Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » INSPIRASI » PSGA LP2M UIN Bandung Hadirkan Dr. Claire-Marie Hefner Bahas Etika Digital di Pesantren

PSGA LP2M UIN Bandung Hadirkan Dr. Claire-Marie Hefner Bahas Etika Digital di Pesantren

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com Pesatnya perkembangan teknologi digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan etika dan moral generasi muda, khususnya perempuan muslim di lingkungan pendidikan Islam.

Merespons dinamika tersebut, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Bandung menggelar International Public Lecture #4 di Aula LP2M, Selasa (04/08/2026), dengan narasumber antropolog terkemuka asal Union College, New York, Dr. Claire-Marie Hefner.

Acara yang bertemakan “Negotiating Moral Boundaries in Digital Space: Gender and Young Muslim Women’s Ethical Learning in Pesantren and Islamic Higher Education” ini, dibuka Wakil Rektor I UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag, didampingi ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Hj. Enung Supartini Rosihon, S.S.

Dalam sambutannya Prof. Dadan menyoroti bagaimana lembaga pendidikan Islam kini beradaptasi dengan gelombang teknologi. Berdasarkan studi etnografis di berbagai pesantren di Jawa, terdapat tiga pola respons utama:

  1. Pesantren yang masih menolak penggunaan gawai.
  2. Pesantren yang berada pada tahap awal adaptasi.
  3. Pesantren yang telah aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kurikulum pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan Islam adalah hal yang krusial. “Literasi digital penting agar kita mampu menyaring berbagai aspek dalam bersosial media, termasuk bagaimana menggunakan internet secara sehat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LP2M UIN Bandung, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. berharap diskusi tersebut dapat memberikan insight konkret untuk mengantisipasi dampak negatif gawai tanpa mengesampingkan potensi positifnya.

Menurut Dr. Setia, ruang digital perlu dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan etika dan batas-batas moral. “Melalui penjelasan dari narasumber, kita bisa mendapatkan insight tentang bagaimana mengantisipasi dan menegosiasikan dampak negatif dari penggunaan gadget, baik di pesantren maupun di luar,” katanya

 

Dilema Moral, Tantangan Gender, Otoritas Baru Santriwati

Dalam paparannya, Dr. Claire-Marie Hefner membagikan temuan etnografisnya yang dilakukan di dua lembaga pendidikan Islam terkemuka di Yogyakarta, yakni Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Krapyak Ali Maksum.

Hefner mengungkapkan adanya pergeseran pola kekhawatiran orang tua saat mengirimkan anak-anak mereka ke pesantren. Jika sebelumnya kecemasan berfokus pada pergaulan bebas fisik, narkoba, atau alkohol, sejak 2019 perhatian bergeser tajam pada dominasi gawai dan media sosial.

Ia juga menyoroti dimensi gender yang dinilai sangat memengaruhi pengalaman remaja di dunia maya. Perempuan Muslim muda kerap kali menerima tingkat pengawasan dan kritik yang lebih tajam terkait aktivitas digital mereka dibandingkan laki-laki.

“Saya menemukan bahwa para santriwati belajar menegosiasikan nilai-nilai moral yang mereka pelajari di pesantren dengan tantangan di media sosial. Mereka tetap berusaha memegang nilai agama sambil memahami ruang digital yang terus berkembang,” papar Hefner.

Menariknya, media sosial tidak hanya dilihat sebagai ancaman. Menurut Hefner, platform digital juga menjadi wadah baru bagi perempuan Muslim muda untuk membangun otoritas keagamaan. Melalui media sosial, santriwati dapat aktif berpartisipasi dalam diskusi keagamaan, menyampaikan pandangan, serta saling mengingatkan tentang etika bermedia sosial secara Islami.

Di akhir sesi, Hefner turut menyentuh dampak gawai terhadap kesehatan mental generasi muda. Merujuk pada pemikiran sosiolog Jonathan Haidt, ia menawarkan sejumlah pendekatan strategis yang dapat dipertimbangkan oleh lembaga pendidikan dan pengambil kebijakan:

  • Mendorong lingkungan sekolah yang bebas gawai pada jam belajar.
  • Menetapkan batas usia minimal penggunaan media sosial hingga 16 tahun.
  • Mengintegrasikan kurikulum literasi digital kritis untuk membentengi santri dari disinformasi.

Refleksi Berkelanjutan

Ketua PSGA UIN Bandung, Irma Riyani, Ph.D, sekaligus moderator acara, menyampaikan bahwa forum internasional ini merupakan seri kelanjutan sejak 2023. Acara ini dirancang untuk mempertemukan sivitas akademika dengan perspektif global mengenai gender, fenomena sosial, dan pendidikan Islam di Indonesia.

Melalui International Public Lecture #4 ini, UIN Bandung kembali mempertegas komitmennya sebagai kampus yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, memperluas wawasan akademis, serta merumuskan strategi pendidikan Islam yang adaptif di era digital.(nas)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dengan mengenakan jaket kuning Universitas Indonesia (UI) mengatakan, “Selain belajar, haus dan terus dahaga terhadap ilmu, mahasiswa juga harus menjadi penjaga moral bangsa ini. Mahasiswa harus bisa bergerak dan gerakannya harus berdampak. Mahasiswa harus mau turun mendengarkan apa yang menjadi keseharian dan kegelisahan orang banyak.” Sebagai kakak […]

  • Gelar ICWT 2025, ITB dan UIN Bandung Dorong Kolaborasi Riset Global

    Gelar ICWT 2025, ITB dan UIN Bandung Dorong Kolaborasi Riset Global

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LAMPUNG kanal31.com — The 11th International Conference on Wireless and Telematics (ICWT) 2025 telah sukses diselenggarakan pada 3–4 Juli 2025 bertempat di Swiss-Belhotel Lampung. Konferensi ini diinisiasi oleh Kelompok Riset Teknik Telekomunikasi, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai co-host. Dengan menghadirkan […]

  • Bangga! 2 Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Juara MTQ Jateng XXX

    Bangga! 2 Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Juara MTQ Jateng XXX

    • calendar_month Sen, 13 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tahun 2024 berlangsung di Kabupaten Pati, 25-29 April 2024. MTQ Jateng XXX ini diikuti 830 peserta. Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh turut serta mengirim delegasi, Mohamad Khizam Ali dan Aini Ulfiyah Farida. Keduanya adalah penerima beasiswa pada Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) […]

  • Hukumnya Makan dan Minum Sambil Berdiri Dalam Islam

    Hukumnya Makan dan Minum Sambil Berdiri Dalam Islam

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Agama Islam telah mengatur tatanan dalam menjalani kehidupan. Mulai dari hal-hal kecil seperti memakai baju, makan, dan minum pun dalam Islam diatur dengan sedemikian rinci agar sesuai dengan hukum syariat dan tentunya sesuai dengan norma-norma adab yang berlaku di kalangan manusia pada umumnya. Jika berbicara mengenai makan dan minum, seringkali kita mendapati seseorang yang makan […]

  • Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    Top! Kado Akhir 2023, UIN KHAS Jember Terbitkan 8 Buku Syariah dan Hukum

    • calendar_month Sel, 2 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Jember — Di akhir tahun 2023, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menerbitkan delapan buku baru. Penerbitan buku-buku tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan berharga bagi perkembangan keilmuan di bidang syariah dan hukum. Penerbitan buku tersebut mendapat apresiasi dari Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Wildani Hefni. Dia mengapresiasi dedikasi […]

  • Catat! Kemenag Tegaskan Tidak Ada Larangan Pernikahan di Hari Libur

    Catat! Kemenag Tegaskan Tidak Ada Larangan Pernikahan di Hari Libur

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Kementerian Agama (Kemenag) mengklarifikasi beredarnya informasi mengenai larangan pernikahan di hari libur. Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie menegaskan tidak ada kebijakan yang melarang pelaksanaan pernikahan di luar KUA, baik pada hari kerja maupun di hari libur. Pernyataan ini merespons beredarnya informasi di media sosial soal larangan nikah di hari libur setelah diterbitkannya Peraturan […]

expand_less