Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Des 2024
  • comment 0 komentar

KANAL31.COM BANDUNG — Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menjadi tuan rumah diskusi Madrasah Malam Raboan (MMR), kali ini mengusung tema “Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu” Rabu (11/12/2024).

Acara yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan sejumlah akademisi, mahasiswa, dan tokoh penting, dengan jumlah peserta mencapai 35 orang.

Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Prof. Taufiq Rahman, yang akrab disapa Prof. Meneer. Dalam sesi ini, Prof. Ahmad Sarbini, Direktur Pascasarjana UIN Bandung, dan Prof. Ajid Thohir, Wakil Direktur 1, turut memberikan sambutan hangat. Setelah perkenalan, acara dilanjutkan oleh Prof. Yusuf Wibisono sebagai moderator.

Sebelum masuk ke paparan utama, Prof. Yusuf memperkenalkan Prof. Asep Saeful Muhtadi (Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Bandung) sebagai pembanding dan Prof. Muradi (Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Pajajaran) sebagai pemateri utama.

Stabilitas Keamanan di Tengah Polarisasi Pasca-Pemilu
Prof. Muradi mengupas tuntas dinamika keamanan nasional pasca-Pemilu, menyoroti pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi tantangan di lapangan. “Pasca-Pemilu selalu menjadi masa rawan konflik horizontal yang memerlukan penanganan profesional dan strategis,” tegas Muradi dalam keterangannya, Kamis (12/12/2024).

Konflik seringkali dipicu oleh polarisasi politik yang tajam, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbelahan suara signifikan. TNI-Polri, menurut Prof. Muradi, memiliki peran sentral dalam memitigasi konflik melalui pendekatan persuasif yang humanis. “Pendekatan berbasis nilai-nilai lokal dan agama seringkali lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan,” ujarnya dalam salah satu slide presentasinya.

Prof. Muradi menekankan pentingnya reformasi di tubuh TNI-Polri untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Ia mengutip filosofi Islam tentang akuntabilitas yang dapat menjadi landasan moral bagi setiap langkah kebijakan.

Refleksi Akademis terhadap Peran Institusi Keamanan
Sebagai pembanding, Prof. Asep Saeful Muhtadi memberikan sejumlah pandangan kritis terhadap materi yang disampaikan. “Saya sepakat bahwa reformasi internal itu penting, tetapi jangan lupa bahwa sinergi antara institusi keamanan dan masyarakat sipil harus lebih diperkuat,” katanya.

Peran agama sebagai elemen perekat sosial yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh TNI-Polri. “Keberadaan nilai-nilai Islam, seperti musyawarah dan kasih sayang, sangat relevan dalam konteks Indonesia. TNI-Polri perlu lebih adaptif terhadap kearifan lokal ini,” tambah pria yang biasa disapa Prof. Samuh itu.

Namun, ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi oleh aparat keamanan, khususnya terkait persepsi publik. “Kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini tidak bisa hanya dibangun melalui kekuatan fisik atau operasi keamanan, tetapi harus melalui pendekatan dialogis yang mencerminkan empati,” tuturnya.

Kolaborasi Multidisipliner untuk Stabilitas Nasional
Diskusi ini tidak hanya menyoroti peran TNI-Polri, tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen UIN Bandung menambahkan dinamika diskusi dengan berbagai pertanyaan reflektif, mulai dari peran media sosial dalam mengelola narasi konflik hingga pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat.

Prof. Yusuf Wibisono, selaku moderator, menyimpulkan bahwa diskusi ini telah membuka wawasan baru tentang strategi keamanan pasca-Pemilu, sekaligus menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis nilai-nilai Islam dan lokal dalam menjaga stabilitas nasional. “Ke depan, kita membutuhkan strategi keamanan yang tidak hanya responsif, tetapi juga preventif, dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam membangun perdamaian,” tutup Prof. Yus.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tips Hadapi Insecure dari Psikologi UGM, Acintya Ratna Priwati

    Ini Tips Hadapi Insecure dari Psikologi UGM, Acintya Ratna Priwati

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Dosen Fakultas Psikologi UGM, Acintya Ratna Priwati, S.Psi., M.A., menjelaskan insecure merupakan perasaan tidak mampu, kurang percaya diri, disertai dengan ketidakpastian dan kecemasaan akan tujuan, kemampuan maupun hubungan dengan orang lain. “Insecurity ini bisa muncul dalam berbagai bentuk yang secara umum terkait dengan perasaan ditolak, tidak dicintai, merasa terisolasi dan lainnya,” terangnya melalui rilis […]

  • Ini Cara Mandi Junub saat Tidak Ada Air

    Ini Cara Mandi Junub saat Tidak Ada Air

    • calendar_month Jum, 15 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Dalam ajaran Islam ada dua jenis hadats, yaitu hadats kecil dan besar, keduanya bisa dihilangkan melalui bersuci dengan air. Hadats kecil mengharuskan seseorang untuk berwudhu dan hadats besar (junub) mengharuskan untuk mandi besar atau mandi junub. Dalam kondisi tertentu, misalnya saat tidak ada air, bagaimana caranya untuk melaksanakan mandi junub? Ketika mandi junub […]

  • Gembira Wujudkan Impian Berhaji Bersama, Inilah Cerita Trio Nenek Bersaudara

    Gembira Wujudkan Impian Berhaji Bersama, Inilah Cerita Trio Nenek Bersaudara

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Siti Komariah (76) mengembangkan senyumnya ketika menginjakkan kaki kali pertama di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Digandeng dua saudara perempuannya yang juga turut serta menjadi jemaah haji, Komariah mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah mbak, kami sudah sampai di sini,” ungkapnya kepada petugas haji yang menyambutnya di Bandara Madinah (19/5/2024). Siti Komariah, Siti […]

  • Apa Itu Komunikasi Bisnis Syariah?

    Apa Itu Komunikasi Bisnis Syariah?

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    KETIKA suatu warna disimbolkan lalu diartikan, seperti contoh warna merah, dapat menyimbolkan dan diartikan “berani” pada lambang bendera suatu negara. Tetapi, warna merah ini akan berbeda pengertian jika simbol warna merah ini ditempatkan pada lampu lalu lintas (trafic light). Jika sama pengertian dan penyimbolannya, maka akan terjadi kecelakaan lalu lintas atau tabrakan (kekacauan di jalan […]

  • Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    • calendar_month Kam, 7 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz. Ini disampaikan di acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Ushuluddin untuk pelaksanaan Wisuda ke-94 dan 95 UIN Bandung. Acara berlangsung di Aula Anwar Musaddad Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, (6/12/2023). Seluruh penerima anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz merupakan […]

  • Menembus Batas Kampus, UIN Bandung dan BPHN Satukan Visi bagi Masa Depan Hukum Nasional

    Menembus Batas Kampus, UIN Bandung dan BPHN Satukan Visi bagi Masa Depan Hukum Nasional

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com – Pendidikan hukum tidak boleh berhenti di balik dinding kelas. Semangat inilah yang membawa rombongan akademisi dari Program Studi Ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung bertandang ke markas Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) di Jakarta, Senin (27/4/2026). Pertemuan di Aula Mudjono ini bukan sekadar kunjungan formalitas. Bagi Ketua Program Studi Ilmu Hukum […]

expand_less