Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Ilmu, Adab, dan Arah

Ilmu, Adab, dan Arah

  • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GARUT kanal31.com — Pernah mendengar satu cerita tentang sebuah sekolah Islam yang membuatku diam sejenak… bukan karena kurikulumnya canggih, tapi karena sesuatu yang sering kita anggap “sepele”: adab kepada guru.

 

Katanya, di sekolah itu, sebelum belajar dimulai, siswa tidak langsung buka buku. Mereka berdiri, merapikan posisi duduk, lalu menundukkan kepala sejenak. Bukan ritual kosong—tapi cara sederhana untuk menghadirkan rasa hormat.

 

Guru masuk, dan suasana langsung berubah. Bukan karena takut… tapi karena ada kesadaran: “Ilmu yang akan kita terima hari ini, datang melalui perantara yang harus kita muliakan.”

 

Aku langsung bertanya dalam hati, di zaman sekarang, masihkah adab seperti itu kita jaga?

 

Karena jujur saja… di dunia pendidikan hari ini, kita sering sibuk mengejar nilai, ranking, prestasi, tapi lupa menanamkan satu hal yang justru jadi fondasi semuanya: cara bersikap kepada orang yang mengajarkan kita.

 

Dari cerita itu, aku menarik beberapa hal sederhana, tapi dalam maknanya:

✨ Adab kepada guru bukan soal formalitas, tapi sikap hati Bukan sekadar berdiri atau mencium tangan, tapi bagaimana kita mendengarkan tanpa meremehkan, menerima tanpa merasa paling benar.

 

✨ Tidak memotong pembicaraan Karena di situ ada latihan mengendalikan ego. Kadang bukan karena kita lebih tahu, tapi karena kita belum cukup sabar untuk memahami.

 

✨ Menjaga cara berbicara Nada, pilihan kata, bahkan ekspresi wajah— itu semua bagian dari adab. Bisa jadi ilmu tidak masuk, bukan karena sulit, tapi karena hati kita menutupnya.

 

✨ Menghargai usaha guru, sekecil apapun Mungkin tidak semua guru sempurna, tapi setiap dari mereka pernah memilih untuk tetap berdiri di depan kelas, meski lelah, meski tidak selalu dihargai.

 

✨ Tidak merendahkan atau membicarakan di belakang Karena saat kita merendahkan guru, sebenarnya kita sedang merendahkan pintu ilmu itu sendiri.

 

Dan yang paling menampar buatku adalah ini…

Adab itu tidak hanya diajarkan, tapi ditiru. Kalau di rumah, di lingkungan, atau bahkan di media sosial anak-anak terbiasa melihat guru diremehkan, lalu dari mana mereka belajar untuk menghormati?

 

Sebagai guru… aku jadi ikut bercermin. Sudahkah aku bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi sosok yang layak dihormati?

 

Dan sebagai orang dewasa… mungkin kita perlu kembali mengingat, bahwa sebelum menjadi pintar, kita perlu belajar menjadi santun.

Karena ilmu tanpa adab, bisa membuat seseorang terlihat tinggi… tapi kehilangan arah.

 

Kalau menurutmu, adab apa yang paling penting diajarkan ke siswa hari ini?

  • Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

  • Cimanis, Inovasi Permen Herbal ala Siswa MAN 13 Jakarta untuk Atasi Insomnia

    Cimanis, Inovasi Permen Herbal ala Siswa MAN 13 Jakarta untuk Atasi Insomnia

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BOGOR Kanal31.com — Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta berhasil menciptakan inovasi permen herbal bernama Cimanis yang dirancang untuk membantu mengatasi insomnia ringan dan meningkatkan kualitas tidur remaja. Karya kreatif berbasis riset ini dipresentasikan pada ajang Global Innovation and Entrepreneurship Festival (GIEF) yang berlangsung di Kampus IPB, Bogor, Jumat (16/1/2026). Inovasi Cimanis lahir dari […]

  • Ini Strategi Jitu Kang DS, Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun

    Ini Strategi Jitu Kang DS, Angka Pengangguran di Kabupaten Bandung Terus Menurun

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KAB. BANDUNG KANAL31.COM- Di akhir tahun 2024, Bupati Bandung Dadang Supriatna mampu menurunkan angka pengangguran hingga 6,36 persen, yang semula 8,58 persen (2020). Bupati yang akrab disapa Kang DS ini mampu melakukan adaptasi, evaluasi, dan menggali berbagai problematika terkait dengan banyaknya pengangguran ini. Dengan langkah pasti, melalui kebijakannya sedikit demi sedikit problem pengangguran bisa teratasi. […]

  • Ayo Ikutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau Ala Kemenag

    Ayo Ikutan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau Ala Kemenag

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Kementerian Agama segera merilis kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK). Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi saat focussed group discussion (FGD) Pembahasan Kebijakan RPL pada PTK dan Ma’had Aly. FGD diselenggarakan Subdit Pengembangan Akademik di Jakarta. Hadir, perwakilan berbagai satuan kerja Kementerian Agama yang […]

  • Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    Ayo Berwisata ke Makam Sunan Gunung Jati

    • calendar_month Minggu, 3 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Cirebon) Makam Sunan Gunung Jati adalah salah satu tujuan wisata sejarah dan religi yang ada di Kabupaten Cirebon. Hal ini karena Sunan Gunung Jati adalah salah satu Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di Cirebon. Sunan Gunung Jati juga sempat memimpin Kesultanan Cirebon usai diberikan takhta oleh Pangeran Cakrabuana dengan gelar Panetep Panatagama. Sunan […]

  • Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    Warisan Budaya Indonesia, Wamenag Apresiasi Tradisi Gotong Toapekong

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Tangerang) — Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi prosesi 12 tahunan Gotong Toapekong di Kota Tangerang. Ia juga mengucapkan selamat karena tradisi masyarakat Tionghoa ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. “Kami atas nama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, Pengurus Boen Tek […]

expand_less