Breaking News:
Beranda » BEWARA » Jadilah Agen Bina Damai dalam Menjaga Keutuhan dan Harmoni Bangsa

Jadilah Agen Bina Damai dalam Menjaga Keutuhan dan Harmoni Bangsa

  • account_circle Jun
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIPUTAT Kanal31.com — Dua dosen dan satu tenaga kependidikan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Pelatihan Teknis Sosial Kultural Jenjang II yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Pelatihan ini dilaksanakan secara blended learning dari 16 Juni hingga 7 Juli 2025, dengan pembelajaran klasikal berlangsung pada 23–27 Juni 2025 di Pusbangkom MKMB, Jl. Ir. H. Juanda No. 37, Ciputat, Tangerang Selatan.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari lima orang dari unit eselon I pusat, sebelas orang dari Kanwil Kementerian Agama provinsi, dan empat belas orang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

 

Narasumber dalam pelatihan ini Neneng Maria Kiptyah, Widyaiswara Pusbangkom MKMB, yang membawakan materi tentang Konsep Dasar Perdamaian dalam Pengelolaan Konflik serta Membangun Bina Damai dalam Analisis Konflik Sosial Budaya. Dengan fasilitator pelatihan terdiri dari Deden Wahyudin (Ketua), Rahmi Siregar (Sekretaris), dan Siti Noor Azizah (Anggota).

 

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom MKMB, Nilam Nur Azizah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis untuk mengembangkan kompetensi sosial-kultural Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam konteks kerja multikultural.

 

Pelatihan ini bertujuan untuk mencapai lima sasaran utama: Pertama, Mengembangkan Kompetensi Sosial Kultural. Meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap ASN dalam berinteraksi dengan masyarakat yang majemuk dari sisi agama, suku, budaya, maupun nilai-nilai. Kedua, Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi. Membekali ASN agar mampu bekerja secara efektif di lingkungan kerja dan pelayanan publik yang multikultural.

 

Ketiga, Membangun Perekat Bangsa. Memperkuat peran ASN sebagai agen pemersatu bangsa yang mampu membangun dialog dan meredam konflik social. Keempat, Memenuhi Persyaratan Jabatan. Membantu ASN memenuhi standar kompetensi sosial-kultural yang dibutuhkan untuk jenjang jabatan tertentu sesuai ketentuan perundang-undangan. Kelima, Menggali Lesson Learned Pengelolaan Konflik. Menguatkan pemahaman tentang pengelolaan keberagaman budaya melalui pendekatan bina damai.

 

Nilam Nur Azizah, menekankan pentingnya peran ASN dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Indonesia merupakan negara pluralis dengan keragaman adat, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial ekonomi. Karena itu, diperlukan sikap dan perilaku ASN yang menghargai perbedaan dalam pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya

 

Pelatihan sosial kultural ini bertujuan untuk membekali ASN dengan pemahaman dan keterampilan yang mendalam terkait sensitivitas sosial. “ASN diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi, mediator konflik, serta agen pemersatu dalam dinamika sosial kemasyarakatan,” tegasnya.

 

Tata kelola pemerintahan yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tidak hanya secara intelektual dan teknis, tetapi dari sisi manajerial dan sosial kultural. Pelatihan ini menjadi tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) Sosial Kultural yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, fasilitator dalam pelatihan ini merupakan para widyaiswara yang telah mengikuti pelatihan ToT tersebut. “Kami harap, Bapak/Ibu peserta dapat memberikan masukan sebagai bentuk feedback atas pelaksanaan pelatihan ini,” tuturnya.

 

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Menjelaskan kecerdasan emosi dalam konteks keberagaman; Membangun toleransi dan komunikasi antarbudaya; Melakukan pemetaan potensi dan pengelolaan konflik sosial-budaya; Melakukan mediasi konflik; Menjelaskan peran kerukunan umat beragama dalam bina damai; Mengelola konflik melalui pendekatan bina damai; Menyusun rencana aktualisasi pengelolaan konflik keberagaman budaya; Menerapkan praktik resolusi konflik secara inklusif dan kolaboratif.

 

Dengan harapan agar pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata secara pribadi dan sosial. Dengan pelatihan ini, Pusbangkom MKMB berharap ASN Kementerian Agama semakin siap menghadapi kompleksitas tantangan sosial budaya dalam tugas pelayanan publiknya secara inklusif dan humanis.

“Karena kita berhubungan langsung dengan masyarakat yang majemuk, maka pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” paparnya

 

Dalam pemaparannya, Neneng Maria Kiptyah menjelaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika setiap individu merasa aman, terbebas dari rasa takut atas kekerasan, serta memiliki akses dan partisipasi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

 

Paling tidak ada empat faktor utama penyebab konflik menurut perspektif sosiologis: Pertama, Mentalitas Nilai Keteraturan (Emile Durkheim) – Ketika keteraturan masyarakat terganggu, akan muncul solidaritas berbasis kebencian. Kedua, Aliensi Persaingan Sumber Daya (Karl Marx) – Konflik timbul karena perebutan kekuasaan dan sumber daya yang terbatas. Ketiga, Perjuangan Status (Max Weber) – Individu dan kelompok saling bersaing demi pengakuan status sosial dan pengaruh kekuasaan. Keempat, Superioritas Kewenangan atau Otoritas (Ralf Dahrendorf) – Ketimpangan pandangan antara pemegang otoritas dan kelompok lain sebagai inferior memicu konflik.

 

UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengirimkan tiga peserta dalam pelatihan ini adalah: Dr. Usep Dedi Rostandi, MA (Direktur Eksekutif Rumah Moderasi Beragama), Dr. Cucu Setiawan (Ketua Program Studi Tasawuf Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin), Eko Agus Purwanto (Staf Rumah Moderasi Beragama).

 

Menurut Dr. Cucu Setiawan, pelatihan ini memberikan bekal strategis bagi pejabat administrasi untuk memahami dinamika sosial dan membangun kerukunan umat beragama secara konstruktif. “Rangkaian materi mencakup konsep dasar perdamaian, analisis konflik sosial dan budaya, peran kerukunan umat beragama dalam menciptakan bina damai, serta pendekatan-pendekatan damai dalam penyelesaian konflik,” jelasnya, Kamis (26/6/2025).

 

Selain materi dari para pakar, peserta mendapatkan pembimbingan langsung dari mentor yang memberikan arahan praktis dalam menghadapi dinamika sosial di lingkungan kerja dan masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif mendorong nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan kohesi sosial di tengah masyarakat.

“Pelatihan Teknis Sosial Kultural Jenjang II ini merupakan bentuk nyata komitmen Pusbangkom MKMB Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan sosial dan kultural yang semakin kompleks,” bebernya.

 

Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam membekali ASN dengan perspektif damai, keterampilan manajemen konflik, dan kecakapan membangun kerukunan di tengah masyarakat majemuk. Dengan pendekatan sosiologis yang menyeluruh dan materi yang aplikatif, pelatihan ini menegaskan pentingnya peran ASN sebagai agen bina damai dalam menjaga keutuhan dan harmoni bangsa. “Karena ASN berhadapan langsung dengan masyarakat majemuk, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” pungkas Nilam Nur Azizah.

  • Penulis: Jun

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

    Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebanyak 1.103 wisudawan dari jenjang sarjana, magister hingga doktor hari ini, Sabtu, 29 November 2025 resmi dikukuhkan pada Wisuda ke-69 Gelombang Pertama Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (29/11/2025.   Acara itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-66 Uninus.   Toga dikenakan, foto diabadikan dan di tengah euforia itu, ada satu […]

  • Polresta Bandung Bongkar Jaringan Pengedar Obat Berbahaya

    Polresta Bandung Bongkar Jaringan Pengedar Obat Berbahaya

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, kanal31.com – Satnarkoba Polresta Bandung kembali menorehkan prestasi besar dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Satnarkoba Polresta Bandung berhasil mengamankan total 1.924.769 butir obat keras tertentu, termasuk tramadol dan eximer, yang siap diedarkan di wilayah Bandung Raya. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, dalam konferensi […]

  • Tradisi Membaca 

    Tradisi Membaca 

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    Memahami Kita, Memahami Gen-Z BANDUNG kanal31.com — Banyak dari generasi kita, para orang tua atau Baby Boomers, menghakimi Gen-Z sebagai malas membaca dan lemah literasi.   Gen-Z itu bukan malas membaca. Mereka hanya tidak membaca dengan cara kita. Mereka tidak anti membaca, mereka anti cara membaca yang tidak relevan dengan kecepatan zaman mereka. Bagi mereka, […]

  • Awali Tahun 2024, Rektor UIN Bandung Lantik 1.000 Lulusan pada Wisuda ke-96

    Awali Tahun 2024, Rektor UIN Bandung Lantik 1.000 Lulusan pada Wisuda ke-96

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAl31.COM (BANDUNG) — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., melantik 1.000 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-96 Lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (24/02/2024). Ke-1.000 lulusan yang dilantik pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-95 bertajuk “Leadership in The […]

  • Haedar: Pers harus Berimbang, Cerdaskan Bangsa, Jaga Keharmonisan Demokrasi

    Haedar: Pers harus Berimbang, Cerdaskan Bangsa, Jaga Keharmonisan Demokrasi

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengharapkan insan pers menghadirkan pemberitaan yang berimbang serta mencerdaskan bangsa dan menjaga keharmonisan demokrasi Indonesia. Haedar menyampaikan  hal itu terkait dengan peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2025. Yang perlu direfleksikan, kata dia, pers nasional harus menjalankan fungsinya secara utuh dan komprehensif. […]

  • Top! Mahasiwa UIN Jember Raih Medali Emas Rapid Chess Competition pada Seiba International Festival

    Top! Mahasiwa UIN Jember Raih Medali Emas Rapid Chess Competition pada Seiba International Festival

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (PADANG) — Mahasiswa program studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah Universitas Islam Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember Saifullah Yusuf Hamzah meraih juara pertama 2nd Seiba International Festival di UIN Imam Bonjol Padang. Prestasi Saifullah Yusuf Hamzah ini menyumbang perolehan medali emas untuk kontingan UIN KHAS Jember untuk cabang rapid chees competition. Seiba International Festival diikuti perwakilan […]

expand_less