Rabu, 27 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Matrikulasi, Gerbang Penguatan Linibasis Akademik

Matrikulasi, Gerbang Penguatan Linibasis Akademik

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com — Sebanyak 903 mahasiswa baru Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, termasuk 20 mahasiswa dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, resmi memulai perjalanan akademiknya melalui Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana 2025, di Gedung KH Anwar Musaddad, Rabu (20/8/2025).

Pembukaan Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana 2025 dihadiri oleh unsur pimpinan: Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag.; Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (A2KK), Dr. Drs. H. Nur Arifin, M.Pd.; Kepala Biro AUPK, Drs. H. Ajam Mustajam, M.Si.

Hadir pula Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M. Ag.; Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Prof. Dr. H. Aden Rosadi, M.Ag.; dan Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, MA

Dalam sambutannya, Plh. Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag. menegaskan bahwa matrikulasi bukan sekadar pengenalan kampus, melainkan pijakan awal untuk meneguhkan linibasis akademik, menuju transformasi mental, intelektual, dan spiritual.

“Pascasarjana, baik S2 maupun S3 tidak  sebatas peralihan jenjang pendidikan, tidak sekadar tangga berikutnya setelah sarjana, tetapi harus dipahami sebagai proses peralihan mental, intelektual, dan spiritual. Dari mahasiswa pencari ilmu menjadi ilmuwan yang meneguhkan identitas akademik, profesional, sekaligus rahmatan lil ‘alamin,” tegas Prof Tedi dalam keterangannya, Kamis (21/8/2025).

Mahasiswa pasca tidak cukup menguasai pengetahuan, tetapi harus mampu menumbuhkan etos akademik: disiplin, jujur, kritis, terbuka terhadap dialog, serta menjunjung tinggi integritas.  “Dosa terbesar di dunia akademik adalah plagiarisme. Itu harga mati yang tidak bisa ditawar. Plagiarisme adalah dosa akademik terbesar yang tidak bisa ditoleransi,’ tegasnya.

Menurut Prof. Tedi, kedisiplinan dan kejujuran ilmiah lebih berharga daripada kecerdasan intelektual. IQ bisa kalah oleh SQ, kecerdasan spiritual yang menuntun kesungguhan, kerendahan hati, dan kesabaran.

Dalam pemaparan materinya, Direktur Pascasarjaa, Prof. Ahmad Sarbini menekankan, mahasiswa Pascasarjana harus berani kritis dalam menyampaikan pendapat, aktif dalam dialog akademik multiarah, dan tidak hanya bergantung pada dosen. Proses transformasi gagasan, ilmu, hingga informasi harus diupayakan secara mandiri. “Tampilan boleh sederhana, tetapi karya dan prestasi harus luar biasa,” tegasnya.

Tim akademik Pascasarjana, memiliki tanggung jawab besar untuk mengadvokasi mahasiswa agar tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara kontekstual. Di sisi lain, mahasiswa dituntut untuk tangguh, tahan banting, dan konsisten mengembangkan konsep berbasis data, informasi, dan fakta.

Bagi mahasiswa S3, khususnya, tuntutannya lebih tinggi. Harus menguasai filsafat ilmu, memperkaya teori, bahkan menciptakan teori baru. Membaca tesis dan disertasi yang berkualitas menjadi bagian penting dari proses intelektual ini. “Pada akhirnya, harapannya jelas, mahasiswa Pascasarjana UIN SGD Bandung harus mampu menjadi kebanggaan kampus, keluarga, agama, dan bangsa,” bebernya.

Materi visi misi Pascasarjana juga memperkuat pesan utama bahwa orientasi pendidikan di UIN SGD Bandung berakar pada nilai rahmatan lil ‘alamin. Artinya, ilmu tidak berhenti pada teori, tetapi harus hadir sebagai manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, bahkan semesta. Integrasi antara ilmu duniawi dan ukhrawi menjadi ciri khas yang tak bisa dipisahkan.

 

Hidup Bagaikan Rumput

Pesan lain datang dari Prof. Mahmud, Ketua Senat UIN SGD Bandung. Ia menegaskan bahwa mahasiswa pascasarjana adalah bagian dari ulul albab, golongan pencinta ilmu yang tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjawab tantangan bangsa dan umat.

“Bangsa ini tidak boleh kalah oleh masalah. Kita tidak boleh berhenti pada keluhan, tetapi harus menghadapi masalah dengan teori dan ilmu,” ujarnya lantang.

Guru Besar Pendidikan ini mengingatkan filosofi sederhana namun kuat: hidup seperti rumput. Rumput tidak memiliki sertifikat tanah, tetapi tetap tumbuh di mana saja. Begitu pula mahasiswa pasca harus tangguh, tahan banting, tidak gampang menyerah. Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh, dialah yang akan berhasil.

Agenda matrikulasi juga memperkenalkan mahasiswa pada ekosistem akademik kampus. Salah satu yang paling ditekankan adalah peran Perpustakaan UIN Bandung, yang telah terakreditasi A. “Perpustakaan adalah tempat membaca masa depan. Tanpa perpustakaan, kita tidak punya masa lalu dan tidak akan punya masa depan,” tegas Prof. Agus Abdurrahman, Kepala Perpustakaan.

Dengan empat lantai, ruang diskusi ber-AC, akses internet, serta langganan jurnal internasional bereputasi, perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku, tetapi ruang untuk melahirkan gagasan. Sayangnya, kunjungan mahasiswa pasca masih terbilang minim. Padahal, karya ilmiah yang berkualitas hanya bisa lahir dari keterampilan membaca, mengkritisi, dan mengembangkan teori baru.

Di balik seluruh rangkaian kegiatan ini, ada benang merah yang diteguhkan Pascasarjana UIN Bandung bukan hanya membekali mahasiswa dengan gelar, tetapi dengan misi besar yang menjadi rahmat bagi semesta.

Orientasi ini mengajarkan bahwa ilmu tidak boleh berhenti pada tataran kognitif, tetapi harus berdampak pada kehidupan nyata. Riset harus menjadi solusi, bukan sekadar formalitas akademik. Penelitian bukan hanya untuk publikasi, tetapi untuk peradaban.

“Sebagai mahasiswa baru S3 Studi Agama-Agama, saya merasakan aura kuat yang ditanamkan pada hari pertama: bahwa gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.”

Akhirnya, sebagaimana pesan Ketua Prodi Studi Agama-Agama S3 UIN SGD Bandung, Prof. M. Yusuf Wibisono, perjalanan ini semoga membawa keberkahan, prestasi yang membanggakan, dan rahmatan lil alamiin. Sebuah perjalanan panjang meraih ilmu yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, tetapi juga bagi umat manusia, bahkan bagi semesta.

Selamat datang, mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung 2025. Mari kita songsong masa depan dengan ilmu, etos akademik, dan semangat rahmatan lil ‘alamin.*

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blockchain untuk Dunia Halal: Kolaborasi Internasional dari Bandung ke Korea

    Blockchain untuk Dunia Halal: Kolaborasi Internasional dari Bandung ke Korea

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Meneguhkan Kepemimpinan Indonesia dalam Standar Halal Digital Global   BANDUNG kanal31.com —UIN Sunan Gunung Djati Bandung (UIN Bandung) mencatat tonggak sejarah baru dalam diplomasi halal dan inovasi digital. Bersama perusahaan teknologi pangan Korea FutureSense dan Institut Teknologi Bandung (ITB), UIN Bandung menandatangani kerja sama strategis untuk mengembangkan Sistem E-Halal berbasis blockchain serta mendirikan Incheon Halal […]

  • Penjamian Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

    Penjamian Mutu Pesantren Tidak Gunakan Ukuran Formalitas tapi Pendekatan Agama

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan Kick Off program Majelis Masyayikh “Siap Melayani” di Jakarta. Menag mendukung upaya Majelis Masyayikh untuk terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan pesantren. Sebagai orang yang besar di pesantren, Menag melihat sesuatu yang perlu diperkuat adalah sistem pendidikan yang berbasis pada ilmu ketuhanan. Ia mengingatkan Majelis Masyayikh, dalam melakukan […]

  • Rakernas ASIKOPTI Periode 2023-2026 : Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam

    Rakernas ASIKOPTI Periode 2023-2026 : Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam

    • calendar_month Jum, 14 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Asosiasi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Islam (ASIKOPTI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Shakti Hotel, Kamis (13/6/2024). Acara yang dipimpin oleh Dr. Rika Lusri Virga, M.A. ini mengusung agenda penting berupa pembahasan dan penetapan program kerja ASIKOPTI untuk periode 2023-2026. Dalam RAKERNAS ini, ASIKOPTI menetapkan beberapa program kerja strategis yang terbagi dalam […]

  • Perdana, Writing Sprint Digagas Kelas Menulis FUAD IAIN KENDARI

    Perdana, Writing Sprint Digagas Kelas Menulis FUAD IAIN KENDARI

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KENDARI Hari ini Jum’at, (01/07/2022) Pukul 13.30 WITA di Kelas Menulis Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari akan berlangsung praktis penulisan artikel ilmiah secara offline. Mahasiswa sebanyak 50 Orang serentak akan melakukan praktik penguatan skills (keterampilan) academic writing. Pelatihan ini akan menerapkan strategi writing sprints melalui […]

  • Hore ! Kemenag – Majelis Masyayikh Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

    Hore ! Kemenag – Majelis Masyayikh Susun Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Salafiyah

    • calendar_month Kam, 22 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kementerian Agama bersama dengan Majelis Masyayikh menyusun  Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Pondok Pesantren Salafiyah. Penyusunan ini dikemas dalam Workshop Pemetaan Kurikulum Pondok Pesantren Salafiyah. Workshop diikuti 30 peserta, terdiri atas perwakilan Pesantren Salafiyah dan Majelis Masyayikh, serta sejumlah Kepala Bidang Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi. “Kami tengah merumuskn kriteria kelulusan santri pesantren salafiyah. Kriteria nantinya […]

  • Santri Muda Nusantara Layangkan 5 Tuntutan soal Narasi Pelecehan Kiai dan Lirboyo di TV Swasta

    Santri Muda Nusantara Layangkan 5 Tuntutan soal Narasi Pelecehan Kiai dan Lirboyo di TV Swasta

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ketua Santri Muda Nusantara (SAMUDRA), Ibrahim Nur A., atau akrab disapa daeng Ibe’ menyampaikan kecaman keras terhadap salah satu televisi swasta nasional yang menayangkan narasi berbau pelecehan terhadap Kiai dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Dalam pernyataannya, Ibrahim menilai bahwa tayangan tersebut tidak hanya melukai hati para santri, tetapi juga merendahkan martabat para Kiai yang […]

expand_less