Minggu, 24 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Derrida: Menyusuri Jejak yang Tak Pernah Selesai

Derrida: Menyusuri Jejak yang Tak Pernah Selesai

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com — Dalam setiap kata yang kita ucapkan, dan pada setiap makna yang kita yakini hadir secara utuh, mungkin sebenarnya ada celah yang tak kita sadari dan kita luput mengamatinya –sebuah ruang dimana makna justru menghindar, menunda kehadirannya. Di sanalah, barangkali, Jacques Derrida menunggu. Bukan sebagai penjaga pintu kebenaran, tapi sebagai penanya yang setia, yang dengan sabar menggugah kesadaran kita untuk tidak cepat-cepat merasa puas dan selesai dengan pemahaman.

 

Pemikiran Derrida adalah ajakan untuk mengendap sejenak, di antara yang terang dan yang samar, antara yang diucap dan yang tersisa. Ia hendak mengguncang keyakinan kita pada makna yang stabil dan utuh. Ia mengguyahkan kepercayaan lama kita bahwa bahasa mampu merepresentasikan bahkan menjinakkan kenyataan.

 

Bagi Derrida, tidak ada makna yang hadir sepenuhnya, seutuhnya –ia selalu datang tertunda, berbeda, dan terserak dalam jaringan kata-kata yang saling menandai, saling menghindari. Ia menyebut ini sebagai différance, sebuah istilah yang tidak ingin selesai dalam arti, karena sejak awal memang dimaksudkan untuk menolak keutuhan dan kesempurnaan makna.

 

Derrida tidak menghancurkan teks, melainkan menyimak dan mendengarkan apa yang tersembunyi di balik teks, apa yang mungkin ditekan oleh struktur, oleh budaya, oleh warisan metafisika Barat yang selalu mendewakan pusat, asal, dan kehadiran. Ia menyusuri jejak-jejak makna yang tersembunyi di pinggir, yang terpinggirkan, yang terdiam.

 

Dalam oposisi-oposisi biner seperti laki-laki/perempuan, rasional/irasional, Barat/Timur, ia menemukan praktek kekuasaan yang bekerja secara halus seolah tak terdeteks, menempatkan satu di atas yang lain, dan menyebut itu sebagai “kebenaran”. Tapi kebenaran macam apa yang lahir dari ketimpangan?

 

Dengan dekonstruksi, Derrida mengajak kita untuk membuat “tanda kurung” dengan menunda penghakiman. Dekonstruksi tak sekadar membongkar, tetapi mengajak kita untuk membaca ulang, meraba kemungkinan-kemungkinan baru dalam teks dan dalam cara kita melihat dunia. Ini bukan sekadar proyek akademik, melainkan sikap hidup: bahwa makna tidak pernah bisa mutlak, dan bahwa setiap kehadiran selalu membawa bayangan dari ketidakhadiran.

 

Ada yang menganggap pemikirannya rumit, bahkan membingungkan. Tapi barangkali kebingungan itu bukan kegagalan, melainkan pintu untuk kerendahan hati –untuk mengakui bahwa kita tidak selalu tahu, dan bahwa mungkin tidak ada satu pun cara tunggal untuk memahami apa pun.

 

Di dunia yang sering tergesa-gesa dalam menyimpulkan, Derrida dengan dekontruksinya menawarkan sikap dan ketekunan untuk meragukan. Dalam dunia yang gemar memberi label, ia membujuk bahkan mengajak kita untuk mendengar yang tak terdengar, melihat yang tersembunyi, membaca yang tersirat.

 

Mungkin, Derrida tidak memberikan jawaban pasti dan memuaskan. Tapi justru di situlah nilainya: ia mengajarkan kita seni bertanya. Dan bukankah dalam setiap pertanyaan yang sungguh-sungguh, kita sebenarnya sedang mendekati sesuatu yang lebih jujur dari sekadar jawaban? Allahu a’lam

Radea Juli A. Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Penelitian Dr Edi Hartono, Dosen UMY Raih Excellent Paper Award di Taiwan

    Hasil Penelitian Dr Edi Hartono, Dosen UMY Raih Excellent Paper Award di Taiwan

    • calendar_month Sen, 18 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANTUL Indonesia memiliki beragam jenis tanah dengan karakteristik berbeda. Salah satunya jenis clay shale yang seringkali menimbulkan problematika longsor akibat pelapukan. Hal ini yang kemudian menjadi fokus penelitian Dr Edi Hartono. Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini berhasil menyabet Best Paper dalam 2021 Excellent Paper Award Journal of Geo Engineering yang dinaungi oleh Taiwan Geotechnical Society pada […]

  • Begini Apresiasi Program Kemandirian Pesantren, Komunitas Santri: Terima Kasih Gus Men!

    Begini Apresiasi Program Kemandirian Pesantren, Komunitas Santri: Terima Kasih Gus Men!

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Komunitas Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) mengapresiasi program Kemandirian Pesantren yang merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. “Terima kasih, Gus Men (sapaan akrab Menag Yaqut) karena telah memberikan perhatian kepada pesantren. Ini amat berarti bagi kami para santri,” tutur Koordinator Nasional AISNU, Ulinnuhaa Lazulfa Wakhusna Ma’ab saat beraudiensi […]

  • Rembuk Merah Putih Cara FKPT Jabar Wujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air

    Rembuk Merah Putih Cara FKPT Jabar Wujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat menyelenggarakan “Rembuk Merah Putih” bertema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air” pada Jumat, 14 November 2025, di Pendopo Kota Bandung mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WIB Pemuda Pilar Pencegahan Terorisme Kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan kreatif […]

  • Mahasiswa UIN Bandung Jadi Fasilitator Peer Group Latihan Penulisan Artikel Ilmiah

    Mahasiswa UIN Bandung Jadi Fasilitator Peer Group Latihan Penulisan Artikel Ilmiah

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Ada hal yang dapat mempersatukan di dalam anggota komunitas, yakni tujuan bersama. Penguatan publikasi artikel ilmiah mahasiswa relevan menjadi tujuan bersama seluruh Fakultas Ushuluddin di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia. Belum lama ini, pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk mahasiswa berlangsung di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden […]

  • 5 Komite MAN 2 Kota Bandung dari Dosen UIN SGD

    5 Komite MAN 2 Kota Bandung dari Dosen UIN SGD

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM — Lima dosen UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung terpilih menjadi Komite Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung untuk periode 2025-2028. Pemilihan ini dilakukan melalui proses yang panjang, demokratis, transparan, dan akuntabel. Kelima dosen tersebut adalah Prof. Dr. H. Tajul Arifin, MA (Ketua Pengawas Komite), Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag […]

  • Inilah Pengabdian Ala UIN Bandung “Smart Village” di Garut

    Inilah Pengabdian Ala UIN Bandung “Smart Village” di Garut

    • calendar_month Sen, 23 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-GARUT. Mengabdi kepada masyarakat bagi perguruan tinggi adalah sebuah keniscayaan, dalam rangka mengimplementasikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat. Diperlukan sinergi bersama antara perguruan tinggi dan pemerintahan desa untuk mengurangi ketimpangan angka kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan. Kerjasama dengan perguruan tinggi mampu mendorong untuk mewujudkan pemerataan akses teknologi guna meningkatkan kualitas […]

expand_less