Minggu, 19 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUMANIORA » Rahmatan Lil Alamin Pilar Integrasi Ilmu dan Agama ala UIN Bandung

Rahmatan Lil Alamin Pilar Integrasi Ilmu dan Agama ala UIN Bandung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (WMI) kembali menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian diskusi ilmiah dalam rangka memperkuat arah dan prinsip keilmuan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) lantai 2 Gedung Pascasarjana UIN Bandung.

Forum yang mengangkat tema Paradigma Rahmatan Lil Alamin ini menegaskan pentingnya pendekatan keilmuan yang transformatif, aplikatif, serta berakar pada nilai-nilai Islam. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh Ketua Konsorsium WMI, Supiana, yang menyampaikan apresiasi kepada Pascasarjana UIN Bandung sebagai tuan rumah.

Wakil Direktur I Pascasarjana, Ajid Thohir, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesinambungan diskusi akademik guna membentuk paradigma keilmuan yang responsif terhadap tantangan zaman. Diskusi dipandu oleh M. Taufiq Rahman, dan menghadirkan dua narasumber utama: Ija Suntana, dan Ajid Thohir.

Rektor UIN Bandung, Rosihon Anwar, dalam pengantar pemikiran strategisnya menegaskan bahwa konsep rahmatan lil alamin harus menjadi landasan dalam membangun ilmu yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Paradigma WMI tetap relevan, tetapi harus menyentuh isu-isu konkret seperti tingkat perceraian, pengembangan spiritualitas, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Rektor dalam keterangannya, Rabu (1/5/2025).

Ia menekankan bahwa konsep ini tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan harus diterjemahkan dalam indikator konkret. “Al-Qur’an adalah grand theory, tapi harus bisa hadir dalam realitas,” ujarnya, seraya mengingatkan perlunya efisiensi kegiatan akademik yang tidak melupakan esensi keilmuan.

Ija Suntana, menyoroti ketimpangan antara impact factor dan real impact dalam riset. Menurutnya, riset seharusnya menyentuh akar persoalan masyarakat, bukan sekadar memenuhi tuntutan sitasi akademik. “Ilmu dan agama berasal dari Tuhan, maka tidak semestinya dipisahkan,” tegasnya.

Senada, Ajid Thohir, menekankan pentingnya keberanian dalam menerjemahkan ajaran keagamaan ke dalam bahasa ilmu pengetahuan. “Mukjizat, karomah, Isra Mi’raj bisa dikaji secara rasional dan saintifik,” ungkapnya. Ia juga mengajak agar karya akademik seperti skripsi dan disertasi memiliki novelty yang aplikatif, serta mendorong suasana akademik yang humanis dan spiritual.

Beberapa tanggapan kritis turut memperkaya diskusi. Dody S. Truna, menilai bahwa kebijakan riset terlalu terpusat pada jurnal bereputasi, tanpa memperhatikan pembaca utama: masyarakat. Ia mendorong dosen lebih aktif dalam pengabdian masyarakat yang berdampak langsung.

Asep Saeful Muhtadi, menyoroti dimensi aksiologi dalam paradigma rahmatan lil alamin dan pentingnya riset yang dapat diimplementasikan. Idzam Fautanu, menekankan urgensi penguatan nilai kebangsaan dan Pancasila dalam penerapan paradigma ini. Dadang Darmawan, menambahkan, “Rahmatan lil alamin harus mengandung etika, tidak hanya manfaat.”

M. Yusuf Wibisono, menggarisbawahi pentingnya pendidikan moral dan pembentukan kebiasaan. “Pendidikan kita perlu mengintegrasikan nilai dan habitus,” katanya. Menanggapi itu, Dudi Imaduddin, menekankan bahwa manfaat ilmu terletak pada amal dan tanggung jawab moral yang konsisten.

Sementara itu, Nur Arifin, Kepala Biro A2KK, menyoroti pentingnya indikator keberhasilan paradigma rahmatan lil alamin yang konkret dan terukur. Ia juga menyarankan penyusunan roadmap implementasi agar lebih terarah.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dedi Supriadi, menambahkan bahwa implementasi nilai rahmatan lil alamin dimulai dari penyediaan fasilitas kampus yang mendukung suasana kerja dan pembelajaran yang kondusif.

Wakil Rektor I, Dadan Rusmana, menekankan perlunya perhatian terhadap persoalan riil di masyarakat, termasuk regenerasi mahasiswa PTKIN yang berdaya saing. Ia menyebutkan bahwa banyak siswa MA justru memilih masuk ke Perguruan Tinggi Umum (PTU), yang menjadi tantangan tersendiri.

Diskusi ditutup oleh Rektor UIN Bandung, Rosihon Anwar, yang meminta agar naskah paradigma rahmatan lil alamin segera dirampungkan sebagai panduan akademik ke depan. “Seluruh proses di kampus harus merujuk pada naskah ini,” tegasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sisi Gelap Aplikasi MiChat yang Dilaknat

    Sisi Gelap Aplikasi MiChat yang Dilaknat

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Polisi membongkar praktik prostitusi online di Situbondo. Pelaku asal luar Jatim ini diamankan di salah satu hotel di kota Situbondo. Praktik prostitusi online ini menggunakan aplikasi MiChat. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan tiga wanita terduga pelaku praktik prostitusi online tersebut. Ketiganya berasal dari luar provinsi. Tiga pelaku yakni NY (32) warga Sukabumi, ST (28) […]

  • Pasar Tumpah Takjil di Jalan AH Nasution Cibiru

    Pasar Tumpah Takjil di Jalan AH Nasution Cibiru

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Tradisi Ngabuburit di Depan Kampus UIN Bandung BANDUNG Kanal31.com — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang Jalan AH Nasution, Cibiru, tepatnya di depan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berubah menjadi lautan manusia. Deretan pedagang takjil memenuhi sisi jalan, menghadirkan berbagai hidangan berbuka yang menggoda selera. Fenomena ini kerap disebut warga sebagai pasar tumpah […]

  • Yuk Kenali Srikandi, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis AI Karya Alumni MAN IC Serpong

    Yuk Kenali Srikandi, Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis AI Karya Alumni MAN IC Serpong

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SERPONG Kanal31.com — Namanya, Srikandi. Ini bukan lakon Mahabarata yang dikenal jago memanah. Ini adalah nama inovasi dari alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Serpong yang jago memilah sampah. Srikandi didesain sebagai sistem pengelolaan sampah pintar berbasis AI, IoT, dan robotika. Inovasi ini dikembangkan oleh startup @nusabin.id. Tujuannya memilah sampah secara otomatis dan […]

  • Ini Kesalahan AGPAI menurut Praktisi Hukum

    Ini Kesalahan AGPAI menurut Praktisi Hukum

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    kanal31.com-Biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang semula hanya Rp.5 juta dan ditarik menjadi Rp.6 juta oleh Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) di Kabupaten Ciamis mendapat sorotan Praktisi Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Balinkras Bandung Dr. Dedi Supriadi MH. Ditemui kanal31.com Rabu (06/11/2024) Dedi menjelaskan ada banyak pelanggaran terkait tambahan biaya tersebut. Dedi menjelaskan, […]

  • Ayo Bersihkan APK, Kecamatan Panyileukan Wujudkan Pilkada Tertib

    Ayo Bersihkan APK, Kecamatan Panyileukan Wujudkan Pilkada Tertib

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM BANDUNG — Kecamatan Panyileukan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), aparat Satpol PP, dan warga setempat melaksanakan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) pada Pilkada Serentak 2024, Minggu 24 November 2024. Kecamatan Panyileukan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), aparat Satpol PP, dan warga setempat melaksanakan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) pada Pilkada Serentak 2024, Minggu 24 […]

  • 3 Ciri Santri Ala UIN Bandung: Jaga Akhlak, Belajar Sungguh-sungguh dan Sukses Bersama

    3 Ciri Santri Ala UIN Bandung: Jaga Akhlak, Belajar Sungguh-sungguh dan Sukses Bersama

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Sebanyak 1.091 mahasiswa mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bertajuk “Gunung Djati Muda yang Unggul, Kompetitif, dan Inovatif Berbasis Rahmatan Lilalamin Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Anwar Musaddad. Untuk hari ketiga PBAK Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) diawali dengan Khotmil Qur’an […]

expand_less