Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Emang Bangke eks Kapolri, Ponsel Presiden dan Teddy Disadap Secara Ilegal

Emang Bangke eks Kapolri, Ponsel Presiden dan Teddy Disadap Secara Ilegal

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Luar biasa bangke eks Kapolri, LSP, kita sebut saja Listyo, karena udah tahu semua. Kelakuan kayak malaikat, ternyata penjahat. Mungkin inilah rajanya oknum. Bayangkan telepon Presiden Prabowo, Teddy Indra Wijaya, dan sejumlah ketua partai, disadap secara ilegal. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Mabes Polri mengumumkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal, akses ilegal, dan penghapusan data elektronik. Pengumuman disampaikan Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin dalam konferensi pers di Mabes Polri, 3 November 2026 malam.

 

Tiga inisial yang diumumkan adalah LSP, ASN, dan EH. Sementara SU masih diperiksa sebagai saksi. Dalam materi yang beredar, ketiga inisial itu dikaitkan dengan Listyo Sigit Prabowo, Ahrie Sonta, dan Eko Hadi Santoso. Namun, identitas tersebut tetap harus menunggu konfirmasi resmi berdasarkan dokumen penyidikan.

 

Nah, ente jangan buru-buru pingsan. Kita masuk ke bagian yang membuat bulu kuduk berdiri seperti melihat hantu kuntilanak.

 

Penyidik Bareskrim mengaku menggunakan scientific investigation. Sudah memeriksa 10 saksi dan tiga ahli. Barang bukti yang disita terdiri dari 11 ponsel, satu iPad, dan beberapa flashdisk.

 

Sebelas ponsel, wak! Itu bukan lagi koleksi HP, tetapi sudah seperti konter berjalan. Tinggal pasang spanduk, buka paket data, jual pulsa, selesai perkara!

 

Namun, yang bikin cerita ini mendadak berkelas internasional adalah dugaan, penyadapan menyasar nomor Presiden Prabowo Subianto, Teddy, Pejabat negara, Tokoh politik, Media (industri media/jurnalis), Tokoh organisasi masyarakat (ormas), LSM, dan pengusaha. Dugaan aktivitas itu berlangsung pada 2025 hingga 2026. Lebih menarik lagi, sekitar Oktober 2026, para tersangka diduga memerintahkan penghapusan file hasil penyadapan.

 

Lho, lho, lho! Sudah menyadap, kemudian file dihapus. Ini operasi intelijen atau kegiatan bersih-bersih kamar menjelang Lebaran?

 

Menurut materi perkara, penyadapan tersebut tidak berkaitan dengan proses penegakan hukum dan tidak mengikuti prosedur Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010. Kalau benar begitu, persoalannya bukan sekadar siapa mendengar percakapan siapa. Pertanyaan besarnya, siapa yang punya kepentingan, apa motifnya, dan ke mana informasi itu mengalir?

 

Nuan bayangkan, Presiden menelepon seseorang, tetapi ada pihak lain ikut mendengarkan. Presiden kirim pesan, ada kemungkinan orang lain ikut membaca. Kalau sampai Presiden memesan nasi goreng, jangan-jangan tukang nasinya ikut diperiksa sebagai saksi!

 

Konspirasi tingkat dewa mulai menggoda imajinasi. Apakah ini persaingan internal? Ada kelompok yang sedang mengumpulkan informasi? Atau ada operasi senyap yang justru kebablasan menyentuh jantung kekuasaan?

 

Semua itu masih pertanyaan, bukan kesimpulan. Jangan sampai teori konspirasi lebih cepat lulus dari penyidiknya.

 

Yang menarik, Kadiv Humas menegaskan penanganan perkara ini merupakan bagian dari program bersih ke dalam. Artinya, rumah sendiri juga harus diperiksa. Jangan cuma sibuk menyapu halaman, ternyata gudang belakang menyimpan mesin penyedot rahasia!

 

Wak, satu hal harus jelas, keamanan komunikasi Presiden bukan perkara main-main. Jika dugaan ini terbukti, persoalannya menyangkut kepercayaan terhadap institusi dan perlindungan informasi negara.

 

Seruput Koptagul! Dalam film mata-mata, musuh biasanya datang dari luar. Tetapi kalau perkara ini benar melibatkan orang dari lingkungan sendiri, ceritanya menjadi jauh lebih rumit. Jangan-jangan selama ini semua orang sibuk mencari penyusup, sementara yang dicari sedang duduk semeja, ikut minum kopi, ikut tertawa dan tepuk tangan paling keras!

 

“Bang, keluarga korban KM50 mungkin sujud syukur ya.”

 

“Tak tahu juga, wak. Pastinya karma itu nyata.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

    Inilah Kekeliruan Umum dalam Karya Ilmiah

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Sering dijumpai “kekeliruan” dalam karya ilmiah, yaitu teori tidak dipakai dalam analisis. Hal ini umum terjadi pada skripsi. Demikian seperti diungkapkan Dr. Lina Meilinawati, M. Hum., Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, saat melakukan penelitian ke sejumlah karya ilmiah (Arief Maulana, 26/05/2021, Unpad). Menurut Pedoman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, skripsi harus mencantumkan teori yang […]

  • Kejahatan Finansial Digital dan Urgensi Literasi Keuangan Syariah

    Kejahatan Finansial Digital dan Urgensi Literasi Keuangan Syariah

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Literasi keuangan syariah menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya berbagai modus kejahatan finansial. Pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang sehat, prinsip-prinsip ekonomi syariah, hingga kewaspadaan terhadap penipuan digital dinilai menjadi bekal utama dalam membangun kesadaran finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi fokus dalam […]

  • Mahasiswa SPI harus Melek dan Mahir Gunakan Sumber Sejarah Digital

    Mahasiswa SPI harus Melek dan Mahir Gunakan Sumber Sejarah Digital

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Ketua Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Fakuktas Adab dan Humaniora (FAH), UIN Bandung, Agus Permana, M.Ag mengharapkan mahasiswanya memahami perubahan besar dalam kesejarahan di Era Digital sekarang ini. Bagi mahasiswa, digitalisasi sejarah dapat membuka peluang baru untuk menghidupkan kembali masa lalu, sekaligus bisa dijadikan referensi untuk kepentingan akademik(sarana belajar atau penelitian). Agus menyampaikan hal […]

  • Rembuk Merah Putih Cara FKPT Jabar Wujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air

    Rembuk Merah Putih Cara FKPT Jabar Wujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat menyelenggarakan “Rembuk Merah Putih” bertema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air” pada Jumat, 14 November 2025, di Pendopo Kota Bandung mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WIB Pemuda Pilar Pencegahan Terorisme Kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan kreatif […]

  • Top! Tim UMM Sabet Juara Kontes Robot Puspresnas 2022

    Top! Tim UMM Sabet Juara Kontes Robot Puspresnas 2022

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-MALANG Kabar gembira kembali datang dari Tim Robot Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka mampu merengkuh juara 2 pada Kontes Robot Indonesia 2022 Regional Wilayah II yang dilaksanakan pada 11-13 Juni 2022 secara daring. Tim kebanggaan UMM ini berhasil meraih kemenangan pada kategori Kontes Robot SAR (KRSRI) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian […]

  • Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com  – Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Hubungan Masyarakat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Perkembangan Fotografi di Era Digital” pada Rabu (24/9/2025). Acara ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Aula FDK UIN SGD Bandung dengan menghadirkan narasumber utama, Oka Hardiana, S.Sos, seorang praktisi sekaligus fotografer […]

expand_less