Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Menghujam ke dalam Sebelum Menjulang 

Menghujam ke dalam Sebelum Menjulang 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Ming, 21 Des 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Pada sessi halaqah pengajian subuh, terbersit inspirasi tentang sisi filosofis dari penamaan bagi mereka yang sedang menuntut ilmu, yakni Santri, Murid, Pelajar, dan Siswa. Keempat terma ini sering diposisikan identik (sinonim), namun “kealamiahan terminologis” (nature of terms) menunjukkan bahwa masing-masing terma memilki differensiasi “tekanan makna”.

 

Terkait hal tersebut, mungkin, sebuah narasi metaforis dari kontemplasi berikut dapat menggambarkan makna batiniah (deep meaning) tentang posisi dan peran pencari ilmu.

 

—-

Empat Wajah di Hadapan Cahaya

 

Dunia ilmu ibarat sebuah samudra luas tak bertepi, dan mereka yang mendatanginya memiliki perahu dan cara berlayar yang berbeda-beda. Setidaknya mereka dikenal dengan empat nama, empat peran, dan empat jiwa berikut.

 

——

 

Pertama, Santri: Akar yang Menghunjam Bumi;

Santri Laksana “Akar”.

 

Di keheningan malam, ketika dunia sedang terlelap, akar tetap terjaga. Ia tidak terlihat di permukaan, tersembunyi di balik dinding-dinding pondok, jauh dari hiruk-pikuk pujian. Santri tidak mencari ketinggian batang atau rimbunnya daun semata; mereka sibuk memperkuat diri di kedalaman tanah dengan membangun fondasi keimanan yang kuat, jejaring keilmuan yang solid, karakter akhlak karimah yang ikhlas, serta khidmah dan tabbarruk kepada guru (sang penyampai ilmu).

 

Filosofi mereka adalah ketahanan dan pengabdian (khidmah). Seperti akar yang rela menembus tanah keras dan bebatuan demi mencari sumber air kehidupan bagi pohon di atasnya, santri menggali “kitab kuning” warisan leluhur dengan ketekunan yang sunyi. Mereka belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk dikuasai, tapi untuk dimasukkan ke dalam hati hingga menjadi karakter. Bagi Santri, keberkahan guru adalah hujan, dan kepatuhan adalah tanah subur tempat mereka tumbuh. Mereka tidak sekadar belajar, mereka berlaku tirakat; menahan lapar dan kantuk demi menempa jiwa yang tangguh.

 

—–

 

Kedua, Murid: Cawan yang Menghendaki Isi;

Murid Ibarat “Cawan”.

 

Kata ini lahir dari iradah, yang berarti “kehendak”. Murid adalah dia yang menghendaki gurunya. Ia bukan sekadar penampung informasi, melainkan Cawan yang dengan sadar mengosongkan dirinya dari ego dan kesombongan agar bisa diisi oleh cahaya kebijaksanaan Sang Guru (Mursyid).

 

Jika santri adalah akar yang bekerja keras, Murid adalah mata yang senantiasa menatap bayangan gurunya. Hubungan mereka bukan transaksional, melainkan spiritual. Seorang Murid tahu bahwa ilmu tanpa sanad (talian) batin ibarat air yang tergenang—bisa keruh dan membusuk. Ia mengikuti gurunya seperti bayang-bayang mengikuti benda, atau seperti planet yang setia mengorbit mataharinya. Bagi Murid, ilmu adalah cahaya yang hanya bisa masuk ke hati yang bening dan penuh hormat (takzim).

 

—–

Ketiga, Pelajar: Pengembara di Belantara Kata;

Pelajar Umpama “Pengembara”.

 

Mereka adalah sosok yang dinamis, bergerak dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain. Pelajar memegang peta rasa ingin tahu di tangannya. Istilah “ajar” menyiratkan sebuah proses aktif; mereka bukan benda diam, melainkan subjek yang terus melakukan perjalanan (journey).

 

Pelajar adalah lebah yang terbang dari satu bunga ke bunga lain, mengumpulkan nektar pengetahuan dari buku, pengalaman, dan lingkungan, lalu meraciknya menjadi madu pemahaman. Mereka tidak terikat pada satu tempat. Alam raya adalah sekolah mereka. Kaki mereka lincah, mata mereka liar menatap cakrawala. Bagi Pelajar, dunia adalah teka-teki raksasa yang kepingan-kepingannya harus mereka susun sendiri melalui eksperimen, kegagalan, dan penemuan kembali.

 

—–

Keempat, Siswa: Tunas yang Menatap Langit;

Siswa Semisal “Tunas”.

 

Dalam tatanan yang lebih formal, siswa laksana benih yang disemai dalam rumah kaca bernama sekolah. Mereka dirawat dengan sistem, diukur dengan kurikulum, dan dipersiapkan untuk menjadi penopang masa depan.

 

Siswa berperan arsitek bagi dirinya sendiri. Mereka belajar tentang struktur, logika, dan tatanan sosial. Jika Santri menjaga masa lalu (tradisi) dan Pelajar menjelajah masa kini, Siswa sedang merancang cetak biru masa depan. Mereka adalah calon-calon pemimpin yang ditempa dalam kedisiplinan waktu, seragam yang menyetarakan, dan target-target akademis. Siswa adalah tunas yang berambisi menyentuh langit, bersiap menggantikan pohon-pohon tua, membawa inovasi dan kesegaran bagi peradaban yang akan datang.

 

——

Epilog

 

Pada akhirnya, keempatnya bertemu di satu titik.

Santri memberikan kedalaman spiritual.

Murid memberikan kerendahan hati dan adab.

Pelajar memberikan semangat eksplorasi. Siswa memberikan struktur dan visi masa depan.

 

Manusia yang paripurna adalah dia yang mampu menyatukan keempat metafora ini dalam dirinya: Ia yang berakar kuat seperti Santri, berhati bening seperti Murid, berpetualang tangkas seperti Pelajar, dan tumbuh menjulang terencana seperti Siswa.

 

Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

 

Foto: Kegiatan di Mesjid UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka pelepasan PKM Santri Ma’had UIN Sunan Gunung Djati.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    Merawat Kehidupan Bersama: Perempuan, Anak, dan Masa Depan di Tengah Krisis Lingkungan

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat menggelar Orasi Ilmiah dan Dialog Publik bertajuk “Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan: Kolaborasi Sipil untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Krisis Lingkungan”. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, diikuti oleh 60 peserta luring di Aula PKBI Jawa Barat, […]

  • Nikmati Kopi Romantis dengan Konsep Baru dan Harga Bersahabat

    Nikmati Kopi Romantis dengan Konsep Baru dan Harga Bersahabat

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Kota Bandung kembali memiliki tempat ngopi baru dengan konsep unik, yaitu Kopi Romantis. Berdiri sejak 1 November 2024, Kopi Romantis berlokasi di Jalan Sabang No. 21A, Cihapit. Berbeda dengan kafe pada umumnya, Kopi Romantis mengusung konsep raw unfinish, yakni desain sederhana dengan budget minimalis, namun tetap nyaman dan homey. Pemilik Kopi Romantis, […]

  • Terbuka Kesempatan Beasiswa S2 – S3 bagi Mahasiswa Perempuan

    Terbuka Kesempatan Beasiswa S2 – S3 bagi Mahasiswa Perempuan

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    DEPOK kanal31.com –Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal, Kementerian Agama membuka kesempatan bagi mahasiswa perempuan untuk mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Hal itu dikatakan Kepala Puspenma Ruchman Basori, pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Ilmu Al-Quran Jakarta, di Hall Asrama Mahasiswa IIQ Jakarta, Parung. “Jangan lama-lama kuliah di IIQ […]

  • Rembuk Merah Putih Cara FKPT Jabar Wujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air

    Rembuk Merah Putih Cara FKPT Jabar Wujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat menyelenggarakan “Rembuk Merah Putih” bertema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis, dan Cinta Tanah Air” pada Jumat, 14 November 2025, di Pendopo Kota Bandung mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WIB Pemuda Pilar Pencegahan Terorisme Kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan gagasan kreatif […]

  • Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan, ITB Jalankan Program EQUITY di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan, ITB Jalankan Program EQUITY di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUNINGAN Kanal31.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Community Development (EQUITY) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap kedua yang berlangsung pada tanggal 13–16 Januari 2026 di SMAN 1 Kadugede, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahap awal berupa survei kebutuhan sekolah yang telah dilakukan sebelumnya, guna memastikan program yang diimplementasikan benar-benar […]

  • Hasil Penelitian Kanada Ungkap Potensi Penularan Covid-19 dari Rusa ke Manusia

    Hasil Penelitian Kanada Ungkap Potensi Penularan Covid-19 dari Rusa ke Manusia

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KANADA, Para peneliti di Kanada mengungkap potensi penularan Covid-19 dari hewan ke manusia. Peneliti meyakini bahwa mereka telah menemukan bukti pertama terkait penularan SARS-CoV-2 dari seekor rusa. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pekan lalu di bioRxiv dan belum ditinjau oleh rekan sejawat, penulis mengatakan bahwa melalui kolaborasi penelitian multidisiplin untuk pengawasan SARS-CoV-2 pada satwa liar […]

expand_less