Rabu, 27 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

MMR UIN Bandung Bahas Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu, Strategis TNI-Polri dan Perspektif Keislaman

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Des 2024
  • comment 0 komentar

KANAL31.COM BANDUNG — Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menjadi tuan rumah diskusi Madrasah Malam Raboan (MMR), kali ini mengusung tema “Stabilitas Keamanan Pasca-Pemilu” Rabu (11/12/2024).

Acara yang berlangsung secara interaktif ini menghadirkan sejumlah akademisi, mahasiswa, dan tokoh penting, dengan jumlah peserta mencapai 35 orang.

Diskusi dimulai pukul 16.00 WIB dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Prof. Taufiq Rahman, yang akrab disapa Prof. Meneer. Dalam sesi ini, Prof. Ahmad Sarbini, Direktur Pascasarjana UIN Bandung, dan Prof. Ajid Thohir, Wakil Direktur 1, turut memberikan sambutan hangat. Setelah perkenalan, acara dilanjutkan oleh Prof. Yusuf Wibisono sebagai moderator.

Sebelum masuk ke paparan utama, Prof. Yusuf memperkenalkan Prof. Asep Saeful Muhtadi (Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Bandung) sebagai pembanding dan Prof. Muradi (Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Pajajaran) sebagai pemateri utama.

Stabilitas Keamanan di Tengah Polarisasi Pasca-Pemilu
Prof. Muradi mengupas tuntas dinamika keamanan nasional pasca-Pemilu, menyoroti pentingnya sinergi antara TNI dan Polri dalam menghadapi tantangan di lapangan. “Pasca-Pemilu selalu menjadi masa rawan konflik horizontal yang memerlukan penanganan profesional dan strategis,” tegas Muradi dalam keterangannya, Kamis (12/12/2024).

Konflik seringkali dipicu oleh polarisasi politik yang tajam, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbelahan suara signifikan. TNI-Polri, menurut Prof. Muradi, memiliki peran sentral dalam memitigasi konflik melalui pendekatan persuasif yang humanis. “Pendekatan berbasis nilai-nilai lokal dan agama seringkali lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi keamanan,” ujarnya dalam salah satu slide presentasinya.

Prof. Muradi menekankan pentingnya reformasi di tubuh TNI-Polri untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Ia mengutip filosofi Islam tentang akuntabilitas yang dapat menjadi landasan moral bagi setiap langkah kebijakan.

Refleksi Akademis terhadap Peran Institusi Keamanan
Sebagai pembanding, Prof. Asep Saeful Muhtadi memberikan sejumlah pandangan kritis terhadap materi yang disampaikan. “Saya sepakat bahwa reformasi internal itu penting, tetapi jangan lupa bahwa sinergi antara institusi keamanan dan masyarakat sipil harus lebih diperkuat,” katanya.

Peran agama sebagai elemen perekat sosial yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh TNI-Polri. “Keberadaan nilai-nilai Islam, seperti musyawarah dan kasih sayang, sangat relevan dalam konteks Indonesia. TNI-Polri perlu lebih adaptif terhadap kearifan lokal ini,” tambah pria yang biasa disapa Prof. Samuh itu.

Namun, ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi oleh aparat keamanan, khususnya terkait persepsi publik. “Kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini tidak bisa hanya dibangun melalui kekuatan fisik atau operasi keamanan, tetapi harus melalui pendekatan dialogis yang mencerminkan empati,” tuturnya.

Kolaborasi Multidisipliner untuk Stabilitas Nasional
Diskusi ini tidak hanya menyoroti peran TNI-Polri, tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen UIN Bandung menambahkan dinamika diskusi dengan berbagai pertanyaan reflektif, mulai dari peran media sosial dalam mengelola narasi konflik hingga pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat.

Prof. Yusuf Wibisono, selaku moderator, menyimpulkan bahwa diskusi ini telah membuka wawasan baru tentang strategi keamanan pasca-Pemilu, sekaligus menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis nilai-nilai Islam dan lokal dalam menjaga stabilitas nasional. “Ke depan, kita membutuhkan strategi keamanan yang tidak hanya responsif, tetapi juga preventif, dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra utama dalam membangun perdamaian,” tutup Prof. Yus.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Rekomendasi Tempat Terbaik untuk Menikmati Kue Balok di Bandung!

    5 Rekomendasi Tempat Terbaik untuk Menikmati Kue Balok di Bandung!

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Jajanan Bandung memiliki kekayaan rasa dan variasi yang menggugah selera, mencerminkan keragaman kuliner yang ada di kota ini. Salah satunya Kue Balok, Kue Balok Bandung adalah salah satu jajanan khas yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Kota Bandung.   Kue yang memiliki bentuk seperti balok ini, merupakan jenis kue yang terbuat […]

  • Selamat! 100 Peserta Lolos Seleksi Tahap I Inisiator Muda Moderasi Beragama

    Selamat! 100 Peserta Lolos Seleksi Tahap I Inisiator Muda Moderasi Beragama

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag hari ini mengumumkan 100 peserta yang lolos seleksi tahap I program Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) 2024. Hasil seleksi ini dapat diakses pada laman: https://madrasah.kemenag.go.id/immb/ IMMB adalah upaya Kemenag untuk menyemarakkan semangat moderasi beragama di kalangan generasi muda, khususnya […]

  • Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

    Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

    • calendar_month Rab, 18 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Suweg (Morphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian. Tanaman ini pernah populer bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, khususnya pada era 60 – 70an. Namun sekarang, keberadaan suweg tidak banyak dikenal oleh generasi setelahnya. Dalam kajian akademis, literatur mengenai suweg juga belum banyak. Padahal, jika dibarengi dengan penelitian komprehensif, suweg berpotensi bersaing dengan umbi porang. […]

  • Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

    Mengenang Syekh Yusuf Al-Makassari

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    Ulama yang Diasingkan ke “Ujung Dunia” KALBAR kanal31.com — Betapa bahayanya ulama ini di mata Belanda. Yang lain diasingkan paling seputaran nusantara. Ini diasingkan sampai ke ujung dunia, tepatnya di Afrika Selatan. Kebetulan hari Jumat, yok kita mengenang ulama asal Makassar ini sambil seruput Koptagul, wak!   Nama ulama itu adalah Syekh Yusuf Al-Makassari. Ia bukan […]

  • Prof. Rosihon, Alumni Jangan Pernah Berhenti Belajar!

    Prof. Rosihon, Alumni Jangan Pernah Berhenti Belajar!

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Jadilah cahaya yang mengukir masa depan penuh makna. Demikian pesan yang disampaikan Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. kepada para wisudawan Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-105 Lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (15/11/2025). Masa depan penuh makna berarti kesuksesan hidup. […]

  • Untuk Mensyahidkan Khomenei, Butuh 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur

    Untuk Mensyahidkan Khomenei, Butuh 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Khamenei telah syahid. Nanti dibilang tewas, ada yang marah pula. Untuk men-syahid-kan imam tertinggi Iran itu, Israel dan Amerika butuh 30 bom mengerahkan 200 pesawat tempur. Simak narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak! Tanggal 28 Februari 2026, langit di atas Teheran berubah jadi laboratorium fisika terbesar di Timur Tengah. Bukan eksperimen mahasiswa, melainkan […]

expand_less