Breaking News:
Beranda » BEWARA » Indahnya Natal di Kota Bandung yang Merangkul Perbedaan

Indahnya Natal di Kota Bandung yang Merangkul Perbedaan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Pagi Natal, Kamis (25/12/2025), Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebon Jati Bandung perlahan dipenuhi jemaat. Ada langkah-langkah kecil anak yang digandeng orang tuanya. Ada senyum para lansia yang datang lebih awal dan sapaan hangat antarwarga yang sudah saling mengenal bertahun-tahun.

Di halaman gereja, petugas dan warga sekitar berdiri menyapa jemaat dengan ramah. Tidak ada jarak kaku, tidak ada perlakuan berbeda. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas pengamanan, melainkan isyarat bahwa kota hadir bersama warganya. Natal pun dirayakan penuh rasa nyaman.

“Rasanya tenang. Kami tidak merasa sendirian. Ada petugas, ada warga sekitar, semuanya saling jaga,” ujar Lina, salah seorang jemaat yang mengikuti ibadah pagi bersama keluarganya.

Baginya, Natal tahun ini bukan hanya soal ibadah, tetapi tentang perasaan diterima sebagai bagian dari kota.

Natal di Bandung hari ini menjadi pengingat bahwa kota yang ramah bukan hanya dibangun dari jalan yang rapi atau lampu yang menyala, tetapi dari sikap warganya. Dari cara minoritas merasa dilindungi, bukan sekadar diamankan. Dari ruang-ruang aman yang membuat setiap orang bisa beribadah dengan tenang.

Suasana hangat semakin terasa saat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan sambutan di dalam gereja yang tahun ini genap berusia 101 tahun. Menyapa para pendeta, penatua, dan seluruh majelis jemaat dengan nada akrab, seperti berbicara kepada keluarga sendiri.

“Selama lebih dari satu abad, gereja ini telah menjadi gereja yang menyinarkan cahaya Ilahi dalam hati semua manusia yang ada di Kota Bandung,” tutur Farhan dalam keterangannya, Jumat (26/12/2025).

Menurutnya, dari firman-firman yang disampaikan di ruang ibadah seperti inilah Bandung terus dikuatkan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.

Farhan kemudian mengulas tema Natal Nasional 2025: Allah datang menyelamatkan keluarga Indonesia. Kata “keluarga”, baginya, adalah kunci untuk memahami Indonesia dan juga Bandung. “Indonesia adalah sebuah keluarga besar. Dalam satu keluarga tentu ada banyak perbedaan,” ujarnya.

Perbedaan itu dengan sederhana, selera ayah, ibu, dan anak yang tidak selalu sama. Bahkan, dalam satu keluarga pun perbedaan keyakinan bisa ada. Namun, perbedaan tidak pernah menghapus ikatan persaudaraan.

“Bagaimanapun juga sebesar apa pun perbedaan antara saya dan Bapak Ibu sekalian, Anda semua tetap saudara saya,” katanya.

Dalam refleksinya, Farhan mengajak jemaat menengok sejarah Bandung sebagai kota kosmopolitan, kota tempat berbagai elemen bertemu dan hidup berdampingan. Dari kepentingan kolonial hingga kearifan lokal, dari elemen kebangsaan, kesukuan, keagamaan, hingga keilmuan.

Keberagaman itulah yang menjadikan Bandung sebagai kota yang penuh dinamika. Ada perbedaan, ada kekecewaan, bahkan ada kemarahan. Namun, semuanya dihadapi bersama. “Kita obati melalui waktu demi waktu dengan penuh kasih dan kesabaran,” kata Farhan.

Sambil mengingatkan kembali filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada kebenaran yang mendua, karena kebhinekaan pada hakikatnya adalah satu.

Filosofi inilah yang, menurutnya, diperjuangkan para pendiri bangsa menjelang Proklamasi, ketika mereka sepakat menjadikan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar pemersatu, bukan pemecah.

Warisan pemikiran itu kini nyata dalam kehidupan Bandung. Gereja-gereja tua, masjid-masjid berusia lebih dari seabad, hingga vihara yang berdiri kokoh, menjadi saksi bahwa kota ini dibangun di atas fondasi toleransi dan persaudaraan. “Apa yang sedang kita nikmati ini adalah sebuah warisan yang harus kita jaga,” ujar Farhan.

Caranya sederhana, membuka hati dan pikiran, serta meyakini bahwa semua adalah satu keluarga.

 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar: SPMB 2025 Berjalan Lancar dan Servernya Stabil

    Sekda Jabar: SPMB 2025 Berjalan Lancar dan Servernya Stabil

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 Tahap 1 berjalan lancar, serta sistem dan servernya stabil. “Sistem dan server SPMB 2025 dalam kondisi stabil dan aman. Meskipun ada gangguan teknis yang sempat terjadi di hari kedua, itu merupakan kendala bersifat lokal, bukan sistemik, dan telah […]

  • Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

    Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebanyak 1.103 wisudawan dari jenjang sarjana, magister hingga doktor hari ini, Sabtu, 29 November 2025 resmi dikukuhkan pada Wisuda ke-69 Gelombang Pertama Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (29/11/2025.   Acara itu sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-66 Uninus.   Toga dikenakan, foto diabadikan dan di tengah euforia itu, ada satu […]

  • Bahagia Wisuda Ekspresi Komitmen Pengabdian pada Bangsa, Negara, Agama   

    Bahagia Wisuda Ekspresi Komitmen Pengabdian pada Bangsa, Negara, Agama  

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Mari tunjukkan kepada dunia bahwa alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung siap melakukan berbagai kebaikan untuk kemaslahatan masyarakat/umat, sebagai implementasi Islam rahmatan lil alamin. Seruan ini disampaikan oleh Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. seusai melantik wisudawan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-102, yang digelar di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu […]

  • Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    Yuk Belajar Toleransi dari Pasewakan Ciparay Bandung 

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Magister (S2) Studi Agama-Agama (SAA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pasewakan Kerta Tataning Hirup Linuwih, Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (17/9/2025).   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga sore hari ini melibatkan mahasiswa S2 SAA bersama komunitas Aliran Kebatinan Perjalanan (AKP), salah satu penghayat kepercayaan […]

  • Pentingnya Komunikasi dan Konseling Berbasis AI bagi Penghulu

    Pentingnya Komunikasi dan Konseling Berbasis AI bagi Penghulu

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA KANAL31.COM — Sebanyak 80 penghulu dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Komunikasi dan Konseling Berbasis AI TalentDNA. Pelatihan ini berlangsung pada 13–14 Januari 2025 di Menara 165, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi penghulu dalam komunikasi publik, konseling rumah tangga, serta pemahaman psikologis berbasis teknologi AI TalentDNA untuk menekan angka perceraian dan menciptakan keluarga yang […]

  • Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

    Transformasi Kurikulum Berbasis Cinta ala UIN Bandung 

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4, Kamis (25/9/2025). Workshop bertajuk “Transformasi Kurikulum Prodi Berbasis Cinta, OBE, Rahmatan Lil’alamin, dan SMART, Menguatkan Lulusan Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berdampak di Asia Tenggara” ini menghadirkan narasumber Dr. Rusman, S.Pd., M.Pd, dosen Pengembangan Kurikulum Universitas […]

expand_less