Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Jadilah Agen Bina Damai dalam Menjaga Keutuhan dan Harmoni Bangsa

Jadilah Agen Bina Damai dalam Menjaga Keutuhan dan Harmoni Bangsa

  • account_circle Jun
  • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
  • comment 0 komentar

CIPUTAT Kanal31.com — Dua dosen dan satu tenaga kependidikan dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Pelatihan Teknis Sosial Kultural Jenjang II yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Pelatihan ini dilaksanakan secara blended learning dari 16 Juni hingga 7 Juli 2025, dengan pembelajaran klasikal berlangsung pada 23–27 Juni 2025 di Pusbangkom MKMB, Jl. Ir. H. Juanda No. 37, Ciputat, Tangerang Selatan.

 

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari lima orang dari unit eselon I pusat, sebelas orang dari Kanwil Kementerian Agama provinsi, dan empat belas orang dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

 

Narasumber dalam pelatihan ini Neneng Maria Kiptyah, Widyaiswara Pusbangkom MKMB, yang membawakan materi tentang Konsep Dasar Perdamaian dalam Pengelolaan Konflik serta Membangun Bina Damai dalam Analisis Konflik Sosial Budaya. Dengan fasilitator pelatihan terdiri dari Deden Wahyudin (Ketua), Rahmi Siregar (Sekretaris), dan Siti Noor Azizah (Anggota).

 

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Tata Usaha Pusbangkom MKMB, Nilam Nur Azizah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program strategis untuk mengembangkan kompetensi sosial-kultural Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam konteks kerja multikultural.

 

Pelatihan ini bertujuan untuk mencapai lima sasaran utama: Pertama, Mengembangkan Kompetensi Sosial Kultural. Meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap ASN dalam berinteraksi dengan masyarakat yang majemuk dari sisi agama, suku, budaya, maupun nilai-nilai. Kedua, Meningkatkan Kemampuan Beradaptasi. Membekali ASN agar mampu bekerja secara efektif di lingkungan kerja dan pelayanan publik yang multikultural.

 

Ketiga, Membangun Perekat Bangsa. Memperkuat peran ASN sebagai agen pemersatu bangsa yang mampu membangun dialog dan meredam konflik social. Keempat, Memenuhi Persyaratan Jabatan. Membantu ASN memenuhi standar kompetensi sosial-kultural yang dibutuhkan untuk jenjang jabatan tertentu sesuai ketentuan perundang-undangan. Kelima, Menggali Lesson Learned Pengelolaan Konflik. Menguatkan pemahaman tentang pengelolaan keberagaman budaya melalui pendekatan bina damai.

 

Nilam Nur Azizah, menekankan pentingnya peran ASN dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Indonesia merupakan negara pluralis dengan keragaman adat, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial ekonomi. Karena itu, diperlukan sikap dan perilaku ASN yang menghargai perbedaan dalam pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya

 

Pelatihan sosial kultural ini bertujuan untuk membekali ASN dengan pemahaman dan keterampilan yang mendalam terkait sensitivitas sosial. “ASN diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi, mediator konflik, serta agen pemersatu dalam dinamika sosial kemasyarakatan,” tegasnya.

 

Tata kelola pemerintahan yang baik membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tidak hanya secara intelektual dan teknis, tetapi dari sisi manajerial dan sosial kultural. Pelatihan ini menjadi tindak lanjut dari Training of Trainers (ToT) Sosial Kultural yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, fasilitator dalam pelatihan ini merupakan para widyaiswara yang telah mengikuti pelatihan ToT tersebut. “Kami harap, Bapak/Ibu peserta dapat memberikan masukan sebagai bentuk feedback atas pelaksanaan pelatihan ini,” tuturnya.

 

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Menjelaskan kecerdasan emosi dalam konteks keberagaman; Membangun toleransi dan komunikasi antarbudaya; Melakukan pemetaan potensi dan pengelolaan konflik sosial-budaya; Melakukan mediasi konflik; Menjelaskan peran kerukunan umat beragama dalam bina damai; Mengelola konflik melalui pendekatan bina damai; Menyusun rencana aktualisasi pengelolaan konflik keberagaman budaya; Menerapkan praktik resolusi konflik secara inklusif dan kolaboratif.

 

Dengan harapan agar pelatihan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata secara pribadi dan sosial. Dengan pelatihan ini, Pusbangkom MKMB berharap ASN Kementerian Agama semakin siap menghadapi kompleksitas tantangan sosial budaya dalam tugas pelayanan publiknya secara inklusif dan humanis.

“Karena kita berhubungan langsung dengan masyarakat yang majemuk, maka pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis dalam mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” paparnya

 

Dalam pemaparannya, Neneng Maria Kiptyah menjelaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika setiap individu merasa aman, terbebas dari rasa takut atas kekerasan, serta memiliki akses dan partisipasi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

 

Paling tidak ada empat faktor utama penyebab konflik menurut perspektif sosiologis: Pertama, Mentalitas Nilai Keteraturan (Emile Durkheim) – Ketika keteraturan masyarakat terganggu, akan muncul solidaritas berbasis kebencian. Kedua, Aliensi Persaingan Sumber Daya (Karl Marx) – Konflik timbul karena perebutan kekuasaan dan sumber daya yang terbatas. Ketiga, Perjuangan Status (Max Weber) – Individu dan kelompok saling bersaing demi pengakuan status sosial dan pengaruh kekuasaan. Keempat, Superioritas Kewenangan atau Otoritas (Ralf Dahrendorf) – Ketimpangan pandangan antara pemegang otoritas dan kelompok lain sebagai inferior memicu konflik.

 

UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengirimkan tiga peserta dalam pelatihan ini adalah: Dr. Usep Dedi Rostandi, MA (Direktur Eksekutif Rumah Moderasi Beragama), Dr. Cucu Setiawan (Ketua Program Studi Tasawuf Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin), Eko Agus Purwanto (Staf Rumah Moderasi Beragama).

 

Menurut Dr. Cucu Setiawan, pelatihan ini memberikan bekal strategis bagi pejabat administrasi untuk memahami dinamika sosial dan membangun kerukunan umat beragama secara konstruktif. “Rangkaian materi mencakup konsep dasar perdamaian, analisis konflik sosial dan budaya, peran kerukunan umat beragama dalam menciptakan bina damai, serta pendekatan-pendekatan damai dalam penyelesaian konflik,” jelasnya, Kamis (26/6/2025).

 

Selain materi dari para pakar, peserta mendapatkan pembimbingan langsung dari mentor yang memberikan arahan praktis dalam menghadapi dinamika sosial di lingkungan kerja dan masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif mendorong nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan kohesi sosial di tengah masyarakat.

“Pelatihan Teknis Sosial Kultural Jenjang II ini merupakan bentuk nyata komitmen Pusbangkom MKMB Kementerian Agama dalam memperkuat kapasitas ASN dalam menghadapi tantangan sosial dan kultural yang semakin kompleks,” bebernya.

 

Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam membekali ASN dengan perspektif damai, keterampilan manajemen konflik, dan kecakapan membangun kerukunan di tengah masyarakat majemuk. Dengan pendekatan sosiologis yang menyeluruh dan materi yang aplikatif, pelatihan ini menegaskan pentingnya peran ASN sebagai agen bina damai dalam menjaga keutuhan dan harmoni bangsa. “Karena ASN berhadapan langsung dengan masyarakat majemuk, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” pungkas Nilam Nur Azizah.

  • Penulis: Jun

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi untuk SPBE: Dosen UIN Bandung Isi Pelatihan Manajemen Risiko KOMINFO RI

    Sinergi untuk SPBE: Dosen UIN Bandung Isi Pelatihan Manajemen Risiko KOMINFO RI

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung turut berkontribusi dalam pelatihan Manajemen Risiko Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (MR-SPBE) yang digelar oleh Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP KOMINFO) Bandung, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka.   Pelatihan ini merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship (DTS) melalui Government […]

  • Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Jember — Di akhir tahun 2023, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menerbitkan delapan buku baru. Penerbitan buku-buku tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan keilmuan di bidang syariah dan hukum. Penerbitan buku tersebut mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni. Dia mengapresiasi dedikasi […]

  • Menjaga Lisan

    Menjaga Lisan

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Lisan adalah anugerah sekaligus ujian. Ia berukuran kecil, namun kuasa dan dampaknya sangat luas. Ia tidak bertulang, namun mampu menghancurkan dinding-dinding hubungan yang dibangun bertahun-tahun. Ia tak berbentuk tajam, namun bisa menoreh luka yang mungkin tak mudah sembuh seumur hidup. Maka tidak heran, para bijak bestari dari zaman ke zaman selalu mengingatkan tentang […]

  • Academic Writing Class 2022 # 2

    Academic Writing Class 2022 # 2

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar
  • Perdana! FITK UIN Jakarta Gagas Mimbar Guru Besar: Bangun Ekosistem Pendidikan Nasional Sehat Ala Islam

    Perdana! FITK UIN Jakarta Gagas Mimbar Guru Besar: Bangun Ekosistem Pendidikan Nasional Sehat Ala Islam

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT kanal31.com — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Program Studi PAI (Pendidikan Agama Islam) untuk pertama kalinya akan mengadakan even “Mimbar Guru Besar”. Dekan FITK, Prof .Dr. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D, kegiatan ini merupakan wadah bagi para guru besar terutama di lingkungan UIN Jakarta untuk menyampaikan pemikiran dan […]

  • Yuk Kenali Apa itu Jurnal Predator dan Ciri-ciri Predator Jurnal Ilmiah

    Yuk Kenali Apa itu Jurnal Predator dan Ciri-ciri Predator Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Saat ini, banyak mahasiswa dan dosen yang dituntut untuk melakukan mempublikasikan karya ilmiah yang sudah dibuatnya pada sebuah jurnal ilmiah internasional. Bagi sebagian mahasiswa, melakukan publikasi karya ilmiah di jurnal internasional menjadi salah satu syarat kelulusan. Sedangkan, bagi para dosen mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional menjadi salah satu syarat untuk naik pangkat. Namun, […]

expand_less