Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
  • comment 0 komentar

GARUT KANAL31.COM — Tahun ajaran baru sudah memasuki bulan kedua. Gesekan pertemanan mulai terasa. Meski sudah dibekali materi anti bully, tapi bibit-bibitnya masih ditemui. Sesuatu yang wajar, tak mudah mengubah budaya yg sudah terbentuk dan terbawa dari pengalaman sebelumnya.

Di akhir pekan seperti biasa saya menyampaikan tausiah bada magrib. Saya meminta dua orang santri untuk membantu sebuah simulasi.

Santri pertama saya beri sebotol coca cola, santri kedua saya beri sebotol air mineral. Setelah mereka membuka botolnya, saya beri mereka masing-masing permen mentos untuk dimasukkan ke botolnya.

Santri-santri lain yang menyaksikan, langsung berkerubung ingin melihat apa yang terjadi.

Dari botol coca cola terlihat busa membuncah seperti lava yang keluar dari gunung merapi. Sementara botol berisi air mineral tidak ada reaksi apa-apa. Santui saja.

Dari simulasi ini, saya melempar pertanyaan, “Apa yang beda dari dua botol ini?”

“Reaksinya…” kata beberapa santri

Lalu saya susul dengan pertanyaan, “Mengapa reaksinya berbeda?”

“Karena yang satu air bening, yang satu air coklat”

Menanggapi itu saya kembali mengeluarkan sebotol air, kini air sprite. Lalu saya minta seorang santri untuk memasukkan mentos. Alhasil reaksinya sama dengan botol coca cola.

“Sprite ini jernih juga spt air mineral tapi mengapa reaksinya seperti coca cola?”

“Karena ada soda dan gula” kata beberapa santri.

Yup, yang membedakan reaksi itu bukan botolnya, bukan warnanya. Tapi kandungan dalam air itu.

Lalu saya bertanya lagi, yang menyebabkan reaksi membludak keluar itu apakah mentosnya atau airnya?

Sebagian santri ada yang berpendapat mentosnya, ada juga yang berpendapat airnya.

Kepada yang mengatakan bahwa mentos adalah penyebabnya, saya bertanya mengapa air mineral tetap santuy saja? Lalu mereka sadar bahwa masalahnya bukan di mentos tapi di airnya.

Sampai sana para santri sudah mulai bisa menebak ke mana saya bicara.

Jika mentos itu adalah masalah yang kita hadapi sehari-hari, kira-kira apakah kita bereaksi seperti air mineral atau air bersoda? Apakah kita tetap tenang atau langsung nyemprot?

Apa yang keluar dari mulut kita, apa reaksi kita terhadap masalah, ditentukan “air” jenis apa yang ada dalam pikiran kita. Teko berisi air comberan akan mengeluarkan air comberan. Botol berisi air sagar akan mengeluarkan air menyegarkan.

Selanjutnya saya meminta seorang santri untuk maju lagi. Saya berikan padanya coca cola kaleng, dan memintanya untuk mengguncang-guncangkannya.

“Jika kita buka kaleng ini, pasti airnya akan menyenbur. Bagaimana kira-kira agar tidak menyembur?”

Lalu seorang santri maju mengajukan solusi. Santri ini menjentik-jentik kaleng. Memutar-mutarnya. Mendiamkan kaleng itu sejenak. Setelah beberapa menit baru dia membukanya. Betul saja coca cola itu tidak menyembur. Saat ditanya mengapa tidak menyembur, dia menjawab:

“Saat air soda ini dikocok, maka akan menghasilkan gelembung-gelembung yang menempel di dinding kaleng. Karena itu saya ketuk-ketuk dinding kalengnya agar gelembungnya pecah.”

Penjelasan itu hal baru untuk saya. Tapi pada intinya agar air tak menyembur, kita harus diamkan dan tenangkan dulu kalengnya.

Jika kita masih merasa diri kita air soda, maka saat mendapat guncangan, jangan langsung buka mulut kita. Karena kemungkinan besar yang akan keluar adalah semburan soda berupa kata-kata mengumpat atau menyerang. Lebih baik dinginkan dulu.

Di bagian akhir saya membuang air-air soda tadi dan mengajak santri-santri untuk mengisi botol dalam pikirannya dengan air yang jernih. Agar saat diguncang, atau dimasukkan mentos, tetap santui dan tenang. Itulah sikap Hilm, salah satu sifat Rasulullah Saw. Tetap santui meski dilempar mentos atau diguncang-guncang.

Sesi pun ditutup dengan membaca dan menghapal sebuah mahfuzhat “Man hasuna lisaanuhu, katsuro shodiiquhu” yang artinya, “Yang baik lisannya, maka banyak temannya”.

Irfan Amalee, Peacesantren Welas Asih (Komplek Griya Sanding Indah) Desa Sukarasa, Samarang Kabupaten Garut

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hikayat Pacinan di Kuningan

    Hikayat Pacinan di Kuningan

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUNINGAN KANAL31.COM — Pacinan, kami menyebutnya begitu, nama yang tersemat pada sebuah pedukuhan kecil hanya sepelemparan batu dari rumah saya. Dipisahkan sungai yang bila debit airnya meninggi di musim penghujan, menjadi momen menggembirakan bermain perahu yang dibuat dari batang pisang, berlayar menuju satu titik pertemuan dua sungai, tempat kami bermain air sepuasnya hingga mata memerah […]

  • Strategi Oknum Pejabat Kampus Hapus Peluang PNS bagi HK2

    Strategi Oknum Pejabat Kampus Hapus Peluang PNS bagi HK2

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM— Hancur sudah harapan pegawai Honorer Kategori 2 (HK2) UIN SGD Bandung untuk meraih status pegawai negeri sipil (PNS). Sebagian harus puas menjadi pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebagian lagi gagal mendaftar P3K karena hanya lulusan SLTA, dan sebagian lagi nasibnya kadaluarsa karena ‘dimakan’ usia. Prahara yang menimpa HK2 ini tidak datang dengan serta-merta, […]

  • Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    Inilah Jurnal Keperawatan Soedirman Terindeks Scopus

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-PURWOKERTO Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) yang didirikan dan dikembangkan oleh tim jurnal Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sejak tahun 2006 terus berkembang serta berhasil terindeks di Scopus. Ketua Dewan Editor Jurnal Keperawatan Soedirman Ns. Mekar Dwi Anggraeni, M.Kep., Ph.D. mengatakan JKS merupakan jurnal peer review dan open access yang […]

  • Peneliti BRIN: Indonesia Butuh Database Kuat Terkait Agama dan Kepercayaan

    Peneliti BRIN: Indonesia Butuh Database Kuat Terkait Agama dan Kepercayaan

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SIP-JAKARTA Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan, Sosial, dan Humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Najib Burhani menyayangkan, bahwa data-data yang dimiliki 6 agama di Indonesia memiliki informasi yang tidak lengkap. Hal ini menjadi salah satu sebab munculnya prejudice stereotype, stigma tentang berbagai hal di luar enam agama di Indonesia. “Awal saya membuat proposal, kita […]

  • Kemenag, BAZNAS, dan BWI Ajak Warga Olahraga Sambil Beramal dalam Wakaf Zakat Fun Run 2024

    Kemenag, BAZNAS, dan BWI Ajak Warga Olahraga Sambil Beramal dalam Wakaf Zakat Fun Run 2024

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM JAKARTA –Kementerian Agama (Kemenag), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) akan menggelar Wakaf Zakat Fun Run 2024 pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Dengan tema “Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama”, acara ini bertujuan mengajak masyarakat berolahraga sekaligus meningkatkan literasi tentang wakaf dan zakat. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam […]

  • Agama dalam Bingkai Media

    Agama dalam Bingkai Media

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Haris Fatwa Dinal Maula adalah mahasiswa Program Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS), Sekolah Pascasarjana UGM, angkatan 2020.  Peran media tidak sekadar mengamplifikasi pesan atau konten keagamaan, tetapi juga merekonstruksi agama di ruang publik. Persinggungan antara agama dan media massa merupakan kata kunci menarik bagi kalangan pengkaji agama dan media. Perkembangan teknologi informasi yang sangat dinamis menjadi alasan […]

expand_less