Rabu, 1 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Masa Depan Duh, Emak-emak Lampung, Kenapa Jokowi Ekonomi

Masa Depan Duh, Emak-emak Lampung, Kenapa Jokowi Ekonomi

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • comment 0 komentar

“Baginda Pemuka Bangsa” Kok Didemo?

LAMPUNG, kanal31.com — Ras terkuat, emak-emak asal Lampung gelar demo. Yang didemo mantan orang terkuat di negeri ini, Jokowi. Padahal, para raja di sana menganugerahi ayah Gibran ini dengan gelar “Baginda Pemuka Bangsa”. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Demo emak-emak ini bukan di stadion, bukan pula di arena UFC, melainkan di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026. Tempat yang mendadak berubah menjadi panggung opera politik, festival budaya, sekaligus sinetron baru “Merebut Singasana 2029.”

 

Di satu sisi, lima kerajaan adat Lampung dengan khidmat, sakral, penuh aura mistis level serial kerajaan Turki, menganugerahkan gelar adat tertinggi “Baginda Pemuka Bangsa” kepada Joko Widodo. Ada prosesi adat, ada tarian, ada simbol-simbol kebesaran. Bahkan, ada ritual menginjak kepala kerbau. Untunglah kerbaunya tidak mengajukan gugatan ke pengadilan hewan. “Kok kerbau sih, Bang?” “Udah ente diam jak, ikuti sinetronnya.” Ups

 

Jokowi berdiri gagah memakai pakaian adat Lampung. Wibawanya seperti raja yang baru pulang dari ekspedisi menaklukkan tujuh samudra, delapan gunung, dan sembilan grup WA ormas yang isinya ngakak ngopi mulu.

 

Eh, di bawah tugu yang sama, muncul pemandangan yang membuat Isaac Newton mungkin bangkit dari kuburnya hanya untuk memastikan hukum gravitasi masih berlaku.

 

Ratusan emak-emak berbaju gamis hitam berbaris rapi seperti pasukan elite Avengers cabang pengajian. Mereka membawa spanduk bertuliskan, “Pak Jokowi, tunjukkan ijazahmu!” Nuan bayangkan betapa bingungnya semesta.

 

Di atas panggung ada seseorang baru saja dinobatkan menjadi Baginda Pemuka Bangsa.

 

Di bawah panggung ada emak-emak yang berkata, “Baginda boleh, tapi rapor SD mana?”

 

Ini seperti seseorang baru menang Nobel Fisika, lalu tetangga sebelah bertanya, “Ijazah TK masih ada, Bang?”

 

Aksi tersebut digelar oleh Forum Suara Masyarakat Lampung (FSML). Dipimpin Gunawan Parikesit dan Meri, mereka datang membawa satu mobil komando dan tiga bus besar. Komposisinya persis rombongan arisan akbar yang salah belok dan nyasar ke konferensi geopolitik.

 

Orasi berkumandang. Roy Suryo diteriakkan. dr. Tifa disebut-sebut. KM 50 dibahas. Peristiwa 21-22 Mei 2019 diangkat kembali.

 

Pokoknya lengkap. Tinggal kurang diskusi tentang black mamba, malam Jumat, dan mengapa kaleng Khonguan isinya rengginang.

 

Mereka menilai safari politik Jokowi merupakan agenda terselubung menuju Pemilu 2029. Padahal bisa jadi Jokowi cuma ingin keliling, makan seruit, foto-foto, dan pulang sebelum magrib sambil memikirkan kapan Pertamax turun.

 

Namun di negeri ini, orang membeli bakso saja bisa dicurigai sedang menyusun strategi kudeta. Yang membuat cerita ini yang suka mojok di warkop bisa saja dituduh buzzer.

 

Kalau kelompok pertama membawa spanduk tuntutan ijazah, kelompok kedua justru membawa senyum, ponsel, dan niat suci mencari selfie bersama Jokowi.

 

Terjadilah apa yang bisa disebut sebagai Perang Saudara Emak-emak Jilid Lampung.

 

Satu kubu berteriak, “Tunjukkan ijazah!”

 

Kubu lain menjawab, “Pak, sini dulu selfie!”

 

Polisi yang berjaga sampai ratusan personel mungkin mulai mempertanyakan pilihan karier mereka. Karena menghadapi demonstran biasa masih ada SOP.

 

Menghadapi emak-emak? SOP-nya mungkin hanya satu, “Tetap tenang, jangan menyela, jangan membantah, dan jangan sekali-kali mengatakan, iya, Bu.”

 

Lalu lintas pun tersendat. Bukan semata-mata karena jalan sempit.

 

Tetapi karena warga sengaja memperlambat kendaraan demi menyaksikan tontonan gratis yang lebih seru daripada sinetron prime time.

 

Di kiri ada prosesi adat. Di kanan ada demonstrasi. Di tengah ada polisi. Di belakang ada pedagang es.

 

Lengkap. Tinggal masukin komentator Pildun. “Baginda bergerak dari sisi kiri lapangan! Emak-emak menekan tinggi! Spanduk dinaikkan! Polisi bertahan! Penonton bersorak! Ini luar biasa!”

 

Puncak ironi memang terasa nikmat. Seseorang baru saja memperoleh gelar Baginda Pemuka Bangsa, gelar yang lahir dari adat, simbol kehormatan, dan legitimasi budaya.

 

Tetapi sebagian masyarakat tetap berkata, “Baginda nanti dulu, Pak. Fotokopi legalisirnya mana?”

 

Mungkin inilah negeri MBG. Negeri yang bisa menggabungkan kerajaan adat, demokrasi jalanan, teori konspirasi, nostalgia politik, budaya selfie, kemacetan, dan semangat emak-emak menjadi satu paket hiburan nasional.

 

Kalau Shakespeare hidup di Indonesia, dia mungkin pensiun jadi penulis drama. Karena negeri ini sudah menulis naskahnya sendiri.

 

Kita semua, suka tidak suka, hanyalah penonton yang kebagian kursi paling depan sambil menyeruput kopi malam minggu.

 

Selamat datang di republik yang tidak pernah kekurangan bahan tertawaan. Besok mungkin ada lagi.

 

Siapa tahu gelar berikutnya adalah Baginda Pemuka Semesta, tetapi tetap ditanya, “Pak, ijazah pramukanya masih ada, kan?”

 

Begitulah negeri +62. Selalu berhasil membuktikan, politik kita bukan sekadar kontestasi kekuasaan. Tetapi juga festival komedi terbesar di Asia Tenggara.

 

“Bang, siapa sih yang gerakkan emak-emak demo Jokowi tu?”

 

“Saya sih tahu, wak. Cuma pura-pura tak tahu aja.” Ups

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    JDIH Award Tingkat Provinsi Jabar 2025, UIN Bandung Borong 3 Penghargaan 

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih tiga penghargaan pada Pertemuan dan Pemberian Penghargaan Anggota JDIH Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin (29/9/2025).   Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan […]

  • Selamat! UIN Sumatera Utara Terakreditasi Unggul dari BAN-PT

    Selamat! UIN Sumatera Utara Terakreditasi Unggul dari BAN-PT

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Medan) — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) terus menorehkan prestasi. Setelah melalui perjuangan dan upaya panjang , UIN-SU Medan berhasil meraih akreditasi Perguran Tinggi (APT) dengan predikat ‘Unggul’ dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Predikat akreditasi unggul untuk Institusi ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) BAN-PT Nomor: 1936/SK/BAN-PT/AK/PT/X/2024, yang diterbitkan pada Sabtu 19 […]

  • Rapat Kerja FTK UIN Bandung 2026 Bahas Pendidikan Masa Depan dengan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

    Rapat Kerja FTK UIN Bandung 2026 Bahas Pendidikan Masa Depan dengan Nilai Rahmatan Lil ‘Alamin

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIANJUR Kanal31.com — Dalam upaya memperkuat kualitas mutu pendidikan, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 bertajuk “Menavigasi Pendidikan Masa Depan dalam Membangun Peradaban Berbasis Nilai Rahmatan lil ‘Alamin” yang berlangsung di Hotel Horison, Cianjur selama tiga hari, Kamis–Sabtu (29–31/1/2026). Raker dibuka secara resmi oleh Rektor UIN […]

  • UI-Samsung Kembangkan Riset AI dan Robotika

    UI-Samsung Kembangkan Riset AI dan Robotika

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL.31.COM-Seiring dengan kemajuan teknologi, Universitas Indonesia (UI) sebagai perguruan tinggi selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian yang berdampak bagi masyarakat. Untuk itu, Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) bersama dengan Samsung Research Indonesia (SRIN) berkolaborasi dalam bidang teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan robotika. Dekan Fasilkom UI, Dr. Ir. Petrus Mursanto, […]

  • Indonesia dan Kenya Bahas Peran Masyarakat Sipil dalam Pencegahan Terorisme

    Indonesia dan Kenya Bahas Peran Masyarakat Sipil dalam Pencegahan Terorisme

    • calendar_month Sel, 4 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KENYA KANAL31.COM — KBRI Nairobi menjadi tuan rumah dialog bilateral Indonesia-Kenya yang bertajuk “The Whole of Government and The Whole Society Approach: The Significant Role of Civil Society in PCVE Efforts in Indonesia and Kenya” pada Senin (3/2/2025). Dalam dialog ini, kedua negara menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme […]

  • Bukan Hanya Ilmu Agama, Arab Saudi Tawarkan Beasiswa Ilmu Sains dan Teknologi

    Bukan Hanya Ilmu Agama, Arab Saudi Tawarkan Beasiswa Ilmu Sains dan Teknologi

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-ARAB, Perguruan Tinggi Negeri di Arab Saudi sekarang tak hanya memberikan beasiswa untuk mempelajari ilmu agama, tetapi juga ilmu sains dan teknologi. Karena itu saat ini terbuka peluang kerja sama antara universitas di Indonesia dengan universitas yang ada di Arab Saudi. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Badrus Sholeh mengatakan saat ini terjadi arah perubahan […]

expand_less