Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Saatnya Perempuan Menyapa, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Saatnya Perempuan Menyapa, Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 22 Des 2024
  • comment 0 komentar

BANDUNG, KANAL3.COM — Hari Ibu di Indonesia, yang diperingati setiap 22 Desember, memiliki makna lebih dari sekadar penghormatan terhadap peran perempuan sebagai ibu. Tema Hari Ibu 2024, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” menggambarkan aspirasi besar untuk mengoptimalkan peran perempuan dalam membangun bangsa.

Indonesia tengah menghadapi tantangan besar menuju era Society 5.0, di mana teknologi dan humanisme berpadu. Dalam perjalanan ini, perempuan memiliki peran strategis untuk menjawab tantangan tersebut, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Teori pembelajaran kolaboratif menjadi relevan karena menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Namun, masih ada kesenjangan dalam pemberdayaan perempuan, seperti terbatasnya akses pendidikan, ketimpangan digital, dan stereotip gender.

Tulisan ini mengupas tema Hari Ibu 2024 dengan menyoroti peran perempuan sebagai agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045. mari kita elaborasi satu-persatu:

Pertama: Perempuan Menyapa: Menghadirkan Kepemimpinan yang Inklusif.

Frasa “Perempuan Menyapa” menegaskan peran perempuan sebagai agen komunikasi yang inklusif. Dalam konteks pendidikan, perempuan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan empatik. 1) Kepemimpinan Inklusif: Perempuan memiliki keunggulan dalam membangun dialog yang produktif, memfasilitasi diskusi, dan menghubungkan berbagai pemangku kepentingan; 2) Pemberdayaan di Komunitas: Perempuan dapat menjadi katalis perubahan di komunitasnya melalui kegiatan pendidikan informal, seperti kelas literasi digital atau pelatihan keterampilan. 3) Mendorong Partisipasi Perempuan Lain: Dengan menyapa, perempuan mampu menginspirasi perempuan lain untuk turut berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Kedua: Perempuan Berdaya: Mengintegrasikan Teknologi dan Nilai Humanis.

Era Society 5.0 menuntut perempuan untuk tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga menjaga nilai-nilai humanisme. 1) Pemanfaatan Teknologi: Perempuan berdaya adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi, seperti platform edukasi berbasis digital; 2) Keseimbangan Peran: Dalam perannya sebagai pendidik dan profesional, perempuan dapat menunjukkan bagaimana teknologi mendukung keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi; 3) Kolaborasi Global: Perempuan dapat memperluas jejaring kolaborasi hingga ke tingkat global untuk menghadapi tantangan bersama, seperti kesenjangan pendidikan atau ketidaksetaraan ekonomi.

Ketiga: Menuju Indonesia Emas 2045.

Perempuan sebagai Pilar Transformasi; Visi Indonesia Emas 2045 memerlukan keterlibatan perempuan secara aktif dalam berbagai sektor. 1) Perempuan dalam Pendidikan: Perempuan sebagai pendidik dapat mencetak generasi penerus yang unggul dan adaptif terhadap perubahan; 2) Perempuan dalam Ekonomi Kreatif: Dengan mendukung perempuan untuk masuk ke sektor ekonomi kreatif, seperti usaha mikro dan teknologi inovatif, kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional dapat meningkat; 3) Kebijakan yang Mendukung: Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengintegrasikan kebijakan yang memberdayakan perempuan, seperti program beasiswa atau pelatihan keahlian berbasis teknologi.

Tema Hari Ibu 2024, “Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045,” menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mewujudkan visi besar bangsa.

Dengan menjadi pemimpin inklusif, memanfaatkan teknologi, dan berperan aktif dalam pendidikan serta ekonomi, perempuan dapat menjadi pilar transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

Atas dasar itu tulisan ini, merekomendasikan untuk Pemangku Kepentingan bahwa: 1) Pemerintah: Mengembangkan kebijakan afirmatif untuk mendukung partisipasi perempuan di sektor pendidikan dan teknologi; 2) Institusi Pendidikan: Meningkatkan akses pendidikan berbasis teknologi untuk perempuan muda; 3) Perempuan Muda: Terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat.

Mari kita wujudkan perempuan Indonesia yang lebih menyapa dan berdaya demi masa depan yang gemilang! Wallahu A’lam.

A. Rusdiana, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praktikum Profesi Akuntansi Syariah Cara Jitu UIN Bandung Siapkan Lulusan Akuntabel dan Pelaporan yang Profesional

    Praktikum Profesi Akuntansi Syariah Cara Jitu UIN Bandung Siapkan Lulusan Akuntabel dan Pelaporan yang Profesional

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Upaya menyiapkan lulusan berkualitas, terserap instansi yang akuntabel dan pelaporan yang profesional, Jurusan Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat dan Pembekalan Praktikum Profesi Akuntansi Syariah (PPAS) di Aula FEBI. Dr. Ramadhani Irma., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) tampil menjadi narasumber Rapat […]

  • Prof. Dudang: Kuliah di FEBI untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

    Prof. Dudang: Kuliah di FEBI untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag kembali menekankan bahwa jebolan FEBI UIN Bandung harus menjadi pemenang dalam kompetisi ekonomi di era Indonesia Emas 2045. Baik identitasnya sebagai Pemikir Ekonomi, Penggerak Ekonomi, maupun Pelaku Ekonomi. Penekanan ini disampaikan Prof. Dudang pada saat […]

  • Dr. Eneng Kritisi Pasal 99 KHI, Memungkinkan Anak Zina Ditetapkan sebagai Anak Sah

    Dr. Eneng Kritisi Pasal 99 KHI, Memungkinkan Anak Zina Ditetapkan sebagai Anak Sah

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pasal 99 Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang menyatakan bahwa anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah, tak urung memunculkan perdebatan dan perbedaan penafsiran di kalangan masyarakat dan praktisi hukum. Karena, pasal tersebut memungkinkan untuk terakomodirnya anak zina atau anak yang dibuahkan sebelum adanya ikatan perkawinan, sebagai anak sah. Demikian […]

  • Sunan Ampel di Persimpangan Budaya

    Sunan Ampel di Persimpangan Budaya

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Objektivitas Etika dan Arsitektur Literasi Islam di Nusantara  Kanal31.com — Menapaki tinggalan sejarah cukup memberikan nuansa dan makna tersendiri bagi penelusurnya. Tentunya, Sejarah bukan sekadar deretan angka mati atau kronologi linear yang harus dihapal untuk ujian, melainkan sebuah struktur yang bernapas dalam bentangan “longue durée” (bentangan durasi panjang).   Jika kita memandang Jawa melalui lensa Denys […]

  • 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat. Apa Aja

    6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat. Apa Aja

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini.   1. Membersihkan dan Menghias Rumah   Menjelang […]

  • Pelepasan Calon Wisudawan Psikologi UIN SGD, Prof. Ulfi: Syukur sebagai Kunci Kesuksesan

    Pelepasan Calon Wisudawan Psikologi UIN SGD, Prof. Ulfi: Syukur sebagai Kunci Kesuksesan

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com–  Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Auditorium Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Jumat (10/04/2026). Di hadapan 46 calon alumni ke-107, Dekan Fakultas Psikologi, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., membeberkan “resep rahasia” untuk menaklukkan dunia pascakampus yang penuh tantangan. Bukan sekadar IPK tinggi, Prof. Ulfi menekankan bahwa kunci utama pembuka gerbang kesuksesan adalah […]

expand_less