Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Jejak Praktik Baik Gerakan Perdamaian di Kota Bandung

Jejak Praktik Baik Gerakan Perdamaian di Kota Bandung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Program Studi S1 Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Esoterika Fellowship Program, Initiatives for Change (IofC) Indonesia, dan Rumah Moderasi Beragama (RMB) menggelar “Peace Café: Belajar Bersama dengan Komunitas Perdamaian di Bandung” di Museum/Galeri Sejarah Kebudayaan Indonesia Tionghoa, Jl. Nana Rohana No. 37, Kota Bandung, Senin (24/11/2025).

Ketua Prodi SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, MA., didampingi Sekretaris Prodi SAA, Dr. Mulyadi, M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi akhir tahun bagi mahasiswa, komunitas, dan masyarakat sipil untuk meneguhkan semangat perdamaian, menguatkan empati sosial, serta membangun kesadaran lintas iman dan budaya. Interaksi langsung dengan situs-situs budaya, seperti Museum Tionghoa Bandung, menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

“Rangkaian acara meliputi belajar dan berinteraksi di Museum Tionghoa Bandung, serta Peace Café yang menghadirkan para pegiat perdamaian dari berbagai komunitas seperti Jakatarub, SEKODI, IofC Indonesia, PeaceGen, dan Studi Agama-Agama UIN Bandung,” ujarnya.

Peserta kegiatan meliputi mahasiswa dan dosen Prodi SAA, aktivis lintas iman dan budaya, komunitas perdamaian, serta Rumah Moderasi Beragama UIN Bandung.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran reflektif tentang pentingnya spiritualitas, empati, dan aksi damai. “Kami ingin memperkuat jejaring kolaboratif antar komunitas lintas iman dan lembaga pendidikan untuk membangun budaya damai,” jelasnya.

Dosen SAA, Dr. Neng Hannah, M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kuliah lapangan mahasiswa semester 3 mata kuliah Filsafat Agama. “Pada sesi pagi mahasiswa belajar sejarah dan kebudayaan Tionghoa, sementara sesi siang dilanjutkan dengan Peace Café bersama enam lembaga lintas iman: PeaceGeneration, Jakatarub, SEKODI, IofC Indonesia, Women Peace Creator, dan YDSP,” terangnya.

Peace Café ini merupakan kolaborasi dari enam sesi kuliah bersama Esoterika Fellowship Program. “Sebelumnya kami menghadirkan Dr. Bartolomus Samho (UNPAR), A. Gaus AF (EFP), dan dosen UIN Cirebon. Kegiatan hari ini adalah sesi kelima. Pertemuan terakhir pada 1 Desember mendatang akan menghadirkan Dr. Budhy Munawar-Rachman dalam kuliah umum di Aula Pascasarjana,” jelasnya.

Direktur RMB UIN Bandung, Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A., menegaskan bahwa Rumah Moderasi Beragama memiliki mandat untuk melakukan fasilitasi, advokasi, dan mediasi berbagai isu keberagamaan dalam kerangka trilogi kerukunan: antar umat seagama, antar umat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah.

“Rumah Moderasi Beragama juga berfungsi sebagai laboratorium moderasi yang terbuka bagi masyarakat. Melalui ragam simbol, ritus, tempat ibadah, dan kitab suci, masyarakat dapat belajar, memahami, dan menghormati keragaman keberagamaan,” paparnya.

Tingginya angka kekerasan berbasis agama di Jawa Barat menjadi tantangan yang harus direspons secara serius. RMB hadir untuk meminimalisir konflik, membangun jejaring, serta menguatkan gerakan hidup rukun dan berdampingan demi mewujudkan Bandung sebagai kota damai dan toleran.

Dalam kesempatan yang sama, Nita Ch. Lusaid dari Denny JA Foundation menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus dalam penguatan moderasi beragama. Program ini merupakan kerja sama sembilan perguruan tinggi: UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Kristen Indonesia (UKI), IPMI International Business School, Universitas Hindu Negeri (UHN), UIN Cirebon, STABN Sriwijaya, President University, UIN Ambon

Kehadiran kesembilan kampus ini menjadi kekuatan bersama untuk menumbuhkan spiritualitas universal yang inklusif, reflektif, dan membebaskan.

Diskusi Peace Café tahun ini difokuskan pada lima tema utama:
– Jakatarub: Advokasi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan pelibatan anak muda.
– SEKODI: Nalar kritis untuk keadilan dan inklusi sosial.
– IofC Indonesia: Kesehatan mental, resolusi konflik, dan budaya damai.
– PeaceGen Indonesia: Membangun empati dan kolaborasi perdamaian.
– Studi Agama-Agama UIN Bandung: Refleksi spiritualitas dan keberagaman.

Saat belajar di Museum Tionghoa Bandung, mahasiswa mengajukan sejumlah pertanyaan seputar: peran tokoh Muslim dalam sejarah Tionghoa di Indonesia, akulturasi budaya Tionghoa, Nusantara, figur Wali Songo yang memiliki jejak etnis Tionghoa, budaya perdagangan Tionghoa, hubungan hari raya Tionghoa dengan tradisi agama, serta asal-usul banyaknya kosakata serapan dari bahasa Tionghoa dan bahasa asing lainnya.

Antusiasme mahasiswa menunjukkan ketertarikan besar pada sejarah, keragaman budaya, dan dinamika perjumpaan antar komunitas. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Prodi Studi Agama-Agama dan Esoterika Fellowship Program. Melalui rangkaian Peace Café yang reflektif dan kolaboratif ini, UIN Bandung berharap semakin banyak mahasiswa dan komunitas yang berperan aktif dalam gerakan perdamaian di tingkat lokal. Upaya ini menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Bandung sebagai kota yang toleran, inklusif, dan damai, tempat keberagaman dirayakan serta dialog lintas iman dan budaya terus tumbuh dan menguat.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akreditasi Prodi Psikologi 2025, Fase Awal Buka Program Pendidikan Profesi dan S2

    Akreditasi Prodi Psikologi 2025, Fase Awal Buka Program Pendidikan Profesi dan S2

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung disarankan untuk segera membuka program pendidikan profesi, guna menghasilkan psikolog profesional dan kompeten. Kehadiran program ini sangat penting, untuk memenuhi kebutuhan praktisi bidang psikologi dan meningkatkan kualitas layanan publik. Saran ini dikemukakan oleh Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Seger […]

  • Prof. Dr. Dedah Jubaedah, M.Si: Konsistensi dalam Dedikasi, Inklusivitas, dan Perjuangan Kesetaraan

    Prof. Dr. Dedah Jubaedah, M.Si: Konsistensi dalam Dedikasi, Inklusivitas, dan Perjuangan Kesetaraan

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

      “Dalam bidang Sosiologi Hukum, kehadiran Prof. Dedah Jubaedah, M.Si sangat krusial. Keahliannya akan menjembatani aspek hukum formal dengan realitas sosial, terutama dalam isu kesetaraan gender, memberikan perspektif yang lebih adil dan empatik dalam penegakan hukum di Indonesia.” Prof. Dr. Dedah Jubaedah, M.Si. adalah bukti nyata bahwa ketekunan yang dibalut dengan kerendahan hati akan membuahkan […]

  • Top! 3 Widyaiswara Kemenag Sabet Penghargaan Jamnas APWI

    Top! 3 Widyaiswara Kemenag Sabet Penghargaan Jamnas APWI

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Tiga widyaiswara Balitbang Diklat Kementerian Agama meraih penghargaan pada Jambore Nasional (Jamnas) Widyaiswara III di Bandung. Even ini diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI). Dalam perhelatan tahunan terbesar bagi para widyaiswara se-Indonesia ini, dua widyaiswara dari BDK Ambon, Rahmadan dan Riana Antika Amahoroe, meraih juara pertama pada kategori inovasi widyaiswara. Karya inovasi […]

  • Targetkan Akreditasi Unggul, Prodi HPI Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jalani Asesmen Lapangan

    Targetkan Akreditasi Unggul, Prodi HPI Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jalani Asesmen Lapangan

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jember) —   Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menjalani serangkaian asesmen lapangan dalam rangka akreditasi prodi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hadir sebagai asesor BAN-PT yaitu Dr. Siti Rochmiyatun, SH., M.Hum dari UIN Raden Fatah Palembang dan Prof. Dr. Ahmad Musyafiq, […]

  • UiTM Malaysia Salurkan Sapi Kurban, Rp10 Juta, dan 250 Bingkisan Yatim Melalui Kolaborasi Internasional dengan UIN Bandung

    UiTM Malaysia Salurkan Sapi Kurban, Rp10 Juta, dan 250 Bingkisan Yatim Melalui Kolaborasi Internasional dengan UIN Bandung

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com – Semangat Idul adha 1447 Hijriah menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas negara melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang diselenggarakan oleh Program International Business, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia bersama Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.   Dalam kegiatan yang berlangsung di Yayasan Al Bana […]

  • Mengenal Afni Zulkifli, Bupati Siak, KDM Versi Perempuan

    Mengenal Afni Zulkifli, Bupati Siak, KDM Versi Perempuan

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    SIAK Kanal31.com —   Videonya sering muncul di beranda. Sering sidak sana, sidak sini. Selalu di lapangan. Kok mirip KDM ya. Saya coba juluki beliau, KDM versi perempuan. Mari kita kenalan dengan beliau sambil seruput Koptagul, wak!   Negeri Siak itu seperti Istana Asserayah Hasyimiah, megah, anggun, berdiri tenang di tepi Sungai Siak yang alirannya […]

expand_less