Selasa, 16 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Memimpin Negara itu Mudah

Memimpin Negara itu Mudah

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, banyak orang mengira memimpin negara itu mahasulit. Namun dalam banyak hal, memimpin negara itu lebih sederhana daripada memimpin keluarga. Negara dapat diatur dengan hukum dan kewenangan, sementara keluarga hanya dapat dipimpin dengan kasih, pengertian, kesetiaan, keteladanan dan tanggung jawab.

 

Sekilas, negara tampak sebagai puncak kerumitan organisasi manusia. Padahal, sesungguhnya ia hanyalah institusi kehidupan sosial sehari-hari yang diperluas ke dalam skala yang lebih besar.

 

Kita terbiasa percaya bahwa semakin besar sesuatu, semakin rumit ia diatur. Maka negara dibungkus dengan bahasa yang tinggi, teori yang tebal, dan jabatan yang terdengar seperti beban di luar jangkauan manusia biasa. Namun sejarah sering menyimpan ironi yang tidak selalu diucapkan dengan keras: ada orang yang mampu mengatur jutaan manusia di atas peta, tetapi goyah dalam mengelola beberapa relasi yang paling dekat di dalam hidupnya sendiri.

 

Nelson Mandela memimpin salah satu transisi politik paling rumit dalam sejarah modern, dari konflik panjang menuju rekonsiliasi nasional yang diakui dunia. Namun di balik itu, kehidupan pribadinya tidak selalu berjalan dalam harmoni yang sama, dan pernikahannya berakhir dengan perceraian.

 

Mao Zedong membentuk ulang sebuah bangsa, tetapi di balik itu kehidupan pribadinya jauh dari stabil, dengan relasi keluarga dan rumah tangga yang tidak pernah benar-benar utuh.

 

Bahkan Winston Churchill, yang kata-katanya mampu membakar semangat perang, pernah menyiratkan—dalam semangat retoriknya—bahwa pertempuran yang paling melelahkan sering tidak terjadi di medan perang, melainkan di ruang yang paling dekat dengan meja makan.

 

Mungkin kita keliru membaca skala. Kita mengira yang jauh pasti lebih rumit, padahal yang dekat justru paling sulit disederhanakan.

 

Sebab negara, jika dikupas sampai ke dasarnya, bukanlah labirin yang mistis. Ia adalah hal-hal yang justru terlalu sederhana untuk terus-menerus dibuat rumit: jalan yang harus diperbaiki, sekolah yang harus berjalan, orang yang harus bekerja, dan komitmen yang tidak ikut berubah setiap kali pemimpin berganti.

 

Di titik itu, paradoksnya menjadi jelas: semakin kita membungkus negara dengan kerumitan, semakin kita menjauh dari hal-hal yang sebenarnya membuatnya bekerja.

 

Tugas pemimpin negara adalah menemukan kesederhanaan di balik kompleksitas. Seperti yang pernah disiratkan Sun Tzu: di tangan pemimpin yang tercerahkan, hal yang rumit menjadi sederhana; di tangan pemimpin yang tergelapkan, hal yang sederhana menjadi ruwet.

 

Dalam kaitan itu, ada formula sederhana yang telah terbukti ampuh untuk memimpin negara di segala zaman.

 

Pertama, jangan terlalu sering mengganggu rakyat yang sedang berusaha hidup. Sebab banyak kegagalan bukan lahir dari kurangnya kebijakan, melainkan dari hasrat mengatur yang berlebihan.

 

Kedua, jaga kepercayaan rakyat. Sebab negara tidak bisa berjalan hanya dengan kekuasaan, tetapi juga dengan keyakinan bahwa kekuasaan itu layak dipercaya. Tanpa kepercayaan, negara hanya bisa berjalan dengan paksaan—aturan harus terus diawasi, dan kepatuhan menjadi beban yang mahal.

 

Ketiga, jangan membelanjakan uang negara lebih banyak daripada yang masuk. Kalau terpaksa berutang, pastikan utang itu digunakan untuk hal yang membuat negara bisa tumbuh dan membayarnya kembali. Sebab negara yang terus hidup di luar batas kemampuannya akan kehilangan kebebasan untuk menentukan masa depannya sendiri.

 

Keempat, pilih orang yang benar-benar mampu bekerja, lalu beri mereka ruang untuk bekerja. Sebab birokrasi sering bukan gagal karena kekurangan orang cakap, melainkan karena terlalu banyak campur tangan.

 

Kelima, patuhi aturan bahkan ketika aturan tidak menguntungkan Anda. Dan jika aturan itu buruk, ubahlah dengan cara yang benar—di situlah kekuasaan diuji: apakah ia digunakan untuk kepentingan umum atau kepentingan diri sendiri.

 

Keenam, jangan hanya mengejar kemenangan jangka pendek. Pikirkan akibat keputusan hari ini bagi negara puluhan tahun ke depan, karena yang baik untuk negara sering tidak langsung terlihat sebagai keberhasilan.

 

Pada akhirnya, yang membuat memimpin negara tampak sulit bukan kompleksitasnya, melainkan kebiasaan kita menolak kesederhanaan yang menuntut konsistensi.

 

Seperti yang pernah disiratkan oleh Leonardo da Vinci, kesederhanaan bukanlah ketiadaan kedalaman, melainkan tanda bahwa kedalaman itu telah dipahami sampai tidak perlu lagi dipamerkan.

 

Namun manusia kerap meragukan hal-hal yang sederhana. Kita lebih mudah terpikat oleh kerumitan yang tampak cerdas daripada menerima kebenaran yang tampak sederhana.

 

Memimpin negara tak serumit yang dibayangkan. Negara berjalan karena hal-hal sederhana yang mendasar. Ketika hal-hal sederhana itu terjaga, negara dapat bertahan. Ketika hal-hal itu terabaikan, tak ada kerumitan apa pun yang dapat menyelamatkannya. Pada akhirnya, yang menopang ketahanan sebuah negara bukanlah kerumitan, melainkan kesederhanaan yang dijaga dan dijalankan dengan setia.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag – BAZNAS Bentuk Satgas Optimalisasi Pengumpulan Zakat untuk Beasiswa

    Kemenag – BAZNAS Bentuk Satgas Optimalisasi Pengumpulan Zakat untuk Beasiswa

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membentuk Satuan Tugas (Task Force) untuk mendorong optimalisasi pengumpulan zakat. Task Force ini juga bertujuan untuk menggencarkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2024 yang diluncurkan pada 23 Juli 2024. Pembentukan Task Force yang terdiri dari Kemenag dan BAZNAS ini merupakan […]

  • 5 Rekomendasi Situs Jurnal Ilmiah yang Bisa Diakses Gratis

    5 Rekomendasi Situs Jurnal Ilmiah yang Bisa Diakses Gratis

    • calendar_month Kam, 7 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Apakah Anda sedang mengerjakan karya tulis ilmiah? Tentunya Anda membutuhkan jurnal ilmiah sebagai referensi. Apa saja situs jurnal ilmiah yang dapat Anda akses? Dalam membuat karya tulis ilmiah, tentunya Anda memerlukan jurnal ilmiah yang nantinya dijadikan sebagai referensi. Tujuannya agar data atau informasi dalam karya ilmiah akurat dan kredibel. Saat ini, banyak situs jurnal ilmiah yang bisa diakses […]

  • Bikin Bangga Anak Muda Mampu Sampaikan Pendapat dan Gagasan tentang Moderasi Beragama

    Bikin Bangga Anak Muda Mampu Sampaikan Pendapat dan Gagasan tentang Moderasi Beragama

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sangat bangga dengan kemampuan anak-anak muda menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang moderasi beragama. “Saya berbesar hati karena Kementerian Agama sudah berhasil menyaring anak-anak muda yang memiliki keahlian berpidato, menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang kebhinekaan, tentang moderasi beragama, dan tentang keberagaman,” terang Menag saat pengumuman juara Kompetisi Pidato […]

  • Asyik! Sambut Ramadan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

    Asyik! Sambut Ramadan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais), Kementerian Agama (Kemenag), kembali meluncurkan program Dai (pendakwah) 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Ada 500 Dai dan Daiyah yang akan dikirim untuk berdakwah selama Ramadan 1445 H/2024 M. “Saya mengapresiasi tekad dan dedikasi para Dai/Daiyah untuk menyampaikan syiar Islam di wilayah 3T. Tugas mulia ini membutuhkan keberanian, ketekunan, serta […]

  • Video Menembus Batas

    Video Menembus Batas

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31- Kisah Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-82 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Keluarga adalah harta paling berharga yang tiada bandingannya. Tempat paling menenangkan di tengah riuhnya dunia, tempat terbaik untuk berkeluh kesah saat lelah mendera. Ya, begitulah harapan setiap insan. Tapi tidak bagi Amanah, mahasiswa Jurusan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berasal dari […]

  • Lanjutkan Dukungan Kemerdekaan Palestina, Rektor UIN Jakarta Apresiasi Presiden Prabowo

    Lanjutkan Dukungan Kemerdekaan Palestina, Rektor UIN Jakarta Apresiasi Presiden Prabowo

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Dalam pidato perdananya di Sidang Paripurna Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten mendukung rakyat Palestina yang masih mengalami penindasan dan ketidakadilan. “Sebagai […]

expand_less