Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
  • comment 0 komentar

SPI-JAKARTA

Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi membuat putusan penting terkait pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Salah satu amar putusan tersebut adalah sebagai berikut. …. ”Jika syarat publikasi dalam jurnal internasional bereputasi tetap akan dipertahankan untuk memperoleh jabatan akademik profesor, maka tulisan yang telah dimuat tidak perlu dilakukan review ulang oleh reviewer perguruan tinggi dan/atau kementerian, sepanjang tulisan tersebut dimuat dalam jurnal bereputasi yang telah ditentukan daftarnya oleh kementerian dan daftar tersebut diperbarui secara reguler”.

Amar Mahkamah Konstitusi (MK) ini merupakan langkah penting arah perjalanan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Bagaimana menentukan jurnal internasional bereputasi (JIB) yang kredibel, khususnya di rumpun ilmu sosial, di tengah menjamurnya jurnal internasional predator? Cukupkah bersandar pada pedoman operasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) yang selama ini diterapkan? Apa implikasi pilihan JIB terhadap kualitas profesor dan masa depan ilmu sosial?

Diktum Merton

Robert Merton, ahli sosiologi ilmu, berhasil menemukan arsitektur ilmu pengetahuan sebagai acuan menilai perkembangan ilmu. Penemuan ini mengawali lahirnya scientometrics, ilmu yang mempelajari kualitas dan kuantitas ilmu di setiap negara. Berikut pernyataan Merton, dikenal luas sebagai diktum Merton di dunia ilmu pengetahuan: ”Tujuan kelembagaan ilmu pengetahuan adalah perluasan pengetahuan yang telah diakui oleh komunitas akademis” (Achwan dkk, 2022).

Diktum ini mensyaratkan perluasan atau penemuan baru dari hasil riset dan diumumkan lewat jurnal internasional yang kredibel. Jurnal semacam ini menjadi rujukan akademisi sebidang ilmu di tingkat Asia Tenggara, Asia, atau dunia.

Pemilik jurnal ini biasanya universitas atau asosiasi ilmu yang terpandang. Adapun pengelolanya (board of editors) memiliki rekam jejak rentetan publikasi di jurnal prestisius. Oleh karena itu, setiap artikel yang diterbitkannya selalu melewati proses review yang ketat oleh para ahli sebidang ilmu.

Di negara maju, prasyarat seorang dosen menjadi profesor berbeda-beda. Di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Universitas California Berkeley, Amerika Serikat, ada dua syarat yang harus dipenuhi: pengaruh keilmuan calon profesor di asosiasi ilmu dan dampak global dari buku yang diterbit- kannya (Thoenig dan Paradeise, 2014).

Di Jerman, syaratnya adalah meritokrasi (serangkaian artikel di JIB rujukan), jejaring akademisi dan jender. Di negeri ini, perempuan memiliki peluang 1,5 lebih tinggi daripada pria karena kebijakan afirmatif yang ditempuh negara.

Di Singapura, meritokrasi adalah satu-satunya sistem yang berlaku. Di Indonesia, cukup satu artikel di JIB tanpa keharusan diterbitkan di jurnal rujukan sebagai syarat yang diperlukan untuk meraih jabatan profesor.

Ekosistem ilmu

Kehadiran sekelompok ahli yang jelas rekam jejak publikasinya di setiap cabang ilmu sosial adalah keharusan bagi perkembangan kualitas ilmu itu sendiri. Kelompok ahli ini merupakan komponen penting dari sejumlah komponen yang membentuk ekosistem ilmu pengetahuan. Komponen lain adalah keberadaan universitas yang mengajarkan dan mengembangkan ilmu itu, keberadaan peneliti yang andal dan media ilmiah.

Di banyak negara, kelompok ahli, peneliti, dan akademisi serta jurnal ilmiah bernaung dalam asosiasi ilmu. Kelompok ahli memainkan peran penting dalam mengembangkan ekosistem ilmu karena mereka memiliki otoritas dalam menilai kualitas karya ilmiah yang akan diterbitkan dan kualitas pengajaran ilmu sosial di perguruan tinggi. Dua kualitas ini merupakan awal dari kemunculan ilmu sosial akademis yang kokoh.

Tipe ilmu sosial ini dijaga oleh keca- kapan akademisi dalam memperluas dan menyempurnakan teori dan metodologi lewat publikasi hasil riset. Ruang kuliah tak lagi berfungsi sebagai medium mentransfer ilmu dari Barat, tetapi sebagai ajang diskusi hasil produksi pengetahuan yang telah diterbitkan di JIB rujukan, oleh dosen sendiri.

Oleh karena itu, modifikasi ilmu dari Barat agar sesuai dengan konteks Indonesia adalah norma baru pengajaran di universitas. Dalam kaitan ini, nasihat Tan Malaka beberapa dasawarsa yang lalu perlu disimak: ”Belajarlah dari Barat, jangan meniru Barat. Jadilah sarjana dari Timur yang cerdas”. Kokohnya tipe ilmu sosial ini otomatis akan memberi sumbangan penting perumusan kebijakan publik ataupun kemasyarakatan.

Profesor

Putusan MK merupakan langkah penting dalam mendorong arah baru ilmu sosial. Hingga kini Ditjen Dikti telah memiliki syarat cukup rinci yang harus dipenuhi dosen yang akan meraih jabatan profesor. Salah satu syarat tersebut adalah artikel terbit di JIB, memiliki skor tertentu dari lembaga peringkat jurnal SCimago (SJR). Lembaga ini menggunakan data induk (big data) dari Scopus, lembaga nonakademik yang mendaftar jurnal ilmiah yang telah memenuhi kriteria yang disyaratkannya.

Namun, syarat Scopus ini bersifat teknis dan kurang substantif dalam menilai setiap jurnal yang mendaftar. Akibatnya, tidak sedikit jurnal yang meragukan kualitasnya tetap terindeks di Scopus dan jumlahnya terus meningkat, sungguhpun lembaga ini telah mencabut jurnal itu dalam daftar data induk.

Jurnal ini sering memiliki skor SJR yang tinggi, diterbitkan oleh penerbit kurang ternama, dikelola oleh universitas yang kurang terpandang atau oleh asosiasi ilmu yang sulit ditelusuri rekam jejaknya. Pertumbuhan pesat tipe jurnal ini dengan segala tipu daya menyulitkan penilai (reviewer) dalam memutuskan apakah JIB tersebut dapat diakui sebagai syarat promosi jabatan profesor.

Persoalan lain menyangkut kompetensi penilai. Selama ini seorang penilai me-review artikel JIB dari pengusul dari rumpun ilmu yang sama, bukan disiplin ilmu yang sama. Profesor sosiologi, misalnya, menilai artikel JIB pengusul dari ilmu politik dan kriminologi. Tentu cara semacam ini tidak dapat diteruskan mengingat setiap disiplin ilmu memiliki ”bangunan pengetahuan”, jurnal ilmiah, dan perkembangan mutakhir (state of the art) tersendiri.

Sejalan dengan munculnya sejumlah akademisi ilmu sosial di perguruan tinggi negeri yang berhasil menerbitkan artikel di JIB rujukan (Achwan et al, 2020), kini sudah saatnya mereka tampil sebagai pemimpin ilmu. Tugas mereka adalah bersama Dikti menyusun daftar JIB rujukan yang diakui sebagai syarat meraih jabatan profesor.

Bersama sejawat di tingkat fakultas, mereka membangun scientific critical mass yang terdiri atas dosen muda berbakat. Terakhir, bersama Dikti dan fakultas, mereka memperkuat asosiasi ilmu sehingga mampu meningkatkan kualitas ilmu sosial. Semua langkah tersebut penting ditempuh guna mewujudkan ilmu sosial akademis dan ilmu sosial publik yang kokoh.

Rochman AchwanSosiolog FISIP UI

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Arti Kedutan di Kelopak Bawah Mata Kanan

    3 Arti Kedutan di Kelopak Bawah Mata Kanan

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kedutan atau juga dikenal dengan istilah twitching adalah hal yang umum terjadi dan biasanya akan hilang sendiri. Namun, pada kondisi tertentu, otot kedutan juga bisa menjadi tanda dari suatu penyakit saraf. Otot kedutan atau muscle twitching adalah gerakan halus pada area kecil otot yang tidak disengaja Dikutip dari kanal YouTube Tafsir Mimpi, kedutan di […]

  • Akademi JULEHA UIN Bandung – MUI Latih Juru Sembelih Profesional dan Sesuai Syariat

    Akademi JULEHA UIN Bandung – MUI Latih Juru Sembelih Profesional dan Sesuai Syariat

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com —  Halal Center Akademi JULEHA UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Buah Batu menyelenggarakan Pelatihan dan Praktik Juru Sembelih Hewan Syar’i yang bertempat di Pesantren Margasari, Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.   Kegiatan ini diikuti oleh para utusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kecamatan Buah Batu. […]

  • Ujang Komarudin : Parpol Harus Rela Jika Penjabat Gubernur DKI Orangnya Presiden

    Ujang Komarudin : Parpol Harus Rela Jika Penjabat Gubernur DKI Orangnya Presiden

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Ahli politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan partai politik (parpol) harus rela, berlapang dada menerima keputusan jika nantinya, Presiden Jokowi memilih Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta. “Bagaimana dengan parpol, saya melihatnya harus rela bahwa Pj Gubernur adalah orangnya Presiden Jokowi karena memang penentuannya dilakukan […]

  • Menag Buka Mudzakarah Haji, Kebijakan yang Memudahkan Umat

    Menag Buka Mudzakarah Haji, Kebijakan yang Memudahkan Umat

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Bandung — Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Mudzakarah Perhajian 2024 di Bandung, Jawa Barat. Menag Nasaruddin berharap forum yang dihadiri para ahli fikih serta praktisi perhajian ini dapat melahirkan kebijakan yang dapat memberikan kemudahan bagi umat. “Saya berharap melalui mudzakarah ini kita dapat menghasilkan sesuatu kebijakan yang memberikan kemudahan dan meringankan bagi umat,” kata […]

  • Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-BANDUNG Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Penguatan Jurnal yang dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., di Hotel Shakti, Rabu (25/05/2022). Yoga Dwi Arianda, ST., Kepala Seksi Jurnal Imliah Nasional, Busro, S.Ud, […]

  • Yuk Kenali Apa itu Jurnal Predator dan Ciri-ciri Predator Jurnal Ilmiah

    Yuk Kenali Apa itu Jurnal Predator dan Ciri-ciri Predator Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Saat ini, banyak mahasiswa dan dosen yang dituntut untuk melakukan mempublikasikan karya ilmiah yang sudah dibuatnya pada sebuah jurnal ilmiah internasional. Bagi sebagian mahasiswa, melakukan publikasi karya ilmiah di jurnal internasional menjadi salah satu syarat kelulusan. Sedangkan, bagi para dosen mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional menjadi salah satu syarat untuk naik pangkat. Namun, […]

expand_less