Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Saatnya Perempuan Menyapa, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Saatnya Perempuan Menyapa, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • comment 0 komentar

BANDUNG, KANAL3.COM — Hari Ibu di Indonesia, yang diperingati setiap 22 Desember, memiliki makna lebih dari sekadar penghormatan terhadap peran perempuan sebagai ibu. Tema Hari Ibu 2024, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” menggambarkan aspirasi besar untuk mengoptimalkan peran perempuan dalam membangun bangsa.

Indonesia tengah menghadapi tantangan besar menuju era Society 5.0, di mana teknologi dan humanisme berpadu. Dalam perjalanan ini, perempuan memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan tersebut, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Teori pembelajaran kolaboratif menjadi relevan karena menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Namun, masih ada kesenjangan dalam pemberdayaan perempuan, seperti terbatasnya akses pendidikan, ketimpangan digital, dan stereotip gender.

Tulisan ini mengupas tema Hari Ibu 2024 dengan menyoroti peran perempuan sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045. mari kita elaborasi satu-persatu:

Pertama: Perempuan Menyapa: Menghadirkan Kepemimpinan yang Inklusif.

Frasa “Perempuan Menyapa” menegaskan peran perempuan sebagai agen komunikasi yang inklusif. Dalam konteks pendidikan, perempuan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan empatik. 1) Kepemimpinan Inklusif: Perempuan memiliki keunggulan dalam membangun dialog yang produktif, memfasilitasi diskusi, dan menghubungkan berbagai pemangku kepentingan; 2) Pemberdayaan di Komunitas: Perempuan dapat menjadi katalis perubahan di komunitasnya melalui kegiatan pendidikan informal, seperti kelas literasi digital atau pelatihan keterampilan. 3) Mendorong Partisipasi Perempuan Lain: Dengan menyapa, perempuan mampu menginspirasi perempuan lain untuk turut berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Kedua: Perempuan Berdaya: Mengintegrasikan Teknologi dan Nilai Humanis.

Era Society 5.0 menuntut perempuan untuk tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga menjaga nilai-nilai humanisme. 1) Pemanfaatan Teknologi: Perempuan berdaya adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi, seperti platform edukasi berbasis digital; 2) Keseimbangan Peran: Dalam perannya sebagai pendidik dan profesional, perempuan dapat menunjukkan bagaimana teknologi mendukung keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi; 3) Kolaborasi Global: Perempuan dapat memperluas jejaring kolaborasi hingga ke tingkat global untuk menghadapi tantangan bersama, seperti kesenjangan pendidikan atau ketidaksetaraan ekonomi.

Ketiga: Menuju Indonesia Emas 2045.

Perempuan sebagai Pilar Transformasi; Visi Indonesia Emas 2045 memerlukan keterlibatan perempuan secara aktif dalam berbagai sektor. 1) Perempuan dalam Pendidikan: Perempuan sebagai pendidik dapat mencetak generasi penerus yang unggul dan adaptif terhadap perubahan; 2) Perempuan dalam Ekonomi Kreatif: Dengan mendukung perempuan untuk masuk ke sektor ekonomi kreatif, seperti usaha mikro dan teknologi inovatif, kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional dapat meningkat; 3) Kebijakan yang Mendukung: Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengintegrasikan kebijakan yang memberdayakan perempuan, seperti program beasiswa atau pelatihan keahlian berbasis teknologi.

Tema Hari Ibu 2024, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mewujudkan visi besar bangsa.

Dengan menjadi pemimpin inklusif, memanfaatkan teknologi, dan berperan aktif dalam pendidikan serta ekonomi, perempuan dapat menjadi pilar transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

Atas dasar itu tulisan ini, merekomendasikan untuk Pemangku Kepentingan bahwa: 1) Pemerintah: Mengembangkan kebijakan afirmatif untuk mendukung partisipasi perempuan di sektor pendidikan dan teknologi; 2) Institusi Pendidikan: Meningkatkan akses pendidikan berbasis teknologi untuk perempuan muda; 3) Perempuan Muda: Terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat.

Mari kita wujudkan perempuan Indonesia yang lebih menyapa dan berdaya demi masa depan yang gemilang! Wallahu A’lam.

A. Rusdiana, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Dakwah Islam Wasathiyah di Medsos

    Pentingnya Dakwah Islam Wasathiyah di Medsos

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Wakil Bupati (Wabup) Garut Helmi Budiman membuka resmi Pelatihan Kader Penggerak Dakwah Islam Wasathiyah bagi kader da’i di desa se-Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut (18/9/2022). Wabup Garut menyampaikan, bahwa manusia saat ini merupakan umat pertengahan, maka dari itu cara ia menerjemahkan hidup sebagai umat pertengahan itu salah satunya […]

  • Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

    Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi membuat putusan penting terkait pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Salah satu amar putusan tersebut adalah sebagai berikut. …. ”Jika syarat publikasi dalam jurnal internasional bereputasi tetap akan dipertahankan untuk memperoleh jabatan akademik profesor, maka tulisan yang telah dimuat tidak perlu dilakukan review ulang oleh reviewer […]

  • Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SGD Bandung, Ketua KBNU UIN SGD Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Setiap kali kursi kepemimpinan menjadi perbincangan. Perdebatan terlalu cepat berbelok pada pertanyaan “siapa”, sementara pertanyaan “mengapa ia layak” justru hampir selalu tercecer. Ada semacam “godaan” menjadikan identitas sebagai jawaban atas persoalan yang jauh lebih rumit. Laki-laki atau perempuan, muda atau senior, dari kelompok ini atau kelompok itu, seakan cukup menjadi alasan untuk menilai […]

  • Sedang Jadi Telur Itik 

    Sedang Jadi Telur Itik 

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Para aktifis dan kalangan internal NU mengatakan, prahara NU panas kini berasal dari persoalan tambang. Mahfud MD juga menegaskan, ini semua berawal dari soal tambang. “Malu kita,” kata Mahfud. Konsensi 26.000 hektar tambang buat NU di Kalimantan Timur dari Jokowi. Disitulah pimpinan NU mulai pecah, para petingginya beda keinginan. Ulama, kiyainya pecah. Empat […]

  • Ayo Jaga Kedamaian dan Ketertiban Kota Bandung

    Ayo Jaga Kedamaian dan Ketertiban Kota Bandung

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai, aman, dan tertib di tengah dinamika yang terjadi di Kota Bandung. Seruan ini disampaikan menyusul adanya aksi unjuk rasa yang belakangan terjadi di beberapa titik kota. “Di tengah situasi seperti ini, saya ingin mengajak kita semua untuk menjaga kedamaian, persatuan, […]

  • Santri Muda Nusantara Layangkan 5 Tuntutan soal Narasi Pelecehan Kiai dan Lirboyo di TV Swasta

    Santri Muda Nusantara Layangkan 5 Tuntutan soal Narasi Pelecehan Kiai dan Lirboyo di TV Swasta

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ketua Santri Muda Nusantara (SAMUDRA), Ibrahim Nur A., atau akrab disapa daeng Ibe’ menyampaikan kecaman keras terhadap salah satu televisi swasta nasional yang menayangkan narasi berbau pelecehan terhadap Kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Dalam pernyataannya, Ibrahim menilai bahwa tayangan tersebut tidak hanya melukai hati para santri, tetapi juga merendahkan martabat para Kiai yang […]

expand_less