Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Puluhan Mahasiswa Geruduk Kampus FU, Permasalahkan “Betis” di Kelas Fenomenologi Agama

Puluhan Mahasiswa Geruduk Kampus FU, Permasalahkan “Betis” di Kelas Fenomenologi Agama

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Suasana di Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendadak panas pada Selasa sore (6/10/2026). Puluhan mahasiswa yang menggeruduk gedung fakultas, bersenjatakan poster dan lembar pernyataan sikap. Aksi massa ini menyuarakan desakan keras atas dugaan pelecehan seksual verbal dan pemaksaan jual beli e-book oleh oknum dosen.

Aksi yang dikomandoi oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FU Diaz Fakhreji Umam, bersama Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama (SAA) Andri, menyisir lorong-lorong gedung kampus. Kemarahan massa tersulut oleh insiden di dalam kelas Fenomenologi Agama—sebuah mata kuliah yang seharusnya mengasah kepekaan nilai kemanusiaan, namun justru berubah menjadi ruang kecemasan.

Di tengah penyampaian materi, oknum dosen berinisial “AS” diduga melampaui batas etika akademik dengan menjadikan tubuh seorang mahasiswi sebagai analogi instan di depan puluhan pasang mata.

“Kalau bagian betismu difoto dengan imbalan lima puluh ribu, lima ratus ribu, satu juta, sampai dua juta, kamu mau tidak?” ujar dosen tersebut kepada salah satu mahasiswi. Pertanyaan itu langsung memicu rasa malu, trauma, dan ketidaknyamanan mendalam akibat objektivikasi tubuh di depan publik kelas.

Tak berhenti pada isu pelecehan verbal, HMJ SAA turut membongkar dugaan penyalahgunaan relasi kuasa lainnya, yakni adanya tekanan bagi mahasiswa untuk membeli bahan ajar berupa e-book; yang dilakukan oknum dosen berinisial “C”.

“Menjaga ruang akademik bukan hanya tentang mengejar ilmu, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari tekanan maupun penyalahgunaan relasi kuasa,” tegas Andri dalam aksinya.

Ia menuntut pembentukan tim pemeriksaan yang transparan, objektif, dan memberikan perlindungan penuh kepada korban serta saksi dari potensi intimidasi.

Menurut Ketua DEMA FU, Diaz Fakhreji Umam, mahasiswa menginginkan adanya kejelasan dan tindak lanjut atas laporan tersebut. Aspirasi itu disampaikan sebagai bentuk upaya mahasiswa untuk memperoleh kepastian terkait proses penanganan laporan. Mereka berharap pihak kampus dapat merespons tuntutan tersebut secara terbuka, objektif, dan sesuai prosedur yang berlaku.

Mahasiswa berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan pihak Fakultas Ushuluddin UIN Bandung dapat memberikan kepastian mengenai tindak lanjut laporan serta hasil proses pemeriksaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Mahasiswa mendesak pembentukan mekanisme pemeriksaan yang adil, transparan, dan objektif. Mereka menuntut proses penanganan yang memberikan perlindungan penuh bagi korban serta saksi tanpa bayang-bayang intimidasi.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Wakil Dekan 3 FU, Dr. R. Yuli Ahmad Hambali (Radea), mewakili Dekan Prof. Wahyudin Darmalaksana, menyayangkan aksi massa yang digelar sebelum adanya laporan resmi. Kendati demikian, pimpinan fakultas berkomitmen mengambil tindakan tegas.

Pihak fakultas mengonfirmasi telah melayangkan surat pemanggilan resmi kepada dua dosen yang disinyalir melanggar etika akademik. Proses klarifikasi dan pemanggilan keterangan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/10/2026) mendatang.(nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesantren dan Feodalisme 

    Pesantren dan Feodalisme 

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Di pesantren, hidup dua kultur: Takzim dan feodalisme. Takzim adalah tradisi hormat pada guru, kyai, ulama karena ilmunya, feodalisme adalah penghormatan karena status, gelar, jabatan dan keturunan. Takzim adalah bagian dari adab mencari ilmu. Feodal adalah bagian dari kultur kekuasaan kuno dimana derajat orang dibedakan berdasarkan kelas sosial.   Di banyak pesantren, keduanya […]

  • Motah-19, Solusi Efektif Kurangi Sampah Sungai di Kota Bandung

    Motah-19, Solusi Efektif Kurangi Sampah Sungai di Kota Bandung

    • calendar_month Sabtu, 1 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Pemerintah Kota Bandung terus berinovasi dalam mengatasi permasalahan sampah, terutama dari hasil pengerukan sungai. Salah satu solusi yang kini diterapkan adalah penggunaan Mesin Olah Runtah (Motah-19), yang mampu mengolah hingga 2-4 ton sampah per hari. Mesin ini ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Dinas Sumber Daya […]

  • Prof. Dudang Gojali Bangkitkan Spirit Putera-puteri FEBI, Berani Wujudkan Mimpi

    Prof. Dudang Gojali Bangkitkan Spirit Putera-puteri FEBI, Berani Wujudkan Mimpi

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Teriakan yel-yel “Febi Happy”, “Febi Level Up”, “Febi Excellent” terdengar menggema di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Teriakan ini merupakan perwujudan dari nyala hati, semangat, kekuatan, dan kekompakan, pada saat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag berdiri tegak membangkitkan spirit mahasiswa baru, dalam momen […]

  • 6 Pegiat Kreatif Kota Bandung Raih Co-Working Space Award 2024

    6 Pegiat Kreatif Kota Bandung Raih Co-Working Space Award 2024

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Sebanyak enam pegiat kreatif Kota Bandung meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Co-Working Space (CWS) Award 2024 yang berlangsung di Grand Aquila Bandung, Selasa (10/12/2024). Java Candle Art dinobatkan sebagai Juara 1, disusul Adesha di posisi Juara 2, dan Kebunnya Aki & Nin sebagai Juara 3. Penghargaan Juara Favorit diberikan kepada Saung Rajut, […]

  • Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

    Inilah Arah Baru Publikasi Ilmiah

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Baru-baru ini Mahkamah Konstitusi membuat putusan penting terkait pengujian Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Salah satu amar putusan tersebut adalah sebagai berikut. …. ”Jika syarat publikasi dalam jurnal internasional bereputasi tetap akan dipertahankan untuk memperoleh jabatan akademik profesor, maka tulisan yang telah dimuat tidak perlu dilakukan review ulang oleh reviewer […]

  • 7 σημάδια, 1 Ελλάδα, ατελείωτο vibe

    7 σημάδια, 1 Ελλάδα, ατελείωτο vibe

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

expand_less