Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Menghujam ke dalam Sebelum Menjulang 

Menghujam ke dalam Sebelum Menjulang 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Pada sessi halaqah pengajian subuh, terbersit inspirasi tentang sisi filosofis dari penamaan bagi mereka yang sedang menuntut ilmu, yakni Santri, Murid, Pelajar, dan Siswa. Keempat terma ini sering diposisikan identik (sinonim), namun “kealamiahan terminologis” (nature of terms) menunjukkan bahwa masing-masing terma memilki differensiasi “tekanan makna”.

 

Terkait hal tersebut, mungkin, sebuah narasi metaforis dari kontemplasi berikut dapat menggambarkan makna batiniah (deep meaning) tentang posisi dan peran pencari ilmu.

 

—-

Empat Wajah di Hadapan Cahaya

 

Dunia ilmu ibarat sebuah samudra luas tak bertepi, dan mereka yang mendatanginya memiliki perahu dan cara berlayar yang berbeda-beda. Setidaknya mereka dikenal dengan empat nama, empat peran, dan empat jiwa berikut.

 

——

 

Pertama, Santri: Akar yang Menghunjam Bumi;

Santri Laksana “Akar”.

 

Di keheningan malam, ketika dunia sedang terlelap, akar tetap terjaga. Ia tidak terlihat di permukaan, tersembunyi di balik dinding-dinding pondok, jauh dari hiruk-pikuk pujian. Santri tidak mencari ketinggian batang atau rimbunnya daun semata; mereka sibuk memperkuat diri di kedalaman tanah dengan membangun fondasi keimanan yang kuat, jejaring keilmuan yang solid, karakter akhlak karimah yang ikhlas, serta khidmah dan tabbarruk kepada guru (sang penyampai ilmu).

 

Filosofi mereka adalah ketahanan dan pengabdian (khidmah). Seperti akar yang rela menembus tanah keras dan bebatuan demi mencari sumber air kehidupan bagi pohon di atasnya, santri menggali “kitab kuning” warisan leluhur dengan ketekunan yang sunyi. Mereka belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk dikuasai, tapi untuk dimasukkan ke dalam hati hingga menjadi karakter. Bagi Santri, keberkahan guru adalah hujan, dan kepatuhan adalah tanah subur tempat mereka tumbuh. Mereka tidak sekadar belajar, mereka berlaku tirakat; menahan lapar dan kantuk demi menempa jiwa yang tangguh.

 

—–

 

Kedua, Murid: Cawan yang Menghendaki Isi;

Murid Ibarat “Cawan”.

 

Kata ini lahir dari iradah, yang berarti “kehendak”. Murid adalah dia yang menghendaki gurunya. Ia bukan sekadar penampung informasi, melainkan Cawan yang dengan sadar mengosongkan dirinya dari ego dan kesombongan agar bisa diisi oleh cahaya kebijaksanaan Sang Guru (Mursyid).

 

Jika santri adalah akar yang bekerja keras, Murid adalah mata yang senantiasa menatap bayangan gurunya. Hubungan mereka bukan transaksional, melainkan spiritual. Seorang Murid tahu bahwa ilmu tanpa sanad (talian) batin ibarat air yang tergenang—bisa keruh dan membusuk. Ia mengikuti gurunya seperti bayang-bayang mengikuti benda, atau seperti planet yang setia mengorbit mataharinya. Bagi Murid, ilmu adalah cahaya yang hanya bisa masuk ke hati yang bening dan penuh hormat (takzim).

 

—–

Ketiga, Pelajar: Pengembara di Belantara Kata;

Pelajar Umpama “Pengembara”.

 

Mereka adalah sosok yang dinamis, bergerak dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain. Pelajar memegang peta rasa ingin tahu di tangannya. Istilah “ajar” menyiratkan sebuah proses aktif; mereka bukan benda diam, melainkan subjek yang terus melakukan perjalanan (journey).

 

Pelajar adalah lebah yang terbang dari satu bunga ke bunga lain, mengumpulkan nektar pengetahuan dari buku, pengalaman, dan lingkungan, lalu meraciknya menjadi madu pemahaman. Mereka tidak terikat pada satu tempat. Alam raya adalah sekolah mereka. Kaki mereka lincah, mata mereka liar menatap cakrawala. Bagi Pelajar, dunia adalah teka-teki raksasa yang kepingan-kepingannya harus mereka susun sendiri melalui eksperimen, kegagalan, dan penemuan kembali.

 

—–

Keempat, Siswa: Tunas yang Menatap Langit;

Siswa Semisal “Tunas”.

 

Dalam tatanan yang lebih formal, siswa laksana benih yang disemai dalam rumah kaca bernama sekolah. Mereka dirawat dengan sistem, diukur dengan kurikulum, dan dipersiapkan untuk menjadi penopang masa depan.

 

Siswa berperan arsitek bagi dirinya sendiri. Mereka belajar tentang struktur, logika, dan tatanan sosial. Jika Santri menjaga masa lalu (tradisi) dan Pelajar menjelajah masa kini, Siswa sedang merancang cetak biru masa depan. Mereka adalah calon-calon pemimpin yang ditempa dalam kedisiplinan waktu, seragam yang menyetarakan, dan target-target akademis. Siswa adalah tunas yang berambisi menyentuh langit, bersiap menggantikan pohon-pohon tua, membawa inovasi dan kesegaran bagi peradaban yang akan datang.

 

——

Epilog

 

Pada akhirnya, keempatnya bertemu di satu titik.

Santri memberikan kedalaman spiritual.

Murid memberikan kerendahan hati dan adab.

Pelajar memberikan semangat eksplorasi. Siswa memberikan struktur dan visi masa depan.

 

Manusia yang paripurna adalah dia yang mampu menyatukan keempat metafora ini dalam dirinya: Ia yang berakar kuat seperti Santri, berhati bening seperti Murid, berpetualang tangkas seperti Pelajar, dan tumbuh menjulang terencana seperti Siswa.

 

Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

 

Foto: Kegiatan di Mesjid UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka pelepasan PKM Santri Ma’had UIN Sunan Gunung Djati.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Agen Perdamaian, 40 Mahasiswa UIN Bandung Ikuti Pelatihan Moderasi Beragama Kemenag

    Jadi Agen Perdamaian, 40 Mahasiswa UIN Bandung Ikuti Pelatihan Moderasi Beragama Kemenag

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Upaya mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang rukun, damai, dan inklusif terus diperkuat melalui generasi muda. Sebagai langkah nyata, sebanyak 40 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi mengikuti Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa Tahun 2026. Acara strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom […]

  • 5 Artikel Ilmiah Mahasiswa UIN Bandung yang Juarai Lomba Menulis PB INSPIRA

    5 Artikel Ilmiah Mahasiswa UIN Bandung yang Juarai Lomba Menulis PB INSPIRA

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Galbani Fadhilah, mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung terpilih sebagai Juara I Lomba Menulis Karya Ilmiah dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia. Acara diselenggarakan melalui daring oleh PB INSPIRA Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat tanggal 23 April 2022. Galbani, mahasiswa SAA semester 6 menulis […]

  • Top! UIN Jember Hadirkan Dosen Leiden University, Gelar Kuliah Umum tentang Javanese Islam

    Top! UIN Jember Hadirkan Dosen Leiden University, Gelar Kuliah Umum tentang Javanese Islam

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JEMBER) — Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Rethinking Javanese Islam: Living Law and The Concept of Javanese Traditions” pada Jumat (2/08/2024). Hadir sebagai narasumber Dr. Jochem van Den Boogert dari Leiden University, Belanda. Wakil Rektor bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS Jember Prof. […]

  • 86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    86% Konflik Sosial di Indonesia Diselesaikan Penghulu, Penyuluh, dan Pembimas

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Analisis Pengembangan Kementerian dan Lembaga Mahmud Syaltout Syahidulhaq Qudratullah menyebut, sampai saat ini, belum semua konflik sosial di Indonesia terselesaikan. Namun, dari konflik yang terselesaikan, 86% di antaranya diselesaikan oleh penghulu, penyuluh, dan pembimas. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Bimtek Implementasi Sistem Peringatan Dini pada KUA Revitalisasi […]

  • Farhan Ajak IKA Unpad Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Bandung Utama

    Farhan Ajak IKA Unpad Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Bandung Utama

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) untuk berkolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan kota, terutama dalam pembangunan dan penyelesaian isu-isu strategis. Ajakan ini disampaikan dalam acara buka bersama IKA Unpad yang dihadiri oleh para alumni serta civitas akademika Unpad, Sabtu (8/3/2025). Farhan mengungkapkan, Unpad merupakan salah satu […]

  • UIN SGD Gelar Seminar Internasional, Teladani Ulama Dunia dalam Dakwah dan Keilmuan

    UIN SGD Gelar Seminar Internasional, Teladani Ulama Dunia dalam Dakwah dan Keilmuan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG,  kanal31.com — Dalam upaya menumbuhkan semangat dakwah dan memperkuat tradisi keilmuan di kalangan mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) bekerja sama dengan Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Bingkai Fidkom) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar Seminar Internasional bertajuk “Meneladani Ulama Dunia dalam Dakwah dan Keilmuan” di Masjid Ikomah […]

expand_less