Minggu, 12 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung
  • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Anak yang “gagal” di keluarga dan “tidak menjadi apa-apa,” ada di rumah mengurus orang tuanya sampai tua, seringkali lebih bermakna dan terasa manfaatnya ketimbang anak-anak yang “sukses” di kota-kota besar, jabatannya tinggi dan mentereng, jadi ini itu, tapi sulit pulang dan tak ada waktu sering menengok orang tuanya yang sudah report apalagi sakit-sakitan.

Akhirnya, banyak orang tua merasakan, anak yang ada di rumahlah, yang tak pernah jauh, yang tak sulit dipanggil dan disuruh karena selalu hadir di sisi orang tuanya, yang merawat fisik orang tuanya, yang tangannya sering menyentuhnya, yang terasa sebagai anak yang berbakti ketimbang anak-anaknya yang sukses nun jauh disana tapi orang tuanya merasa asing dengan mereka.

Kenyataan ini telah mendefinisikan ulang tentang “anak yang sukses” di dunia modern terutama di masyarakat Muslim. Buat apa anak-anaknya sukses material duniawi di kota besar, di luar negeri, tapi orang tuanya kesepian bahkan tak terurus maksimal ketika mereka membutuhkan kehadiran fisik anaknya, bukan uangnya, jabatannya dan fasilitasnya.

Bila ini dilematis antara tuntutan profesi dengan orang tua yang terabaikan, itu karena lingkungan hidup kita yang ukuran suksesnya adalah kesibukan, materi, jabatan tinggi dan hal-hal duniawi.

Banyak orang tua yang menyesal telah mendidik anak-anaknya dengan konsep modern, tapi ketika orang tua sakit repot, anak-anaknya sulit dihubungi, sulit pulang dan jarang datang, bahkan hingga ibunya atau bapaknya meninggal dunia.

Anak-anak yang sukses itu tak ada, tak hadir, hatinya jauh dan gagap ketika harus membaca do’a untuk ibunya di depannya. Pengetahuan agamanya nihil karena kesibukan dunia yang telah merampas waktunya dan hidupnya. Hidupnya habis untuk perusahaan tempat kerjanya, karena dipikirannya, itulah yang telah memberikan rizkinya bukan Tuhannya.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Targetkan Akreditasi Unggul, Prodi HPI Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jalani Asesmen Lapangan

    Targetkan Akreditasi Unggul, Prodi HPI Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Jalani Asesmen Lapangan

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jember) —   Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menjalani serangkaian asesmen lapangan dalam rangka akreditasi prodi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hadir sebagai asesor BAN-PT yaitu Dr. Siti Rochmiyatun, SH., M.Hum dari UIN Raden Fatah Palembang dan Prof. Dr. Ahmad Musyafiq, […]

  • Sebuah Riyadhah

    Sebuah Riyadhah

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam kesadaran ruhani, derajat spiritual atau level keimanan, bila kita memilih selalu yang lebih mudah, atau hidup kita ingin selalu mudah dan lancar, itu tidak salah, tapi itu artinya kita orang awam, keimanan biasa, kesadaran umum, tidak istimewa. Mudah dan senang itu adalah pilihan nafsu.   Bila ingin meningkatkan kesadaran, menempa kekuatan batin, […]

  • Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat menggelar Orasi Ilmiah dan Dialog Publik bertajuk “Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan: Kolaborasi Sipil untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Krisis Lingkungan”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, diikuti oleh 60 peserta luring di Aula PKBI Jawa Barat, […]

  • 3M: Maung, Milan, dan Madrid

    3M: Maung, Milan, dan Madrid

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 3M. Selain Maung (Bandung) dan Milan, Madrid adalah klub sepak bola yang saya suka. Dan salah satu pemain Los Blancos yang kerap menarik perhatian saya adalah Luca Modric. Ia berperan sebagai gelandang, tapi melampaui sekadar gelandang, Modric dalam penilaian saya adalah arsitek di lapangan yang berpikir. Sejak kedatangannya dari Tottenham Hotspur pada […]

  • 3 Pasangan Selebritas Rayakan Malam Natal di Luar Negeri

    3 Pasangan Selebritas Rayakan Malam Natal di Luar Negeri

    • calendar_month Rab, 25 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Merayakan Natal bersama keluarga adalah hal yang ditunggu-tunggu karena momen spesial yang datang setahun sekali. Selain di Indonesia, beberapa selebritas merayakan semarak Natal di luar negeri untuk pengalaman lain pada perayaan tahun ini. Dilansir dari laman Antara, berikut ini tiga artis yang merayakan Natal di luar negeri yang dipantau dari media sosial […]

  • Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya. Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau […]

expand_less