UKM PS-PSPB Promosikan Pencak Silat melalui Seminar Kebudayaan
- account_circle Sungkawa Abdisunda
- calendar_month Jum, 22 Nov 2024
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perguruan Silat Pusaka Saputra Paku Banten (PS-PSPB) UIN SGD Bandung bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Bandung menggelar Seminar Kebudayaan, di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jumat (22/11/2024).
Seminar Kebudayaan dibuka oleh Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan Muhammad Helmi Kahfi, S.Sos., MM.Pd. MH. Dan, menghadirkan dua narasumber: Dr. H. Saca Suhendi, M. Ag. (Ketua DPD Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten Indonesia Korda Jawa Barat) dan Dr. H. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag (Pembina UKM PS-PSPB).
Dalam sambutannya, Muhammad Helmi menyatakan dukungannya bahkan mengapresiasi atas terselenggaranya Seminar Kebudayaan ini. “Kegiatan ini bagus, terutama untuk melestarikan dan menggali lebih dalam budaya daerah (Banten),” katanya.
Ia menjelaskan beberapa tujuan dari olahraga ini, atara lain bisa membentuk jiwa yang sehat, berpikir cerdas, dan berprestasi. Yang semula hanya menyalurkan bakat, minat, dan hobi olahraga, malah tidak menutup kemungkinan akan melahirkan atlet-atlet beladiri yang menjadi delegasi di berbagai even Kejuaraan Pencak Silat, baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
Ketua Umum PS-PSPB, Ahmad Rifa’i menjelaskan bahwa Seminar Kebudayaan ini merupakan rangkaian program kerja UKM PS-PSPB. Provinsi Banten kaya akan nilai seni dan budaya, sebagai warisan para leluhur. Dan, Pencak Silat Banten menjadi aset budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan.
“Ini salah satu program unggulan UKM PS-PSPB. Diharapkan mampu mengangkat budaya lokal dari Banten dan mampu membuat Branding UKM PS-PSPB lebih menarik,” jelasnya.
Ketua Umum PPPSBBI Jawa Barat Saca Suhendi memandang acara ini sangat bermanfaat, untuk membangkitkan kembali semangat mahasiswa dalam mewarisi kebudayaan. Dalam pengembangannya bisa disalurkan dalam keterampilan Seni Bela Diri, lalu disalurkan dalam bentuk prestasi seni atau fighter.
“Di dunia Pencak Silat, bukan hanya belajar tentang bela diri, tapi juga ada budaya teologis. Ilmu-ilmu dan wirid-wirid yang dipelajari di PS-PSPB merupakan salah satu bentuk kesakralan yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” tuturnya.
Pembina UKM PS-PSPB Dadang Ahmad Fajar menjelaskan, pengembangan Pencak Silat dalam kacamata budaya harus selaras dengan kebutuhan mahasiswa di zaman sekarang. “Coba kemas dengan baik, oleh UKM PS-PSPB! Bagaimana cara menonjolkan budaya pencak silat hingga bisa menjadi delegasi Kampus UIN Bandung, sehingga berkontribusi prestasi bagi perguruan tinggi,” katanya.*
- Penulis: Sungkawa Abdisunda

Saat ini belum ada komentar