Breaking News:
Beranda » HUMANIORA » Catat! Berdiri sejak 1869, Mungsolkanas Jadi Masjid Tertua di Kota Bandung

Catat! Berdiri sejak 1869, Mungsolkanas Jadi Masjid Tertua di Kota Bandung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM (Bandung) — Jika membahas tentang perkembangan Islam di kota Bandung, kebanyakan orang akan menyebut Masjid Agung Alun-alun atau Masjid Besar Cipaganti sebagai salah satu masjid bersejarah di Kota Bandung. Namun, Masjid Mungsolkanas yang terletak di sebuah gang kecil membuatnya jarang terlihat oleh banyak orang.

Dilansir dari laman Kota Bandung, Masjid ini berada di Gang Mama Winata, Jalan Cihampelas RT 02 RW 05, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Masjid ini didirikan sejak tahun 1869 dan menjadi masjid tertua di Kota Bandung.

Masjid ini didirikan oleh seorang ulama bernama Kiai Haji Abdulrohim atau kerap dipanggil Mama Aden.

Tidak seperti kebanyakan masjid di Indonesia, yang dinamai menggunakan bahasa arab, nama-nama tokoh Islam, sahabat Rasulullah atau Asmaul Husna. Nama masjid ini justru menggunakan akronim dari kalimat berbahasa Sunda.

Sebagaimna dijelaskan oleh Didin, Marbot Masjid Mungsolkanas. “Mungsolkanas sebenarnya singkatan dari kalimat bahasa Sunda ‘Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi SAW’. Diambil dari filosofi doa yang terdapat dalam kitab Tankibulkaul. Artinya bahwa setiap orang yang membaca dan mengamalkan sholawat kepada Nabi SAW, Insya Allah doanya pasti akan diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT,” jelas Didin.

Didirikan sejak tahun 1869, masjid yang terletak di daerah pemukiman padat penduduk di kawasan Cihampelas ini awalnya hanyalah bangunan panggung yang terbuat dari bilik.

Saat ini masjid tersebut telah mengalami perubahan yang signifikan menjadi bangunan dua lantai yang utamanya terbuat dari tembok, tidak ada sisa-sisa bangunan lamanya sehingga masjid ini terlihat sangat kokoh dan modern.

“Bangunan masjid ini didirikan di atas tanah yang diwakafkan oleh Lantenas, nenek dari Pak Zakaria, yang juga menjabat sebagai pengurus pertama masjid ini. Sekarang sih sudah direnovasi berkali-kali sampai yang paling besar itu tahun 2009,” kata Didin.

“Saat awal dibangun, bangunan masjid itu tidak seperti sekarang. Bentuknya masih panggung dari billik dengan satu lantai. Dahulu ada kolam di bawah yang sekarang sudah diubah menjadi kantor untuk keperluan masjid. Saat ini, kapasitas masjid telah meningkat dan dapat menampung sekitar 100 orang jemaah,” imbuhnya.

Meski bentuk bangunan telah berubah, Masjid Mungsolkanas memiliki beberapa peninggalan yang masih ada hingga saat ini. Salah satunya yaitu sebuah Al-qur’an yang ditulis tangan yang masih tersimpan dalam sebuah etalase kaca di lantai dua masjid.

Peninggalan lainnya yaitu sebuah batu hitam besar yang diukir dengan nama dan tahun pembangunan masjid, yang diletakkan di depan pintu masuk. Tulisannya, “Masjid Mungsolkanas/ Berdiri Tahun 1869/ Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi SAW.”

Didin mengungkapkan, selama bulan suci Ramadan, program-program di Masjid Mungsolkanas berlangsung seperti biasa, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

“Di sini, banyak program. Termasuk untuk Taman kanak-kanak (TK), pengajian anak-anak setiap sore, pengajian ibu-ibu setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Pesantren kilat, tadarusan, menyediakan takjil bersama dan juga pelaksanaan shalat tarawih. Baru-baru ini, ada Pejabat Gubernur juga ikut salat tarawih berjamaah di Masjid Mungsolkanas,” ujarnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telisik Pemilihan Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    Telisik Pemilihan Rektor UIN Bandung Periode 2023-2027

    • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SIAPA SETELAH MAHMUD? BANDUNG, kanal31.com— Agustus 2019, Prof Dr Mahmud M.Si dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, masa bakti 2019 -2023. Pelantikan kala itu adalah yang kedua kalinya bagi Mahmud menduduki jabatan rektor setelah sebelumnya dilantik pada Agustus 2015 untuk masa Bakti 2015-2019. Pasal 9 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia […]

  • Sengkarut Kata Ilmiah

    Sengkarut Kata Ilmiah

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Teddy Yusuf, Penulis Lepas
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kelompok santri yang mempertahankan makna “ilmiah” sesuai tradisi mereka sebenarnya bisa dijelaskan secara gamblang dalam kerangka linguistik, dan bahkan tidak otomatis salah—tetapi posisinya harus dijelaskan dengan tepat. Pertama, dalam perspektif seperti yang dibangun oleh Ibn Taymiyyah, makna lafadẓ ditentukan oleh isti‘māl (pemakaian), bukan oleh definisi abstrak atau otoritas eksternal semata. Artinya, jika dalam […]

  • Derrida: Menyusuri Jejak yang Tak Pernah Selesai

    Derrida: Menyusuri Jejak yang Tak Pernah Selesai

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam setiap kata yang kita ucapkan, dan pada setiap makna yang kita yakini hadir secara utuh, mungkin sebenarnya ada celah yang tak kita sadari dan kita luput mengamatinya –sebuah ruang dimana makna justru menghindar, menunda kehadirannya. Di sanalah, barangkali, Jacques Derrida menunggu. Bukan sebagai penjaga pintu kebenaran, tapi sebagai penanya yang setia, […]

  • Eks Bomber Chelsea Jatuh Cinta dengan Suara Azan di Indonesia

    Eks Bomber Chelsea Jatuh Cinta dengan Suara Azan di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    (JAKARTA-SPI). Polemik mengenai suara azan sedang hangat-hangatnya di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Hal ini dipicu dengan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dianggap membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing. Padahal, di luar sana ada yang dibuat terpukau dengan suara azan di Indonesia. Salah satunya adalah kisah menarik yang dialami eks pemain Chelsea, Demba […]

  • Ayo Kenali Magot, Solusi Pengurai Sampah Ala UAD

    Ayo Kenali Magot, Solusi Pengurai Sampah Ala UAD

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Rudi, salah satu warga Dusun Sanggrahan yang juga mantan mahasiswa jurusan Peternakan, mengungkap pembudidayaan magot bermula dari adanya prakarsa dirinya dan warga sekitar yang jengah dengan masalah sampah yang tak kunjung usai. Magot sebagai salah satu ekosistem pengurai sampah tercepat, menjadi solusi yang masyarakat Sanggrahan gunakan sebagai alat untuk mengatasi timbunan sampah rumah tangga […]

  • Mama Sempur (KH Tubagus Bakri), Simpul Jaringan Haramyn di Tatar Sunda

    Mama Sempur (KH Tubagus Bakri), Simpul Jaringan Haramyn di Tatar Sunda

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pagi ini, saat udara masih terasa dingin karena Tatar Pasundan telah diguyur hujan semalaman, mari kita menyeduh “kopi sejarah” sebentar, sembari memandangi kabut tipis yang menyelimuti ingatan tentang sebuah kampung bernama Sempur di Purwakarta. Di titik itulah, seorang tokoh bernama Mama Tubagus Bakri, atau yang lebih akrab kita sebut Mama Sempur, berdiri […]

expand_less