Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
  • comment 0 komentar

SPI-BANDUNG

Suweg (Morphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian. Tanaman ini pernah populer bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, khususnya pada era 60 – 70an. Namun sekarang, keberadaan suweg tidak banyak dikenal oleh generasi setelahnya.

Dalam kajian akademis, literatur mengenai suweg juga belum banyak. Padahal, jika dibarengi dengan penelitian komprehensif, suweg berpotensi bersaing dengan umbi porang. Hal ini mendorong Dosen Departemen Biologi Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Dr. Asep Zainal Mutaqin, M.T., melakukan penelitian mengenai suweg. Melalui penelitian disertasinya pada Program Doktor Ilmu Lingkungan, Asep mencoba meneliti suweg berdasarkan kajian etnoekologi.

Kajian ini bertujuan menemukan potensi suweg berdasarkan pengetahuan lokal dari masyarakat. Mengambil lokasi studi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk dan Citanduy, Asep menemukan fenomena menarik. Banyak responden, terutama dari generasi milenial, yang tidak mengetahui suweg. “Padahal tanamannya banyak tumbuh di halaman rumahnya,” kata Asep.

Asep menjelaskan, masyarakat berusia 50 tahun ke atas masih mengenal suweg. Namun, berbeda dengan kelompok usia 20 tahunan. Meskipun suweg tumbuh subur di lingkungan rumahnya, mereka cenderung tidak mengetahui mengenai umbi-umbian ini.

Suweg memang merupakan tanaman umbi yang tidak dikategorikan punah. Keberadaan suweg, terutama di lokasi penelitiannya, masih banyak. Tanaman ini tidak hanya tumbuh di daerah rimbun (hieum), tetapi juga mampu tumbuh di daerah terbuka (negrak).

Hasil penelitian Asep menunjukkan perbedaan perawakan morfologi antara suweg yang tumbuh di kawasan rimbun dengan terbuka. Suweg yang tumbuh di kawasan rimbun memiliki tangkai daun yang tumbuh tinggi menjulang (jangleung). Sementara di daerah terbuka, tangkai daunnya cenderung kecil (ulanyen). Kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan paparan matahari yang diterima kedua tanaman tersebut. Pengetahuan Lokal Petani menunjukkan umbi suweg yang sudah dipanen.

Di dua DAS tersebut, Asep meneliti kebiasaan responden dalam mengonsumsi suweg. Seperti yang telah dijelaskan, suweg sempat populer sekira lima puluh tahun lalu. Pada masa itu, suweg kerap dikonsumsi masyarakat, baik sebagai makanan pokok pengganti nasi atau pelengkap makanan pokok. Dikatakan sebagai pengganti nasi karena di era tersebut, Jawa Barat sempat mengalami keterbatasan produksi padi. Seiring dengan melimpahnya produksi padi ditambah gencarnya introduksi beragam pilihan kudapan, suweg menjadi terlupakan di masa sekarang.

Asep menjelaskan, suweg juga merupakan makanan yang minim pantangan. Dikatakan demikian mengingat ada beberapa makanan yang pantang dikonsumsi berdasarkan pengetahuan lokal di masyarakat. “Salah satu contohnya adalah pisang mas dilarang dikonsumsi untuk komunitas penduduk tertentu, karena dianggap akan hilang kesaktian. Sementara suweg tidak ada pantangan, tabu, atau pamali,” papar Asep.

Layaknya umbi lainnya, proses pengolahan suweg di lokasi penelitian tersebut dilakukan dengan cara dikukus. Pengukusan ini menghasilkan umbi suweg yang pulen dan sedikit kenyal (cakial). Rasanya cenderung hambar (cambewek) meski ada sedikit ada rasa manis. Untuk bagian tanaman lainnya, Asep perlu melakukan kajian lanjutan mengenai potensi yang bisa dikembangkan dari bagian tersebut.

Untuk saat ini, Asep kerap memanfaatkan daun suweg untuk menjadi pakan ikan. Potensi Suweg masih satu genus dengan iles iles dan umbi porang. Di daerah yang Asep kaji, porang merupakan spesies introduksi. Berbeda dengan suweg yang sudah dikenal penduduk tumbuh di sekitar lingkungan tempat tinggalnnya. Banyak petani yang mendatangkan umbi porang karena saat ini tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Asep memaparkan, ada beberapa potensi yang dimiliki suweg sehingga mampu menjadi varietas unggulan jika dibudidayakan secara intensif. Secara ekologi, suweg mudah tumbuh di lahan apapun. Asep menemukan bahwa tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai ketinggian. Mulai dari di atas 1.000 mdpl hingga di bawah 500 mdpl. “Dari yang saya teliti, keberadaan suweg di lahan pekarangan penduduk tidak lepas dari intervensi manusia. Baik dengan sengaja ditanam tangkainya, ataupun tidak sengaja membuang benih lalu tumbuh,” ujarnya.

Dari kondisi ini, dipastikan bahwa suweg mampu tumbuh di lahan maupun kondisi apapun. Tanpa ada intervensi dari manusia, suweg dibuktikan mampu tumbuh sendiri. Hal ini menjadikan bahwa suweg dapat dibudidayakan dengan baik. “Dengan melihat indikator dataran saja, itu menunjukkan suweg spektrum tumbuhnya luas. Kalau dibudidayakan sangat potensial, terutama dengan adanya anomali iklim. Ia bisa potensial tumbuh dalam kondisi apapun,” papar Asep.*

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zakat dan Wakaf Harus Jadi Kekuatan Pembangunan Nasional

    Zakat dan Wakaf Harus Jadi Kekuatan Pembangunan Nasional

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menegaskan bahwa zakat dan wakaf tidak lagi bisa diposisikan sebatas aktivitas kedermawanan umat, melainkan harus menjadi instrumen negara dalam mewujudkan keadilan sosial. Hal itu disampaikan Romo Syafi’i saat membuka Seminar Nasional Forum Manajemen Pengelolaan Zakat dan Wakaf di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Menurut Romo, potensi zakat dan wakaf […]

  • Menanam Cinta, Menjaga Alam: Bakti Desa 2026 MKS UIN Bandung Berbasis Kurikulum Ekoteologi di Indragiri

    Menanam Cinta, Menjaga Alam: Bakti Desa 2026 MKS UIN Bandung Berbasis Kurikulum Ekoteologi di Indragiri

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Jurusan Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyelenggarakan kegiatan Bakti Desa 2026 di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, pada 11–19 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Keuangan Syariah sebagai wujud implementasi Tri Dharma […]

  • Peringkat I PTKIN UIN Bandung Berbagi Aktivitas Kunci Strategi Meningkatkan Pemeringkatan Webometrics

    Peringkat I PTKIN UIN Bandung Berbagi Aktivitas Kunci Strategi Meningkatkan Pemeringkatan Webometrics

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG  Sentra Publikasi Indonesia (SPI), UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi terbaik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2022. Data ini diperoleh berdasarkan pengukuran Webometrics Juli 2022. Adapun peringkat PTKIN terbaik versi Webometrics sepanjang tahun 2020-2022 di bawah ini: Sepanjang 2020-2022 yang menjadi kompetitor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam pengukuran rangking Webometrics […]

  • Prof. Dudang Gojali Bangkitkan Spirit Putera-puteri FEBI, Berani Wujudkan Mimpi

    Prof. Dudang Gojali Bangkitkan Spirit Putera-puteri FEBI, Berani Wujudkan Mimpi

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Teriakan yel-yel “Febi Happy”, “Febi Level Up”, “Febi Excellent” terdengar menggema di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Teriakan ini merupakan perwujudan dari nyala hati, semangat, kekuatan, dan kekompakan, pada saat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag berdiri tegak membangkitkan spirit mahasiswa baru, dalam momen […]

  • Suksesi Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    Suksesi Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIDAK ADA TAHAP PEMILIHAN DI TINGKAT SENAT Kanal31.com- JULI 2023 dipastikan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung memiliki Rektor Baru. Kepemimpinan Prof Mahmud sebagai Rektor UIN Bandung periode kedua 2019-2023 berkahir sudah. Lau siapa yang bakal menduduki jabatan Rektor UIN periode 2023-2027? Menjawab pertanyaan tersebut agak sulit, sebab sistem pemilihan Rektor untuk periode […]

  • Bangga! Tim Robotik MAN 2 Kota Bandung Raih Tiga Juara di Kompetisi Internasional Malaysia

    Bangga! Tim Robotik MAN 2 Kota Bandung Raih Tiga Juara di Kompetisi Internasional Malaysia

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Di awal tahun 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung kembali meraih prestasi gemilang. Tim robotik MANDABA berhasil menjuarai tiga kategori dalam ajang World Robotic Center Competition 2025 yang berlangsung di Multimedia University (MMU) Cyberjaya, Malaysia, pada 10-15 Januari 2025. Kategori yang dimenangkan adalah: Juara 1 untuk kategori Creative Team, Juara […]

expand_less