Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Kyai Adib: Haji Sukses Luar Biasa

Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Kyai Adib: Haji Sukses Luar Biasa

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 5 Agu 2024
  • comment 0 komentar

KANAL31.COM (BUNTET) — Sesepuh Pondok Buntet Pesantren K.H Adib Rafiudin mengapresiasi sukses penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. KH Adib mengucapakan terima kasih atas kinerja Menag Yaqut Cholil Qoumas dan jajarannya dalam penyelenggaraan haji tahun ini.

Hal ini disampaikan KH Adib di hadapan ribuan santri, alumni, dan warga yang menghadiri Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren, di Masjid Jami Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (3/8/2024).

Turut hadir, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menag (2001-2004) Said Agil Al Munawar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, para Kiyai dan Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon, serta Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ajam Mustajam.

Menurutnya, haji tahun ini terbilang sukses. Selain berjalan lancar, Skema Murur yang diterapkan tahun ini mampu menekan angka kematian jemaah haji.

“Haji sukses yang luar biasa. Terutama saat bisa menekan angka kematian, ada proses murur yang berjasa terhadap itu. Terima Kasih Gus Menteri,” ucapnya di depan ribuan warga yang turut hadir.

Meski demikian, lanjut Adib pasti ada saja yang tidak suka akan kesuksesan tersebut. “Kalau ada yang tidak suka, senggol-senggol ya wajar saja. Sekali lagi matur nuwun Pak Menteri,” ucapnya.

Kesuksesan tersebut, menurut KH Adib bukan hanya ucapan belaka, tapi pengakuan jemaah Buntet yang dipimpin Pengasuh Pondok Buntet Pesantren.

Kiyai Adib mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menag pada Haul Buntet Pesantren. Ia mengatakan, bahwa Menag Yaqut sangat peduli terhadap kemajuan pesantren, tak terkecuali Ponpes Buntet.

“Menag, beliau juga menjadi salah satu menteri yang memberikan sumbangsih kepada Pondok Buntet. Saya ucapkan terima kasih. Beliau malam ini tidak berkenan memberi sambutan. Itu saya anggap sebagai ketawadhuan beliau terhadap para Ulama,” ucapnya.

Di akhir sambutan, KH Adib mendoakan agar Bangsa Indonesia terus maju dan tetap menjaga ukhuwah, persaudaraan, di tengah banyaknya kegiatan besar seperi pemilihan umum.

“Indonesia sedang banyak acara seperti Pilres, Pilkada semoga semua berkah tidak ada apa-apa. Masalah perbedaan itu biasa, tapi jangan sampai merubah ukuwah persaudaraan yang selama ini terjalin,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Bandung-Balitbang Jakarta Gelar Seminar dan Ekspos Produk Akademik

    UIN Bandung-Balitbang Jakarta Gelar Seminar dan Ekspos Produk Akademik

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Kanal31- Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta menggelar Seminar dan Ekspos Produk Akademik bertajuk Moderasi Beragama untuk Menjaga Harmoni Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang berlangsung di Aula Anwar Musadad sejak Senin-Selasa (15-16/08/2022). Wakil Dekan I Ushuluddin, Dr Radea Juli A Hambali, M.Hum menjelaskan untuk Seminar hari […]

  • Menag: UIN Bandung Mewarisi Kepemimpinan Peradaban Islam Modern

    Menag: UIN Bandung Mewarisi Kepemimpinan Peradaban Islam Modern

    • calendar_month Kam, 17 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar mengapresiasi kekompakan pimpinan dan segenap sivitas UIN DGD Bandung dalam berkarya dan berinovasi, hingga melahirkan berbagai prestasi yang gemilang. Maka, ke depan UIN Bandung akan menjadi imam (pemimpin) semua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) di Indonesia. Pernyataan Prof. Nasaruddin terungkap saat memberikan sambutan tasyakuran Dies Natalis ke-57 UIN […]

  • 3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    3 Pemikir Politik Islam Era Klasik

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ajaran Islam tidak hanya meliputi ibadah ritual, tetapi juga tatanan sosial masyarakat. Sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW, kepemimpinan atas umat Islam diselenggarakan dalam berbagai format. Sejumlah pemikir menguraikan kriteria kepemimpinan yang ideal menurut agama ini. Pada masa klasik, yakni sejak abad kedelapan hingga ke-15, para penulis yang menggeluti tema politik cukup banyak. Di antaranya […]

  • Menggugat “Kewajaran” di Tengah Manifesto KKN

    Menggugat “Kewajaran” di Tengah Manifesto KKN

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dunia jurnalistik telah mengajarkan siapapun melihat manusia tanpa atribut. Di depan meja redaksi, pangkat dan status sosial hanyalah pelengkap data; yang utama adalah nilai informasi dan kebenaran yang dibawa. Namun, ketika prinsip ini dibawa ke realitas sosial dan sistem keuangan negara, kita akan menemukan sebuah benturan besar yang bernama: “Budaya Wajar.” Dalam sistem […]

  • Pentingnya Sumpah Jabatan dalam Memperjuangkan Aspirasi Rakyat

    Pentingnya Sumpah Jabatan dalam Memperjuangkan Aspirasi Rakyat

    • calendar_month Ming, 29 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM –DPR RI menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui pelaksanaan sumpah jabatan yang dipegang teguh oleh setiap anggota dewan. Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, dalam Indonesia Opinion Festival (IOF) 2024 yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Minggu (29/12/2024).   Dalam sambutannya, Saan menekankan bahwa sumpah jabatan anggota […]

  • Ajaran Islam

    Ajaran Islam

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ajaran Islam itu makin diejek maki kuat, makin direndahkan makin bersinar, makin dihina makin maju, makin dilecehkan makin berkembang, makin dihambat pengikutnya makin banyak. Mengapa begitu? Sederhana.   Agama kebenaran yang diturunkan Tuhan untuk menyelamatkan hidup manusia, malah diejek oleh manusia sendiri. Kasih sayang Tuhan untuk menyelamatkan manusia, diejek oleh yang akan […]

expand_less