Breaking News:
Beranda » BEWARA » Eco Enzyme, Solusi Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah Organik dan Jernihkan Sungai

Eco Enzyme, Solusi Ramah Lingkungan untuk Atasi Sampah Organik dan Jernihkan Sungai

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Pengolahan sampah organik kini semakin berkembang dengan hadirnya inovasi eco enzyme, sebuah cairan serbaguna yang dihasilkan dari proses fermentasi sampah buah-buahan dan sayuran.

Bahan dasar pembuatannya sederhana, yaitu sampah organik, gula merah atau molasses, serta air yang kemudian difermentasi selama tiga bulan. Hasilnya adalah cairan berwarna yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari maupun pelestarian lingkungan.

Eco enzyme dikenal sebagai pembersih alami yang aman digunakan tanpa bahan kimia berbahaya. Cairan ini mampu digunakan untuk membersihkan lantai, peralatan rumah tangga, hingga membantu menghilangkan bau tidak sedap di ruangan. Selain itu, eco enzyme juga dapat dijadikan penyegar udara yang ramah lingkungan, memberikan alternatif baru bagi masyarakat untuk mengurangi penggunaan produk kimia.

Tak hanya sebagai pembersih, eco enzyme juga memiliki peran penting dalam menyuburkan tanaman. Ampas hasil fermentasi yang tersisa dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami. Kandungan nutrisinya membantu meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat.

Dengan memanfaatkan ampas eco enzyme, masyarakat dapat mengurangi limbah serta mendukung pertanian berkelanjutan skala rumah tangga.

Manfaat eco enzyme juga mencakup penggunaan untuk memperbaiki kualitas air. Cairan ini memiliki kemampuan menjernihkan air dan membantu mengurangi polusi, sehingga banyak komunitas lingkungan memanfaatkannya dalam program pelestarian sungai. Inovasi ini menjadi harapan baru untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui cara yang sederhana namun berdampak besar.

Di Kota Bandung, eco enzyme mulai diandalkan dalam berbagai aksi lingkungan, salah satunya melalui program Aksi Cinta Lingkungan di Sungai Cikapundung. Program ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menuangkan eco enzyme ke sungai sebagai upaya menjaga kejernihan air dan mengurangi pencemaran. Hal ini menjadi penting mengingat beberapa titik di Kota Bandung kerap menjadi langganan banjir akibat sedimentasi dan penumpukan sampah.

Camat Coblong, Krinda Hamidipradja, yang wilayahnya termasuk dalam salah satu dari tujuh kecamatan yang dilalui Sungai Cikapundung, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, penggunaan eco enzyme merupakan bentuk gerakan nyata masyarakat dalam menjaga sungai. “Kami sangat mendukung upaya ini. Eco enzyme terbukti membantu mengurangi pencemaran, dan peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian Sungai Cikapundung,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Sementara itu, Ibu Lili, salah satu pengelola eco enzyme di Kota Bandung, menyampaikan bahwa proses pembuatan eco enzyme dapat dilakukan oleh siapa saja. Ia menekankan bahwa manfaatnya sangat besar, tidak hanya untuk kebersihan lingkungan namun juga sebagai solusi pengolahan sampah organik rumah tangga. “Dengan membuat eco enzyme, kita bisa mengurangi sampah, menjaga sungai tetap bersih, sekaligus mendapatkan cairan serbaguna yang aman bagi lingkungan,” jelasnya.

Jika diperlukan revisi atau tambahan, silakan beritahu saya!

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa! Jurnal Studi Islam Ulumuna UIN Mataram Terindeks Scopus

    Luar Biasa! Jurnal Studi Islam Ulumuna UIN Mataram Terindeks Scopus

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Satu lagi jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terindeks di Scopus. Adalah Ulumuna, Jurnal Studi Islam yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini terindeks di Scopus per tanggal 20 Juli 2022. Dengan itu, otomatis Ulumuna memperoleh kenaikan status akreditasi ke Sinta 1, yang sebelumnya Sinta 2. Saat ini, sudah ada […]

  • Di Usia 56 Tahun, UIN SGD Harus Jadi Kiblat Peradaban Dunia

    Di Usia 56 Tahun, UIN SGD Harus Jadi Kiblat Peradaban Dunia

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Tasyakur Dies Natalis ke-56 dan Halalbihalal di Aula Anwar Musaddad, Selasa (23/4/2024). Dalam kegiatan ini Rektor Prof. Rosihon Anwar  mengundang para rektor sebelumnya, para penggagas IAIN/UIN Bandung, lembaga instansi pemerintah sekitar, perwakilan pemerintahan dan masyarakat sekitar, rekanan, serta para purnabakti. Dalam kesempatan itu, Rektor  mengucapkan apresiasi kepada […]

  • UIN Bandung menuju 2027: Melanjutkan Kepemimpinan Kolaboratif, yang Tak Lupa Akar Histori

    UIN Bandung menuju 2027: Melanjutkan Kepemimpinan Kolaboratif, yang Tak Lupa Akar Histori

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Oleh: Nanang Sungkawa —> Alumnus IAIN Cipadung, Bandung <— Arah  angin dan peta pertarungan ideologi kepemimpinan mulai hangat diperbincangkan menjelang kontestasi pemilihan Rektor UIN Bandung 2027. Momentum golden era yang tengah dinikmati kampus kebanggaan Jawa Barat ini tetap menuntut hadirnya sosok nakhoda —seorang pemimpin yang tidak sekadar matang secara akademis, tetapi juga piawai secara sosiologis, […]

  • Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

    Diprediksi, hanya 10 Gubes yang Berani Nyalon Rektor UIN Bandung

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 2Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki 55 Guru Besar (profesor). Mereka pemegang otoritas tertinggi di bidang akademik, karena perannya sebagai motor penggerak berbagai aktivitas di kampus. Mereka juga menjadi ikon universitas karena kontribusinya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga performa lembaganya menjadi bergengsi dan bereputasi. Karena perannya yang istimewa, wajar kalau ada regulasi yang […]

  • Menjadi Muslim di Era Algoritma

    Menjadi Muslim di Era Algoritma

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Hari ini kita hidup dalam dunia yang tampak memberi kebebasan tanpa batas, tetapi sebenarnya sangat terkurasi. Setiap kali kita membuka media sosial, kita merasa sedang memilih apa yang ingin kita lihat. Kita merasa menjadi pengendali atas informasi yang masuk ke dalam hidup kita.   Namun sering kali yang terjadi justru sebaliknya. Kitalah yang […]

  • UIN Jakarta Gelar Bedah Buku, Ekoteologi Manifestasi Fungsi Kekhalifahan Manusia

    UIN Jakarta Gelar Bedah Buku, Ekoteologi Manifestasi Fungsi Kekhalifahan Manusia

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Ekoteologi merupakan upaya manusia dalam menjaga alam semesta sebagai manifestasi teologis atas posisinya sebagai khalifah. Allah mengamanahi manusia sebagai khalifah, yang tidak hanya berkewajiban membangun harmoni antar sesama manusia, tetapi juga manusia dengan alam lingkungannya. Oleh karenanya, alam harus diperlakukan dengan baik, sehingga keberlangsungan alam dan kemanusiaan juga terjamin dengan semestinya. Hal […]

expand_less