Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
  • comment 0 komentar

GARUT KANAL31.COM — Tahun ajaran baru sudah memasuki bulan kedua. Gesekan pertemanan mulai terasa. Meski sudah dibekali materi anti bully, tapi bibit-bibitnya masih ditemui. Sesuatu yang wajar, tak mudah mengubah budaya yg sudah terbentuk dan terbawa dari pengalaman sebelumnya.

Di akhir pekan seperti biasa saya menyampaikan tausiah bada magrib. Saya meminta dua orang santri untuk membantu sebuah simulasi.

Santri pertama saya beri sebotol coca cola, santri kedua saya beri sebotol air mineral. Setelah mereka membuka botolnya, saya beri mereka masing-masing permen mentos untuk dimasukkan ke botolnya.

Santri-santri lain yang menyaksikan, langsung berkerubung ingin melihat apa yang terjadi.

Dari botol coca cola terlihat busa membuncah seperti lava yang keluar dari gunung merapi. Sementara botol berisi air mineral tidak ada reaksi apa-apa. Santui saja.

Dari simulasi ini, saya melempar pertanyaan, “Apa yang beda dari dua botol ini?”

“Reaksinya…” kata beberapa santri

Lalu saya susul dengan pertanyaan, “Mengapa reaksinya berbeda?”

“Karena yang satu air bening, yang satu air coklat”

Menanggapi itu saya kembali mengeluarkan sebotol air, kini air sprite. Lalu saya minta seorang santri untuk memasukkan mentos. Alhasil reaksinya sama dengan botol coca cola.

“Sprite ini jernih juga spt air mineral tapi mengapa reaksinya seperti coca cola?”

“Karena ada soda dan gula” kata beberapa santri.

Yup, yang membedakan reaksi itu bukan botolnya, bukan warnanya. Tapi kandungan dalam air itu.

Lalu saya bertanya lagi, yang menyebabkan reaksi membludak keluar itu apakah mentosnya atau airnya?

Sebagian santri ada yang berpendapat mentosnya, ada juga yang berpendapat airnya.

Kepada yang mengatakan bahwa mentos adalah penyebabnya, saya bertanya mengapa air mineral tetap santuy saja? Lalu mereka sadar bahwa masalahnya bukan di mentos tapi di airnya.

Sampai sana para santri sudah mulai bisa menebak ke mana saya bicara.

Jika mentos itu adalah masalah yang kita hadapi sehari-hari, kira-kira apakah kita bereaksi seperti air mineral atau air bersoda? Apakah kita tetap tenang atau langsung nyemprot?

Apa yang keluar dari mulut kita, apa reaksi kita terhadap masalah, ditentukan “air” jenis apa yang ada dalam pikiran kita. Teko berisi air comberan akan mengeluarkan air comberan. Botol berisi air sagar akan mengeluarkan air menyegarkan.

Selanjutnya saya meminta seorang santri untuk maju lagi. Saya berikan padanya coca cola kaleng, dan memintanya untuk mengguncang-guncangkannya.

“Jika kita buka kaleng ini, pasti airnya akan menyenbur. Bagaimana kira-kira agar tidak menyembur?”

Lalu seorang santri maju mengajukan solusi. Santri ini menjentik-jentik kaleng. Memutar-mutarnya. Mendiamkan kaleng itu sejenak. Setelah beberapa menit baru dia membukanya. Betul saja coca cola itu tidak menyembur. Saat ditanya mengapa tidak menyembur, dia menjawab:

“Saat air soda ini dikocok, maka akan menghasilkan gelembung-gelembung yang menempel di dinding kaleng. Karena itu saya ketuk-ketuk dinding kalengnya agar gelembungnya pecah.”

Penjelasan itu hal baru untuk saya. Tapi pada intinya agar air tak menyembur, kita harus diamkan dan tenangkan dulu kalengnya.

Jika kita masih merasa diri kita air soda, maka saat mendapat guncangan, jangan langsung buka mulut kita. Karena kemungkinan besar yang akan keluar adalah semburan soda berupa kata-kata mengumpat atau menyerang. Lebih baik dinginkan dulu.

Di bagian akhir saya membuang air-air soda tadi dan mengajak santri-santri untuk mengisi botol dalam pikirannya dengan air yang jernih. Agar saat diguncang, atau dimasukkan mentos, tetap santui dan tenang. Itulah sikap Hilm, salah satu sifat Rasulullah Saw. Tetap santui meski dilempar mentos atau diguncang-guncang.

Sesi pun ditutup dengan membaca dan menghapal sebuah mahfuzhat “Man hasuna lisaanuhu, katsuro shodiiquhu” yang artinya, “Yang baik lisannya, maka banyak temannya”.

Irfan Amalee, Peacesantren Welas Asih (Komplek Griya Sanding Indah) Desa Sukarasa, Samarang Kabupaten Garut

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat! Pramuka MA Minhajut Tholabah Purbalingga Juara Lomba Kepramukaan se Jawa – Bali

    Selamat! Pramuka MA Minhajut Tholabah Purbalingga Juara Lomba Kepramukaan se Jawa – Bali

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Purbalingga) — Prestasi dicatatkan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) Minhajut Tholabah (Minthol) Purbalingga dalam Lomba Keagamaan Pramuka (LKP) 2024 se Jawa Bali, MA Minthol meraih Juara Terbaik Kepramukaan pada kompetisi yang digelar di Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, 23 – 25 Agustus 2024. Tim MA Minthol Purbalingga beranggotakan 18 santri. Even ini diikuti 39 kontingen […]

  • UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    UIN Bandung Gelar Kuliah Umum “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi (S1) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Esoterika Fellowship Program menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Ekoteologi sebagai Warisan Kultural Milik Bersama”. Kegiatan berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Kampus 2, Senin (8/12/2025). Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA menjelaskan acara diawali dengan doa […]

  • Pemimpin Sejati

    Pemimpin Sejati

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA kanal31.com — Pemimpin sejati tidak perlu pengakuan, melainkan Solusi Ala Robert Rosenkranz Di tengah dunia yang semakin haus akan pengakuan, sorotan media dan validasi publik, muncul pernyataan tajam dan mendalam dari Robert Rosenkranz, seorang tokoh stoik modern dan investor kawakan” Pemimpin sejati tidak mencari pengakuan, tetapi solusi” Ungkapan ini tidak hanya menggugah tetapi juga […]

  • Selamat! Kemenag Sabet Penghargaan di Ajang 5th Indonesia PR Summit 2024

    Selamat! Kemenag Sabet Penghargaan di Ajang 5th Indonesia PR Summit 2024

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Kementerian Agama meraih penghargaan Most Popular Government Institution 2024. Penghargaan yang diberikan dalam acara 5 th Indonesia PR Summit 2024 ini diterima Kepala Biro Humas Data dan Informasi (Karo HDI) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Akhmad Fauzin di Jakarta. “Alhamdulillah, ini menjadi kabar baik bagi segenap keluarga besar Kementerian Agama. Ini sekaligus jadi […]

  • Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Iran itu peradaban besar sejak bernama Persia. Peradaban Persia mencakup serangkaian kekaisaran seperti Achaemenid, Parthia, dan Sassanid, berlangsung selama lebih dari 12 abad, dari sekitar tahun 550 SM hingga penaklukan oleh Islam pada pertengahan abad ke-7 M (651 M). Jika dihitung berdasarkan dinasti utama kuno hingga pengaruh budayanya, peradaban ini bertahan selama […]

  • Benchmarking Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung ke Universitas Negeri Malang, Cara Jitu Tingkatan Sistem Penjaminan Mutu

    Benchmarking Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung ke Universitas Negeri Malang, Cara Jitu Tingkatan Sistem Penjaminan Mutu

    • calendar_month Jum, 29 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, MALANG — Upaya meningkatkan system penjaminan mutu Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (26/11/2024). Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM), Dr. Rina Mardiati M.T., didampingi oleh sekretaris unit Dr. Tina Dewi Rosahdi, M.Si., beserta tim Dr. Esih […]

expand_less