Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Dosen UGM Kembangkan Metode Pemetaan Padang Lamun

Dosen UGM Kembangkan Metode Pemetaan Padang Lamun

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
  • comment 0 komentar

SPI-YOGYAKARTA

Dosen Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi UGM, Dr. Pramaditya Wicaksono, M.Sc.,dan tim mengembangkan metode pengolahan data pengindraan jauh untuk memetakan padang lamun secara akurat, efektif, dan efisien.

Pengembangan teknologi tersebut berawal dari keprihatinan Pramaditya akan belum optimalnya pengelolaan padang lamun Indonesia. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem karbon biru (blue carbon) di wilayah pesisir yang didominasi vegetasi lamun (angiosperm). Indonesia merupakan pusat keanekaragaman hayati padang lamun dunia dan memiliki 5%-10% luas padang lamun dunia.

Tak seperti mangrove atau terumbu karang, padang lamun merupakan ekosistem yang jarang disinggung. Namun, padang lamun sangat berperan menjaga kelangsungan hidup biota laut, membuat air laut jernih, dan menjadi stabilisator sedimen perairan. Tumbuhan air berbunga tersebut juga melindungi bumi karena mampu mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan dan mitigasi perubahan iklim.

Meskipun luasnya kurang dari 1% dari lautan bumi, namun padang lamun menyimpan sekitar 18% total karbon di laut. Kemampuan padang lamun dalam menyerap karbon dan menguburnya dalam sedimen mencapai lebih dari 30 kali lipat lebih tinggi daripada hutan hujan tropis, yang selama ini dikenal sebagai ekosistem penyerap karbon yang tinggi. Fakta tersebut menempatkan padang lamun menjadi ekosistem carbon sink yang paling efektif dan efisien di bumi.

Mengkaji padang lamun sejak 2010 silam, saat ini ia  mengembangkan tools pengolahan citra digital pengindraan jauh untuk kebutuhan pemetaan stok karbon atas permukaan dan sekuestrasi karbon ekosistem padang lamun secara otomatis. Banyak pihak terlibat mulai dari dosen, peneliti, hingga mahasiswa. Institusi dalam negeri di antaranya Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (sekarang menjadi Pusat Riset Oseanografi BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Informasi Geospasial, Universitas Hasanuddin, dan Lapan (sekarang menjadi Pusat Riset Antariksa BRIN). Lembaga luar negeri di antaranya The University of Queensland, Wageningen University and Research, dan TH Koeln (Cologne University of Applied Sciences).

Pramaditya menyebutkan nilai ekonomi jasa ekosistem padang lamun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem karbon biru lain seperti hutan mangrove dan terumbu karang. Valuasi ekosistem padang lamun mencapai 19.004 USD/ha/tahun. Sementara hutan mangrove 9.990 USD/ha/tahun dan terumbu karang 6.075 USD/ha/tahun.

“Namun, jasa ekosistem padang lamun tersebut belum banyak mendapat eksposur dan masih kalah populer jika dibandingkan dengan ekosistem karbon biru lain seperti terumbu karang dan hutan mangrove,” terang Ketua Program Studi Sarjana Kartografi dan Penginderaan Jauh UGM ini.

Pengelolaan Belum Optimal

Adanya charisma gaps terkait pentingnya ekosistem padang lamun menyebabkan kurangnya pengelolaan khusus terkait ekosistem ini, termasuk di Indonesia. Padahal, 30% padang lamun dunia saat ini telah hilang dan diperkirakan luas padang lamun di dunia berkurang hampir 1 hektare setiap 30 menit atau 2-5% per tahun. Jika dibandingkan dengan usaha pemulihan terumbu karang dan hutan mangrove, aktivitas pemulihan padang lamun jauh lebih sedikit jumlahnya.

Estimasi luas padang lamun di Indonesia yang sudah divalidasi oleh Pusat Riset Oseanografi-BRIN (PRO-BRIN) dan dipublikasikan dalam buku Status Padang Lamun Indonesia 2018 baru seluas 293.464 ha atau sekitar 16 – 35% dari potensi luasan padang lamun di Indonesia. Meskipun demikian, pengelolaan padang lamun di Indonesia belum optimal.

“Ini terlihat dari belum masuknya program pemetaan padang lamun secara khusus dalam PerPres RI Nomor 23 Tahun 2021,” ujarnya.

Koordinator Coastal Biodiversity Remote Sensing Research Group, Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi UGM ini menyebutkan pengelolaan ekosistem padang lamun perlu dikalukan secara berkelanjutan. Upaya yang dapat dilakukan dengan menyediakan informasi distribusi spasial dan temporal padang lamun beserta informasi biofisiknya, seperti variasi spesies, persentase tutupan, biomassa, cadangan karbon, dan laju serapan karbonnya. Ketersediaan informasi tersebut secara multi temporal sangat penting untuk melihat dinamika yang terjadi pada ekosistem padang lamun. Informasi yang tidak kalah pentingnya adalah perubahan dan berkurangnya luas padang lamun di Indonesia dan berbagai penyebabnya.

“Butuh waktu panjang, personel dengan kompetensi khusus, dan dana yang besar untuk survei konvensional padang lamun di Indonesia. Ditambah minimnya data historis terkait distribusi spasial dan temporal padang lamun. Karenanya kami terus mengembangkan metode pengolahan data pengindraan jauh untuk memetakan padang lamun,” urainya

Inderaja Sebagai Solusi

PRO-BRIN sebagai walidata padang lamun untuk memanfaatkan data penginderaan jauh (inderaja) dalam memvalidasi luas padang lamun Indonesia hingga tahun 2018. Hal ini selaras dengan rekomendasi aksi dari PBB (UNEP) terkait pengelolaan padang lamun yang menyebutkan bahwa penginderaan jauh menjadi pendekatan utama dalam melengkapi global dataset distribusi spasial padang lamun yang masih belum lengkap. Selain itu memetakan jasa ekosistem padang lamun yang saat ini masih sangat terbatas.

“Mengingat luasnya ekosistem karbon biru di Indonesia, apabila informasi tersebut dapat diperoleh dan Indonesia berhasil memasukkan kontribusi ekosistem karbon biru ke dalam NDCs, peran Indonesia dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim akan semakin signifikan,” katanya

Sejak 2013 Coastal Biodiversity Remote Sensing Research Group Fakultas Geografi UGM terus mengembangkan berbagai metode penginderaan jauh untuk memetakan berbagai macam parameter ekosistem karbon biru termasuk padang lamun dan hutan mangrove. Beberapa diantaranya adalah metode pemetaan distribusi spasial dan temporal, spesies, persentase tutupan, leaf area index, cadangan karbon, dan serapan karbon padang lamun.

Khusus padang lamun, melalui research group ini juga telah mengembangkan perpustakaan spektral (spectral library) berbagai spesies lamun di Indonesia. Tak hanya itu kini juga tengah mengembangkan algoritma dan toolbox untuk pemetaan cadangan dan serapan karbon padang lamun secara otomatis. Dalam memetakan dan memantau dinamika padang lamun, serta menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap perubahan luas tutupan padang lamun dan runtuhnya ekosistem padang lamun dilakukan bersama dengan PRO BRIN dan Wageningen University.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! Dadang Husen Sobana, Dosen UIN Bandung Jadi Ketua Umum ASPRODI MKS Periode 2024-2026

    Top! Dadang Husen Sobana, Dosen UIN Bandung Jadi Ketua Umum ASPRODI MKS Periode 2024-2026

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM PROBOLINGGO — Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag., CSBA., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Program Studi Manajemen Keuangan Syariah se-Indonesia (ASPRODI MKS) periode 2024-2026 pada Musyawarah Nasional (MUNAS) II ASPRODI MKS di Probolinggo Jawa Timur. Acara yang berlangsung di Kampus Universitas Islam […]

  • Keren! MAN 2 Kota Bandung Ditunjuk sebagai Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta oleh Kemenag RI

    Keren! MAN 2 Kota Bandung Ditunjuk sebagai Pilot Project Kurikulum Berbasis Cinta oleh Kemenag RI

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggagas penerapan Kurikulum Berbasis Cinta(KBC) untuk satuan pendidikan madrasah di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini, sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama dan keagamaan. Sebagai langkah awal implementasi, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, […]

  • Rapat Kerja FTK UIN Bandung 2026 Bahas Pendidikan Masa Depan dengan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

    Rapat Kerja FTK UIN Bandung 2026 Bahas Pendidikan Masa Depan dengan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIANJUR Kanal31.com — Dalam upaya memperkuat kualitas mutu pendidikan, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 bertajuk “Menavigasi Pendidikan Masa Depan dalam Membangun Peradaban Berbasis Nilai Rahmatan lil ‘Alamin” yang berlangsung di Hotel Horison, Cianjur selama tiga hari, Kamis–Sabtu (29–31/1/2026). Raker dibuka secara resmi oleh Rektor UIN […]

  • Pentingnya Platform Digital dalam Dakwah

    Pentingnya Platform Digital dalam Dakwah

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Hal ini disampaikan saat memberi sambutan pada launching Gerakan Nasional Literasi Qur’an (GNLQ) dengan tajuk “Tahun Membaca Al-Qur’an”. Helat ini berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025). Suyitno menyoroti perkembangan metode pembelajaran Al-Qur’an dari masa ke masa […]

  • Asyik! Sambut Ramadan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

    Asyik! Sambut Ramadan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais), Kementerian Agama (Kemenag), kembali meluncurkan program Dai (pendakwah) 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ada 500 Dai dan Daiyah yang akan dikirim untuk berdakwah selama Ramadan 1445 H/2024 M. “Saya mengapresiasi tekad dan dedikasi para Dai/Daiyah untuk menyampaikan syiar Islam di wilayah 3T. Tugas mulia ini membutuhkan keberanian, ketekunan, serta […]

  • 328 Paper Terpilih untuk AICIS 2024 di UIN Semarang, Ini Daftarnya

    328 Paper Terpilih untuk AICIS 2024 di UIN Semarang, Ini Daftarnya

    • calendar_month Rab, 24 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — JAKARTA — Call for Paper pada Annual Internatioal Conference on Islamic Studies (AICIS) ke 23 banjir peminat. Panitia mencatat hampir 2.000 paper yang didaftarkan untuk diseleksi sebagai peserta AICIS 2024. Para penulis berasal dari berbagai negara. AICIS kali ini akan berlangsung di UIN Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024. Kegiatan ini mengangkat […]

expand_less