Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTEKNO » FGD Pascasarjana UIN SGD, Bangun Kolaborasi Sektor Perbankan dan Filantropi melalui Peluang Transformasi Digital

FGD Pascasarjana UIN SGD, Bangun Kolaborasi Sektor Perbankan dan Filantropi melalui Peluang Transformasi Digital

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com– Transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan dalam berbagai sektor, termasuk perbankan dan filantropi. Digitalisasi perbankan mendorong efisiensi operasional, inklusi keuangan, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. Di sektor filantropi, digitalisasi mendorong transparansi, kemudahan distribusi dana, dan optimalisasi penggalangan dana melalui platform daring.

Demikian kata Gina Sakinah, S.E.Sy, MM, ketua penyenggara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula Fakultas Syariah dan Hukum Kampus 1 UIN Bandung, Rabu (02/07/2025).

FGD dibuka oleh Direktur Pacasarjana UIN Bandung, Prof Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. Menghadirkan narasumber Prof. Dian Masyita, Ph.D (Komite Pengembangan Keuangan Syariah); Yosita Nur Wirdayanti, ST, MBA, MIFP (Plt. Direktur Jasa Keuangan Syariah); Prof. Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag (Pakar Ekonomi Syariah/Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah S3 Pascasarjana UIN Bandung); Syarif Hidayat (Islamic Ecosystem Business Solutios Deputy); dan H. Nur Efendi, S.Sos, ME (Board Trustees Rumah Zakat). FGD dipandu oleh Taufik Ridwan Murtadho, SE.Sy, ME.

Acara yang bertajuk “Digital Transformation in The Banking and  Philanthropy Sector : Oppotunities and Chalenges” ini diikuti oleh mahasiwa S1 dan Pascasarjana UIN Bandung; mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung; STAI Pelita Nusa Bandung Barat; STIE Gema Eidya Bangsa; IAI Tasikmalaya; dan STIES Garantara Sukabumi.

Transformasi digital  ini, lanjut Gina, tidak lepas dari tantangan seperti keamanan data, literasi digital yang rendah di sebagian kalangan, serta ketimpangan akses terhadap teknologi. “Maka dalam FGD ini penting dibahas peluang dan tantangan secara mendalam, guna merumuskan strategi yang tepat dan inklusif,” jelas Gina.

Ditanya tentang tujuan, Gina mengatakan, tujuan FGD agar bisa mengidentifikasi peluang dari transformasi digital di sektor perbankan dan filantropi. Mengidentifikasi tantangan dan risiko yang muncul dalam implementasi digital; mendorong sinergi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat transformasi digital yang inklusif; dan menyusun rekomendasi kebijakan juga strategi berbasis hasil diskusi.

Direktur Pacasarjana UIN Bandung, Prof Ahmad Sarbini menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan FGD ini. “Tidak sekadar relevan, tetapi juga penting; karena kita tidak bisa menghindar dari platform  digital, terutama pada sektor keuangan,” kata Prof. Sarbini, usai membuka acara.

Menurutnya, digital sudah menjadi bagian yang integral dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mempengaruhi berbagai kegiatan manusia. Memang ada tantangan dan risiko terkait teknologi digital ini, misalnya ancaman keamanan data yang bisa membuat kita menjadi was-was atau khawatir. Tapi yang jelas, kata Prof. Sarbini, teknologi digital ini sangat bermanfaat bisa menjadikan aktivitas hidup lebih efisien.

“Kemanjuan teknologi itu anugerah dari Allah SWT. Kita tinggal di bumi ini tidak lepas dari rencana Allah, supaya pandai memanfaatkan berbagai sumber daya, termasuk kecanggilan teknologi digital,” ujarnya.

Di bagian lain, sebagai Ketua Prodi HES S3 Pascasarjana Prof. Hasan Ridwan tidak hanya melahirkan sarjana secara formal dengan  memiliki intelektual yang mumpuni, tetapi juga berusaha melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki motivasi tinggi, kreatif dan inovatif, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.

“Kita punya SDM yang hebat, yang mampu membawa banyak perubahan di berbagai sektor, juga memiliki kapasitas untuk menghadapi dinamika zaman yang semakin pesat, dan mampu membangun Indonesia menjadi lebih maju,” katanya.

Oleh karenanya, dalam pengelolaan prodi Prof. Hasan Ridwan selalu mendorong mahasiswanya untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan, tidak hanya berkutat dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, berusaha meningkatkan academic skill dan membangun academic attitude. (nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

    Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama Republik Indonesia menggagas penerapan Kurikulum Cinta. Ini menjadi inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. Menurutnya, pendidikan karakter di Indonesia membutuhkan inovasi yang lebih mendalam, salah […]

  • Begini Inovasi Buruan Sae ala Cikawao. Apa Aja?

    Begini Inovasi Buruan Sae ala Cikawao. Apa Aja?

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Buruan Sae Sedari Lama di Cikawao tidak hanya panen hasil pertanian, tetapi juga mengajarkan cara menanam beragam metode, mengolah sampah, hingga membudidayakan ikan. Semua dijalankan bersama warga dan unsur kelurahan.   Kelurahan Cikawao Kecamatan Lengkong memiliki Buruan Sae Sedari Lama yang menjadi wadah pembelajaran sekaligus praktik nyata pemberdayaan dan pelestarian lingkungan. Tidak hanya […]

  • 4 Ilmu Kanuragan Tersohor di Jawa

    4 Ilmu Kanuragan Tersohor di Jawa

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM ILMU kanuragan tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Jawa zaman dahulu. Disamping untuk menjaga diri, ilmu kanuragan juga akan meningkatkan derajat seseorang yang memilikinya hingga nantinya mendapat gelar sebagai jawara. Ada beberapa ajian kanuragan yang sangat terkenal dalam dunia persilatan, baik itu aliran ilmu hitam maupun ilmu putih. Bahkan konon saat ini masih ada […]

  • Kesantunan Bangsa Indonesia Lahir dari Tradisi Pesantren

    Kesantunan Bangsa Indonesia Lahir dari Tradisi Pesantren

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kesantunan dan keramahan bangsa Indonesia yang kerap dipuji oleh masyarakat dunia tidak muncul secara tiba-tiba. Nilai-nilai luhur tersebut lahir dari tradisi pesantren dan pendidikan karakter yang diwariskan para kiai serta lembaga keagamaan di Tanah Air.   Pernyataan itu Menag sampaikan saat memberikan amanat dalam Apel […]

  • Polresta Bandung Bongkar Jaringan Pengedar Obat Berbahaya

    Polresta Bandung Bongkar Jaringan Pengedar Obat Berbahaya

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG, kanal31.com – Satnarkoba Polresta Bandung kembali menorehkan prestasi besar dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Satnarkoba Polresta Bandung berhasil mengamankan total 1.924.769 butir obat keras tertentu, termasuk tramadol dan eximer, yang siap diedarkan di wilayah Bandung Raya. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, dalam konferensi […]

  • Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    Krisis Identitas, Kesadaran Religi Menuju Maqom Lebih Tinggi

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Krisis identitas ada pada tahap Identity vs Role Confusion. Individu berusaha menjawab pertanyaan penting seperti “Siapa saya?” dan “Apa tujuan hidup ini?”. Krisis Identitas Personal Marcia mengidentifikasi empat status identitas, yakni diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement. Pada status moratorium, individu berada dalam tahap eksplorasi peran dan nilai, tetapi belum membuat komitmen yang jelas. […]

expand_less