Intelektualisme Islam selalu Berdinamika dalam Konteks Ruang dan Waktu
- account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
- calendar_month Ming, 14 Jun 2026
- comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com — Trajektori evolusioner Sejarah Sosial Intelektual Islam menegaskan bahwa agama Islam tidak pernah berhenti pada ruang hampa doktrinal; ia terus mengonstruksi sejarah dengan merespons kekuatan-kekuatan geopolitik, kolonialisme, dan perubahan struktur kebudayaan secara dialektis.
Transmisi tradisi keislaman Nusantara, sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra dan Michael Laffan, menyingkap jalinan kosmopolitan yang membentuk ikatan kebangsaan modern, menggantikan sinkretisme pasif melalui koneksi jaringan intelektual Timur Tengah dan tantangan kolonial Belanda. Di tingkat mikro-lokal, sosiologi perubahan Taufik Abdullah dan paradigma Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo menghadirkan praksis pembebasan yang menjadikan spiritualitas transenden sebagai motor keadilan emansipatoris, mengoreksi humanisme dan metodologi sekuler yang merusak.
Sementara itu, guncangan modernitas internasional direkonstruksi secara progresif oleh serangkaian pembongkaran epistemologis. Mulai dari liberalisme abad ke-19 dari Albert Hourani, penemuan nilai universal rasionalisme etis Double Movement Fazlur Rahman, hingga pembongkaran dekonstruktif tabu intelektual L’impensable Arkoun dan prioritas akal Burhani Al-Jabiri. Seluruh pijakan teoretis tersebut disempurnakan oleh sosiologi teologi perlawanan kelas Ali Syari’ati dan desain keadilan moneter fundamental Baqir al-Sadr. Berpijak pada struktur peradaban masa lalu (longue durée), para pemikir Islam terbukti tidak berdiam diri mengulangi retorika masa lalu. Mereka terus mereproduksi diskursus historis untuk membongkar hegemoni masa kini dan merekayasa peradaban masa depan, di mana iman dan rasio menyatu secara organis untuk mewujudkan ekuilibrium keadilan global, moralitas kosmik, dan pembebasan kemanusiaan secara sejati.
- Penulis: Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung

Saat ini belum ada komentar