Breaking News:
Beranda » BEWARA » Tumbuhkan Budaya Literasi Generasi Alfa Jadi Fokus Kajian UI

Tumbuhkan Budaya Literasi Generasi Alfa Jadi Fokus Kajian UI

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JAKARTA

Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan tingkat literasi paling rendah. Menurut Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, budaya literasi menurun pada generasi muda karena kurangnya koleksi buku dan jumlah penulisnya. Dari 273 juta penduduk Indonesia, hanya 28 juta buku yang tersedia di perpustakaan. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kepemilikan ponsel yang mencapai 370 juta buah.

“Salah satu akar masalah dari kurangnya buku adalah kurangnya jumlah penulis di Indonesia. Saya bertanya ke Perpustakaan Nasional, ini kekurangan buku atau tidak ada penulis? Ternyata tidak ada penulis, penulisnya itu-itu saja,” kata Gong dalam webinar bertajuk “Strategi Membangun Budaya Literasi pada Generasi Alfa”, Rabu (25/5).

Webinar ini merupakan seri ke-3 dari 7 webinar nasional yang diadakan Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi pada generasi muda. Hadir pula pada acara tersebut: Pendiri Taman Bacaan Masyarakat Lentera Pustaka, Dr. (c) Syarifudin Yunus, M.Pd.; Pustakawan UI, Kurniawati Yuli Pratiwi, S.Hum.; dan Pustakawan Binus School Semarang, David Judha Siagian, S.Hum.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, mengutip pernyataan Strauss dan Howe dalam buku Generations: the history of America’s future bahwa perubahan generasi terjadi pada masyarakat sekitar 20 tahun sekali. Setiap generasi memiliki karakteristik yang berpengaruh pada cara mereka belajar dan mengelola informasi. Menurut Mark McCrindle, generasi Alfa yang lahir pada 2011–2025 adalah generasi yang dekat dengan teknologi digital dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi khusus untuk membentuk budaya literasi pada generasi Alfa.

“Budaya literasi sejatinya menjadi tanggung jawab setiap orang dan harus dimulai sejak dini. Hal ini terkait dengan pola pembelajaran di sekolah dan ketersediaan bahan bacaan di perpustakaan maupun taman bacaan masyarakat. Menghadapi generasi Alfa dengan pengaruh teknologi yang kuat, pustakawan dan komunitas literasi perlu mengembangkan strategi yang lebih masif dan terstruktur agar generasi tersebut memiliki budaya literasi,” kata Prof. Haris.

Untuk menumbuhkan budaya literasi pada generasi muda, Syarifuddin membangun dan mengelola Taman Bacaan Masyarakat Lentera di kaki Gunung Salak. Menurut Syarifuddin, taman bacaan harus inklusif agar bertahan dan tetap dikunjungi masyarakat. Pendirian taman bacaan juga didasari alasan yang kuat supaya masyarakat merasakan pentingnya kehadiran taman bacaan tersebut.

Ada tiga poin penting agar taman bacaan tetap bertahan di masyarakat, yaitu pembaca, buku, dan komitmen pengelola. Kunci lain yang membuat budaya literasi tumbuh adalah berliterasi dengan asyik dan menyenangkan. Syarifuddin mengajak anak-anak membaca di alam terbuka, seperti sungai dan jembatan, agar tercipta suasana yang berbeda. “Semua orang paham baca buku itu penting. Semua orang juga paham baca buku adalah jendela dunia. Namun, masalahnya, baca buku selalu tidak asyik. Saya menjadikan baca buku itu asyik dengan cara ini,” kata Syarifuddin.

Minat baca generasi Alfa dapat ditumbuhkan dengan kegiatan yang menyenangkan, seperti bercerita. Dengan bercerita, interaksi dan ikatan dengan subjek target cerita lebih kuat. Kegiatan ini juga mengembangkan kemampuan bahasa, imajinasi dan kreativitas, serta karakter dan emosi. Selain itu, peningkatan minat baca generasi Alfa bisa dilakukan melalui media digital. Media digital cukup potensial sebagai media literasi karena lebih ringkas, interaktif, dan didukung dengan format audio dan animasi—meski tidak senyaman media cetak. Sebagai generasi yang tumbuh bersama gadget-nya, generasi Alfa dapat memanfaatkan tren buku digital yang terus meningkat beberapa tahun terakhir.

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag : Alumni PTKI Jadi Garda Terdepan Lawan Ideologi Intoleransi

    Menag : Alumni PTKI Jadi Garda Terdepan Lawan Ideologi Intoleransi

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berpesan agar alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menjadi garda terdepan dalam melawan ideologi intoleran. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke – 65, Magister ke-38, dan Doktor ke-14 Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Acara berlangsung di Gedung […]

  • Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    Prof. Dadan Optimis Prodi Ekonomi Syariah Raih Nilai Unggul

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. merasa optimistis Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bisa meraih nilai unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mengapa tidak, semuanya sudah berikhtiar maksimal, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Kata-kata optimisme ini diungkapkan […]

  • Ini Alasannya Indonesia Berpotensi Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Baru

    Ini Alasannya Indonesia Berpotensi Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi epicentrum baru bagi peradaban modern dunia Islam. Menurut Menteri Agama, Nasaruddin Umar, pandangan strategis tersebut berlandaskan pada beberapa faktor keunggulan domestik yang terdata stabil di tengah dinamika geopolitik global. Faktor utama yang mendasari optimisme ini adalah ketahanan makroekonomi nasional yang sangat kuat. Di saat […]

  • Prof. Ulfiah Ingatkan Alumni, Bersyukur kepada Allah SWT dan Berbakti pada Orangtua

    Prof. Ulfiah Ingatkan Alumni, Bersyukur kepada Allah SWT dan Berbakti pada Orangtua

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, mengingatkan para alumninya agar tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT dan berhidmat kepada orangtua, atas kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan studi di Fakultas Psikologi, hingga bisa menyandang gelar sarjana. Prof. Ulfiah menyatakan hal itu saat melepas alumni (calon wisudawan), di […]

  • Layanan Qur’an Digital Kemenag Capai 55 Juta Pengguna, LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI

    Layanan Qur’an Digital Kemenag Capai 55 Juta Pengguna, LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sejak diluncurkan pada 2019 hingga April 2025, platform layanan Qur’an Kemenag diakses 55.873.751 pengguna. “Jumlah pengguna ini menunjukkan bahwa layanan Qur’an Kemenag diminati dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kita harus terus berinovasi agar layanan ini semakin baik, relevan, dan mudah diakses,” ujar Kepala LPMQ, […]

  • Inilah Tribute to Abiyana Ala UIN Bandung

    Inilah Tribute to Abiyana Ala UIN Bandung

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    ABIYANA… Please come back to my country Please come back to my house Please come back to our campus Bagai matahari Engkau….. terus berputar Bergerak dan beredar Mulai pagi hingga senja tiba Menyinari bumi Tak kenal kata berhenti Please Abi Ajari kami mencintai kampus ini Wasiat Sunan Gunung Djati Loyalis sejati Sonder urusan pribadi Sonder […]

expand_less