dengan usaha pemulihan terumbu karang dan hutan mangrove, aktivitas pemulihan padang lamun jauh lebih sedikit jumlahnya.

Estimasi luas padang lamun di Indonesia yang sudah divalidasi oleh Pusat Riset Oseanografi-BRIN (PRO-BRIN) dan dipublikasikan dalam buku Status Padang Lamun Indonesia 2018 baru seluas 293.464 ha atau sekitar 16 – 35% dari potensi luasan padang lamun di Indonesia. Meskipun demikian, pengelolaan padang lamun di Indonesia belum optimal.

“Ini terlihat dari belum masuknya program pemetaan padang lamun secara khusus dalam PerPres RI Nomor 23 Tahun 2021,” ujarnya.

Koordinator Coastal Biodiversity Remote Sensing Research Group, Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi UGM ini menyebutkan pengelolaan ekosistem padang lamun perlu dikalukan secara berkelanjutan. Upaya yang dapat dilakukan dengan menyediakan informasi distribusi spasial dan temporal padang lamun beserta informasi biofisiknya, seperti variasi spesies, persentase tutupan, biomassa, cadangan karbon, dan laju serapan karbonnya. Ketersediaan informasi tersebut secara multi temporal sangat penting untuk melihat dinamika yang terjadi pada ekosistem padang lamun. Informasi yang tidak kalah pentingnya adalah perubahan dan berkurangnya luas padang lamun di Indonesia dan berbagai penyebabnya.

“Butuh waktu panjang, personel dengan kompetensi khusus, dan dana yang besar untuk survei konvensional padang lamun di Indonesia. Ditambah minimnya data historis terkait distribusi spasial dan temporal padang lamun. Karenanya kami terus mengembangkan metode pengolahan data pengindraan jauh untuk memetakan padang lamun,” urainya

Inderaja Sebagai Solusi

PRO-BRIN sebagai walidata padang lamun untuk memanfaatkan data penginderaan jauh (inderaja) dalam memvalidasi luas padang lamun Indonesia hingga tahun 2018. Hal ini selaras dengan rekomendasi aksi dari PBB (UNEP) terkait pengelolaan padang lamun yang menyebutkan bahwa penginderaan jauh menjadi pendekatan utama dalam melengkapi global dataset distribusi spasial padang lamun yang masih belum lengkap. Selain itu memetakan jasa ekosistem padang lamun yang saat ini masih sangat terbatas.

“Mengingat luasnya ekosistem karbon biru di Indonesia, apabila informasi tersebut dapat diperoleh dan Indonesia berhasil memasukkan kontribusi ekosistem karbon biru ke dalam NDCs, peran Indonesia dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim akan semakin signifikan,” katanya

Sejak 2013 Coastal Biodiversity Remote Sensing Research Group Fakultas Geografi UGM terus mengembangkan berbagai metode penginderaan jauh untuk memetakan berbagai macam parameter ekosistem karbon biru termasuk padang lamun dan hutan mangrove. Beberapa diantaranya adalah metode pemetaan distribusi spasial dan temporal, spesies, persentase tutupan, leaf area index, cadangan karbon, dan serapan karbon padang lamun.

Khusus padang lamun, melalui research group ini juga telah mengembangkan perpustakaan spektral (spectral library) berbagai spesies lamun di Indonesia. Tak hanya itu kini juga tengah mengembangkan algoritma dan toolbox untuk pemetaan cadangan dan serapan karbon padang lamun secara otomatis. Dalam memetakan dan memantau dinamika padang lamun, serta menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap perubahan luas tutupan padang lamun dan runtuhnya ekosistem padang lamun dilakukan bersama dengan PRO BRIN dan Wageningen University.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Konsep Moderasi Beragama Ala Rektor UIN Lampung

    Inilah Konsep Moderasi Beragama Ala Rektor UIN Lampung

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof Wan Jamaluddin Z. mengungkapkan konsep, prinsip, serta strategi agar moderasi beragama bisa mengalami akselerasi dan penguatan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Rektor, moderasi beragama memiliki arti mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan moral dan watak sebagai ekspresi sikap keagamaan individu atau kelompok tertentu di tengah keberagaman dan […]

  • Dongeng Sunda Akar Kearifan Nusantara

    Dongeng Sunda Akar Kearifan Nusantara

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menyebut, dongeng Sunda sebagai akar dari kearifan Nusantara yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.   Hal ini disampaikannya saat membuka Festival 101 Dongeng Sunda Wa Kepoh yang digelar di Teater Tertutup Dago Tea House.   Dongeng bukan sekadar hiburan masa kecil, tetapi sarana edukasi […]

  • UIN Bandung Sabet Peringkat 4 Nasional Pengelola JDIHN Terbaik Berpredikat Istimewa

    UIN Bandung Sabet Peringkat 4 Nasional Pengelola JDIHN Terbaik Berpredikat Istimewa

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com —UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kampus Islam negeri ini sukses menempati peringkat keempat nasional sebagai pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Terbaik Kategori Perguruan Tinggi. Penghargaan bergengsi dengan predikat AA (Istimewa) dan skor kinerja gemilang 95 ini dianugerahkan langsung oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional […]

  • Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

    Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Tadi siang saya bikin quote, kalau ente merasa telur ayam naik, bertelur sendiri. Warga Koptagul mendidih. Sekarang quote baru, “Kalau merasa hukum tak bisa lagi adil, bikin hukum sendiri.” Quote ngaco jangan disitasi ya!   Kalau Piala Dunia nanti pukul 04.00 pagi mempertemukan Prancis melawan Inggris untuk berebut posisi ketiga, hukum Indonesia […]

  • Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

    Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi membuat putusan penting terkait pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Salah satu amar putusan tersebut adalah sebagai berikut. …. ”Jika syarat publikasi dalam jurnal internasional bereputasi tetap akan dipertahankan untuk memperoleh jabatan akademik profesor, maka tulisan yang telah dimuat tidak perlu dilakukan review ulang oleh reviewer […]

  • 3 Pasangan Selebritas Rayakan Malam Natal di Luar Negeri

    3 Pasangan Selebritas Rayakan Malam Natal di Luar Negeri

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Merayakan Natal bersama keluarga adalah hal yang ditunggu-tunggu karena momen spesial yang datang setahun sekali. Selain di Indonesia, beberapa selebritas merayakan semarak Natal di luar negeri untuk pengalaman lain pada perayaan tahun ini. Dilansir dari laman Antara, berikut ini tiga artis yang merayakan Natal di luar negeri yang dipantau dari media sosial […]

expand_less