Kamis, 9 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » UIN Jakarta Gelar Bedah Buku, Ekoteologi Manifestasi Fungsi Kekhalifahan Manusia

UIN Jakarta Gelar Bedah Buku, Ekoteologi Manifestasi Fungsi Kekhalifahan Manusia

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA kanal31.com — Ekoteologi merupakan upaya manusia dalam menjaga alam semesta sebagai manifestasi teologis atas posisinya sebagai khalifah. Allah mengamanahi manusia sebagai khalifah, yang tidak hanya berkewajiban membangun harmoni antar sesama manusia, tetapi juga manusia dengan alam lingkungannya. Oleh karenanya, alam harus diperlakukan dengan baik, sehingga keberlangsungan alam dan kemanusiaan juga terjamin dengan semestinya.

Hal ini diungkap oleh Dr. Suwendi, M.Ag, dosen UIN Jakarta dalam kegiatan Bedah Buku “Ekoteologi Islam: Konsepsi dan Implementasi” diterbitkan Kementerian Agama RI, yang diselenggarakan oleh Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Urais Binsyar Ditjen Bimas Islam secara daring, Rabu, (10/12/2025).

Turut hadir Dekan dan dosen FITK UIN Jakarta, pejabat di lingkungan Direktorat Urais Binsyar Kemenag RI, penghulu, kepala KUA, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum lainnya.

Suwendi menjelaskan bahwa gagasan ekoteologi pada dasarnya ingin mendorong peran agama yang lebih maksimal. Jika sebagian masyarakat beranggapan bahwa agama lebih dikonotasikan dengan menjalin relasi manusia dengan Tuhannya dalam bentuk ibadah vertikal semata, maka melalui ekoteologi peran agama lebih diintensifkan lagi. “Agama harus mendorong para pemeluknya untuk merawat dan menjaga bumi dan alam raya ini dengan baik; dan itu juga merupakan komitmen dirinya sebagai umat beragama yang tentu bernilai ibadah”, ungkapnya.

Dalam konteks pendidikan Islam, ekoteologi juga harus mampu diintegrasikan dengan proses pembelajaran di lingkungan pendidikan. “Kurikulum, pendekatan pembelajaran, dan orientasi pendidikan di lingkungan pendidikan Islam juga harus memastikan membangun kesadaran ekoteologi ini”, demikian ungkap Suwendi yang juga penulis buku tersebut.

Penulis lain yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Fawwaz Farhan Farabi, mahasiswa dan sekaligus Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Menurut lulusan MAN Insan Cendekia Serpong itu, dalam memanifestasikan ekoteologi ini, diperlukan kesadaran anti-SLAPP termasuk di kalangan umat beragama. SLAPP merupakan akronim dari Strategic Lawsuit Against Public Participation yang menjadi salah satu bentuk represi hukum yang paling sistemik terhadap pembela lingkungan. “Pembela lingkungan sudah saatnya diposisikan sebagai aktor sekaligus agen spiritualitas sosial yang harus dijamin eksistensi dan keamanannya, terlebih oleh negara”, ungkap Fawwaz.

Kriminalisasi terhadap pembela lingkungan hidup merupakan persoalan serius yang tidak hanya mengancam hak asasi manusia, tetapi juga merusak fondasi etika ekologis yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam. “Melalui pendekatan ekoteologi Islam, ditegaskan bahwa perlindungan terhadap pembela lingkungan adalah bagian dari amanah keagamaan dalam menjaga bumi sebagai ciptaan Tuhan yang harus dirawat secara adil dan lestari”, ungkap Fawwaz yang juga aktif sebagai penulis buku dan beberapa artikel yang terpublikasi di jurnal.

Narasumber lainnya adalah editor buku Ekoteologi Islam, Abd. Muid Nawawi. Menurutnya, ekoteologi lahir dari Kementerian Agama sebagai bahasa agama yang menyasar beberapa pihak. Di antaranya, pihak eksekutif, legislatif dan yudikatif. Selain itu, pihak intelektual, pemerhati, dan aktivis serta masyarakat umum. Bagi para pihak tersebut, gagasan ekoteologi hendaknya dijadikan sebagai landasan akademik dalam melakukan kerja-kerja strategisnya sekaligus dasar yang diterjemahkan ke dalam langkah yang lebih praktis. Demikian juga, bagi kampus UIN dan perguruan tinggi lainnya, ekoteologi menjadi “rumah” bagi banyak kajian Islam yang lebih spesifik, seperti ekoqurani, ekohadis, ekosufisme, dan lainnya.

Hal senada juga diamini oleh Dekan FITK UIN Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkia, M.A, Ph.D, Menurutnya, bedah buku ekoteologi ini patut diapresiasi sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Agama RI. “Dalam konteks Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, melalui buku ini diharapkan para guru mampu mengenalkan konsep ekoteologi ini sehingga pada gilirannya semua anak bangsa mampu mencintai dan merawat bumi dengan ramah dan baik”.

Insan Pane, Kasubtim pada Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais Binsyar, menyatakan bahwa buku ini lahir dari rangkaian kegiatan International Conference on Islamic Eco-Theology for the Future of the Earth, yang dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama pada Agustus tahun 2025 yang lalu. Buku ini lahir sebagai respon atas salah satu program prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Agama. “Untuk itu, penghargaan yang tinggi atas pelaksanan bedah buku ini”, ungkap Insan Pane.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ini Terima Sertifikat, Ini 18 Prodi UIN Yogyakarta Terakreditasi Internasional

    Hari Ini Terima Sertifikat, Ini 18 Prodi UIN Yogyakarta Terakreditasi Internasional

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Yogyakarta KANAL31.COM Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga menjadi universitas pertama di Indonesia dengan 18 program studi yang terakreditasi oleh Yayasan Akreditasi Administrasi Bisnis Internasional (FIBAA). Sertifikat akreditasi akan diserahkan hari ini kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin, dan pejabat lainnya. Sertifikat diserahkan oleh Mag.ª Diane Freiberger, MBA sebagai Managing Director FIBAA dan Viktoria […]

  • Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

    Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri presiden, kerap muncul penilaian yang reduktif: biaya, protokoler, dan angka-angka anggaran. Padahal, membaca kebijakan luar negeri hanya dari neraca pengeluaran adalah cara pandang yang terlalu sederhana.   Negara bukan sekadar entitas administratif, melainkan organisme politik yang hidup dari relasi, kepercayaan, dan posisi strategis dalam […]

  • Pastikan Arus Balik Nyaman, Wamenag Tinjau Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026

    Pastikan Arus Balik Nyaman, Wamenag Tinjau Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN kanal31.com  — Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, meninjau pelayanan arus balik di Masjid Ramah Pemudik. Ada dua lokasi yang dikunjungi, yaitu: Masjid Ar-Rivai TPI Medan dan Masjid Al-Jihad Batang Kuis, Deli Serdang.   Hadir, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut Syafrizal Bancin, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Sakoanda Siregar, Kepala […]

  • 3 Ciri Santri Ala UIN Bandung: Jaga Akhlak, Belajar Sungguh-sungguh dan Sukses Bersama

    3 Ciri Santri Ala UIN Bandung: Jaga Akhlak, Belajar Sungguh-sungguh dan Sukses Bersama

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Sebanyak 1.091 mahasiswa mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bertajuk “Gunung Djati Muda yang Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berbasis Rahmatan Lilalamin Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Anwar Musaddad. Untuk hari ketiga PBAK Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) diawali dengan Khotmil Qur’an […]

  • Sambil Santap Siang, Yuk Nikmati 3 Sensasi Sate Jando di Kota Bandung

    Sambil Santap Siang, Yuk Nikmati 3 Sensasi Sate Jando di Kota Bandung

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Berbicara kuliner di Kota Bandung tentu tidak akan pernah ada habisnya. Banyak sekali jajanan kuliner kaki lima yang bisa disantap untuk menu makan siang atau malam, nanti. Nah, jika sedang berada di Kota Bandung, kalian wajib mencoba hidangan khas para pecinta sate, yaitu Sate Jando. Hidangan ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya […]

  • Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    Prof Euis Sunarti : Pentingnya Kesehatan Mental IRT dalam Keluarga

    • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BOGOR Prof Euis Sunarti, Guru Besar IPB University menyebut, terdapat dua tipe perempuan yang bekerja. Pertama karena semangat dan aspirasinya dan kedua karena terpaksa. Ibu rumah tangga juga demikian, ada yang karena pilihan dan mengandalkan pendapatan suami. Ada pula yang terpaksa, karena ada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian. Pakar di bidang Ilmu Keluarga dan Konsumen, […]

expand_less