Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Des 2022
  • comment 1 komentar

BANDUNG, kanal31.com– 2023 adalah tahun pergantian rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Apakah rektor pengganti Prof Mahmud itu sebagai representasi dari masyarakat akademis, atau wakil dari elite ormas/golongan, atau calon dropingan dari pusat?

Di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sering terdengar ungkapan bahwa calon rektor si A sudah mengantongi rekomendasi ormas terbesar; si B adalah orang dekat partai politik, dan si C dekat dengan pejabat kementerian bahkan punya modal besar untuk kasak-kusuk ke pusat.

Begitulah iklim politik kampus UIN SGD setiap menjelang pemilihan rektor. Fenomena tersebut menggambarkan bahwa betapa sengitnya perebutan kursi panas orang nomor satu kampus Islam itu. Patut diduga, terjadinya persaingan dipicu oleh gerakan politik pragmatis dan fanatisme kelompok.

Sebagian besar profesor yang tergabung dalam senator universitas dan elite kampus lainnya ikut terjebak dalam politik pragmatis, demi kekuasaan sesaat. Persaingan elite ormas pun ikut andil dalam menciptakan situasi persaingan calon rektor, sehingga memicu konflik antarelite kelompok atau golongan. Dengan target, kampus menjadi basis politik bagi para elite nasional.

Mereka seolah lupa, seharusnya menjelang perhelatan empat tahunan itu membincangkan masa depan kampus. Dan, ini harus diinisiasi oleh para guru besar yang terhormat, bagaimana kampus UIN SGD ke depan bisa berjalan efektif terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Dari perbincangan itu akan lahir kriteria calon rektor yang diyakini dapat menjaga semangat keilmuan, calon yang punya integritas, dan visioner. Sehingga visi kampus –unggul dan berdaya saing dengan bingkai akhlak mulia–  bisa diwujudkan, tidak sekadar jargon atau slogan.

“Wah… jangan sampai masyarakat kampus tersekat gara-gara politik pragmatis atau egoisme kelompok. Rektor, mau dari kalangan HMI, PMII, ICMI, Muhammadiyah, Persis, PUI, nggak masalah. Yang penting dia seorang pemimpin, bukan manajer perusahaan,” kata salah seorang dosen yang enggan disebut nama.

Rektor pengganti Prof Mahmud nanti, lanjut dia, adalah sosok yang menjunjung tinggi kejujuran, mau membenahi sistem, dan rendah hati. Rektor seperti ini dapat dipenuhi manakala proses pemilihannya menghasilkan seorang pemimpin yang representatif, lahir dari ketokohan yang bisa diterima oleh semua pihak.

Indikator yang bisa diamati, lanjut dia, antara lain rektor yang merasa bukan hanya milik golongan (misalnya,, dari HMI atau PMII) tetapi milik semua pihak; mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan dirinya; menjadi panutan masyarakat; peka terhadap persoalan yang menimpa masyarakat kampus; serta terbuka untuk dikritik dan menerima masukan dari semua pihak.

Dijelaskan, Rektor itu bukan seorang manajer yang menganggap kampus sebagai “perusahaan”,  melainkan sebagai pemimpin yang memiliki kemampuan untuk berjalan bersama-sama dengan sivitas akademika menuju tujuan bersama, sebagaimana yang dikehendaki oleh para pendiri/pendahulu UIN SGD. Sosok rektor seperti ini akan bisa terpenuhi apabila digali dari tengah-tengah masyarakat kampus secara bebas dan terbuka.

“Jangan harap Rektor bisa memimpin kalau dia punya jarak dengan yang dipimpinnya, lalu memelihara sikap dan perbuatannya yang mengakibatkan jarak di antara bawahannya,” katanya.

 

Mendingan Di-dropp dari Pusat!

Narasumber lain menduga, calon-calon yang dimunculkan atau yang diajukan lebih besar loyalitasnya kepada kelompoknya daripada komitmennya kepada masyarakat kampus. Mereka lebih memperlihatkan identitas kelompoknya daripada identitas akademik. Kelompok HMI dan PMII, kata dia, dalam praktiknya masih authoritarian dimana kewenangannya menjadi referensi dalam setiap pengambilan keputusan.

“Ini tidak hanya menyimpang dari prinsip akademis, tetapi juga tidak memungkinkan adanya inisiatif dari luar kelompok. Jika ada perbedaan yang datang dari bawah dipandang sebagai penentangan terhadap otoritas kelompok yang menjadi atasan, bahkan terancam diberi sanksi,” jelasnya.

Menurutnya, sikap dan perbuatan para elite kelompok lebih mendahulukan kepentingan pribadi atau kelompok daripada persoalan yang dihadapi masyarakat akademis, sehingga sulit orang-orang di kelompok itu berada di tengah-tengah masyarakat kampus.

“Menurut saya, untuk rektor ke depan lebih baik di-dropp oleh pusat (Kemenag RI, red). Dengan harapan bisa meminimalisasi atau menghindari lingkungan yang sudah materialistik dan koruptif, juga sifat permisif terhadap penyimpangan yang telah menurunkan wibawa kampus,” harapnya.

Rektor droppingan diharapkan tidak menambah jarak semakin jauh dengan orang-orang yang harus dipimpinnya. “Dan tentunya, rektor droppingan harus bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat kampus dengan menunjukkan kejujuran dan kerendahan hatinya,” tambahnya lagi. (tim)

 

*Telaah berikutnya: Hitungan-hitungan Politik Calon Rektor yang Akan Diajukan ke Menteri Agama.. Simak analisanya di kanal31.com.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lanjutkan Dukungan Kemerdekaan Palestina, Rektor UIN Jakarta Apresiasi Presiden Prabowo

    Lanjutkan Dukungan Kemerdekaan Palestina, Rektor UIN Jakarta Apresiasi Presiden Prabowo

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Dalam pidato perdananya di Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten mendukung rakyat Palestina yang masih mengalami penindasan dan ketidakadilan. “Sebagai […]

  • 6 Masjid Pilihan di Bandung untuk Muhasabah Akhir Tahun 2024

    6 Masjid Pilihan di Bandung untuk Muhasabah Akhir Tahun 2024

    • calendar_month Sen, 23 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM, Pergantian tahun menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga, teman, atau pasangan. Di tengah gegap gempita perayaan, sejumlah warga memilih merayakan malam pergantian tahun dengan cara yang lebih mendalam, yakni bermuhasabah dan introspeksi diri. Bagi masyarakat Kota Bandung yang ingin melewati malam tahun baru dengan suasana religius, sejumlah masjid menyediakan ruang […]

  • Darurat Sampah, Momentum Idulfitri Farhan Ajak Warga Ubah Budaya 

    Darurat Sampah, Momentum Idulfitri Farhan Ajak Warga Ubah Budaya 

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti persoalan sampah sebagai tantangan serius yang dihadapi Kota Bandung, bertepatan dengan momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Usai Salat Id di Plaza Balai Kota Bandung, Farhan mengungkapkan, produksi sampah harian di Kota Bandung mencapai 1.600 hingga 1.800 ton. Menurutnya, tingginya volume sampah merupakan konsekuensi dari aktivitas sosial dan […]

  • Mahasiswa UIN Bandung Jadi Fasilitator Peer Group Latihan Penulisan Artikel Ilmiah

    Mahasiswa UIN Bandung Jadi Fasilitator Peer Group Latihan Penulisan Artikel Ilmiah

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Ada hal yang dapat mempersatukan di dalam anggota komunitas, yakni tujuan bersama. Penguatan publikasi artikel ilmiah mahasiswa relevan menjadi tujuan bersama seluruh Fakultas Ushuluddin di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia. Belum lama ini, pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk mahasiswa berlangsung di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden […]

  • Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    Facebook vs Instagram, 2 Dunia yang Sama-sama Main Algoritma tapi Beda Cara

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —   Anda suka mendengar jokes ini ? katanya: “Facebook buat emak-emak, Instagram buat anak muda”? Nah, itu bukan sekadar candaan, tapi mencerminkan perbedaan yg nyata : bagaimana kedua platform ini bekerja.   Yang menarik, di balik perbedaannya, kedua platform ini sama-sama mengubah cara kita bersosial media.   1. Karakter Pengguna: “Kumpulan Keluarga” […]

  • Memberi

    Memberi

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Memberi adalah bahasa lain dari cinta. Ia tidak selalu berbentuk tangan yang menengadah, atau duduk bersimpuh di atas sajadah, tapi mungkin bisa berupa hati yang rela menjadi jembatan bagi yang lain. Bagi sesama. Bagi tiap makhluk. Dalam pandangan para sufi, memberi bukan sekadar amal, melainkan jalan pulang menuju Sang Maha Pemberi.   […]

expand_less