Breaking News:
Beranda » NASIONAL » Perkuat Tradisi Akademik, Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Gelar Diseminasi Hasil Riset Dosen

Perkuat Tradisi Akademik, Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Gelar Diseminasi Hasil Riset Dosen

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANGERANG SELATAN kanal31.com — Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Nasional Diseminasi Hasil Riset Dosen di Auditorium Prof. Dr. Suwito, M.A, Kampus 2 UIN Jakarta, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang bagi para dosen untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru sekaligus memperkuat tradisi akademik di lingkungan kampus.

Direktur SPs UIN Jakarta, Prof Zulkifli, menyebut kegiatan diseminasi ini merupakan bagian dari komitmen SPs dalam membangun budaya riset. Ia menegaskan bahwa setiap dosen dituntut memiliki publikasi ilmiah minimal satu artikel per tahun sesuai tagline SPs, “one year, one lecture, one scopus.”

“Para dosen tidak hanya bisa menguji, tapi juga diuji oleh para mahasiswanya. Kita ingin menunjukkan bahwa dosen Sekolah Pascasarjana juga berkarya dan rutin melakukan riset,” ujar Prof Zulkifli.

Guru besar bidang sosiologi ini menjelaskan, sebagian riset yang dipresentasikan merupakan penelitian yang masih berproses namun sudah menghasilkan temuan awal yang signifikan.

“Beberapa sudah masuk jurnal dan menunggu proses penerbitan. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin sesuai roadmap riset masing-masing dosen,” katanya.

Temuan Riset soal Bimbingan Perkawinan

Salah satu pemapar riset, Dr Suwendi, membahas efektivitas Kepdirjen Bimas Islam Kemenag No 172 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (BINWIN) bagi calon pengantin.

Menurutnya, keberhasilan BINWIN tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh paradigma dan komitmen para penyelenggara di lingkungan Kementerian Agama.

“Dari tujuh daerah yang kami teliti, ada yang menjalankan BINWIN dengan sukses dan ada yang tidak. Kuncinya adalah paradigma. BINWIN tidak bisa hanya formalitas, tetapi perlu didukung budaya sosial seperti budaya anti perceraian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persiapan pernikahan,” ujar Suwendi.

Dia menilai bahwa kebijakan BINWIN perlu melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh adat secara lebih proporsional, karena selama ini implementasinya masih didominasi unsur kementerian dan lembaga.

Penelitian tersebut menggunakan metode campuran (mixed methods) melalui kajian literatur, dokumentasi kebijakan, pengumpulan data kuantitatif Kemenag dan BPS, wawancara dengan pejabat Kemenag, serta telaah hasil riset sebelumnya. Penelitian ini berlangsung sekitar lima bulan.

Temuan Riset soal Motivasi Mahasiswa Muslim Indonesia Kuliah di China

Riset lain dipaparkan oleh Prof Arif Zamhari, Guru Besar Antropologi Islam, tentang motivasi dan pengalaman belajar mahasiswa Muslim Indonesia di China. Penelitian ini terinspirasi dari hadis “utlubul ‘ilma walau bi al-shin” tentang pentingnya mencari ilmu hingga ke negeri Cina.

Menurut Prof Arif, motivasi mahasiswa Indonesia kuliah di Cina dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari peluang beasiswa, minat belajar bahasa dan budaya Cina, hingga reputasi akademik universitas-universitas di negara tersebut.

“Ranking universitas yang tinggi, kualitas staf pengajar, dan fasilitas internasional menjadi daya tarik utama. Selain itu, biaya hidup dan makan relatif murah dibanding negara-negara Barat,” jelas Prof Arif.

Dia menyebut bahwa kemudahan proses visa, keamanan, dan prospek kerja sebagai faktor pendorong lainnya. Sebaliknya, negara-negara Barat dinilai kurang menarik karena proses visa lebih sulit, biaya tinggi, dan isu keamanan.

Penelitian ini, ujar Prof Arif, menggunakan model Push-Pull Factor dengan wawancara mendalam terhadap 22 mahasiswa Muslim Indonesia di China.

Berikut temuan lengkap yang menunjukkan alasan mahasiswa memilih Cina meliputi: (1) ketersediaan beasiswa dan kesempatan pendidikan lanjut, (2) kualitas universitas, staf, dan infrastruktur, (3) biaya kuliah serta hidup yang lebih terjangkau (4) proses visa sederhana, (5) jaringan bisnis dan prospek kerja yang lebih baik, (6) keamanan personal dan posisi strategis Cina, dan (7) pengembangan ekonomi dan teknologi yang pesat

Sebagai informasi, kegiatan ini berlangsung selama 2 sesi sejak pagi hingga sore. Pada sesi pertama, seminar dibuka dengan pemaparan dari Prof. Dr. Ik Arifin Mansurnoor, M.A., Guru Besar bidang Sejarah Islam Modern UIN Jakarta. Setelah itu, beberapa dosen menyampaikan hasil penelitian mereka masing-masing.

Para pemapar terdiri dari Direktur SPs Prof. Dr. Zulkifli, M.A.; Wakil Direktur SPs Prof. Dr. Yusuf Rahman, M.A.; Ketua Program Doktoral SPs Prof. Dr. JM Muslimin, M.A.; serta dosen SPs UIN Jakarta, Fuad Jabali, Ph.D. Jalannya sesi pertama dipandu oleh Rindha Widyaningsih, S.Fil., M.A., dosen UIN Suka Purwokerto yang saat ini juga menempuh studi pada Program Doktoral SPs.

Memasuki sesi kedua, seminar menghadirkan Prof. Dr. H. M. Atho Mudzhar, MSPD, Guru Besar Sosiologi Hukum Islam UIN Jakarta, sebagai narasumber utama.

Sejumlah akademisi turut memaparkan materi riset mereka, di antaranya Prof. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D., selaku Guru Besar Sosiologi Agama; Dr. Suwendi, M.Ag., selaku dosen SPs UIN Jakarta; dan Hamdani, Ph.D., selaku Ketua Program Magister SPs.

Sesi ini dimoderatori oleh Siti Muawanah, S.Pd.I., M.A., peneliti BRIN sekaligus mahasiswa Program Doktoral SPs.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profesor Tanpa Pikiran

    Profesor Tanpa Pikiran

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Syahiduz Zaman, Dosen UIN Malang
    • 0Komentar

    MALANG kanal31.com — Kita sedang menyaksikan lahirnya satu jenis baru dalam dunia akademik, sosok yang tampak terhormat di atas kertas tetapi rapuh di dalam ruang pikirnya. Ia memiliki gelar tertinggi, daftar publikasi yang panjang, indeks sitasi yang mengesankan, dan posisi yang mapan di institusi. Semua syarat formal terpenuhi. Semua indikator administratif dilampaui. Tetapi ada satu […]

  • Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi penyuluh lintas agama dalam menjaga ekosistem toleransi yang rukun hingga ke akar rumput. Hal ini ia sampaikan dalam rapat rutin bersama Pejabat dan Staf Ahli Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Menag menilai, tantangan kerukunan umat beragama di era digital semakin kompleks. Isu yang […]

  • Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    Dosen UIN Bandung Soroti Kasus Sosial yang Viral di Jabar, Pemprov Harus Lakukan Evaluasi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dosen Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Bandung (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Iu Rusliana menyoroti sejumlah kasus sosial yang viral bermunculan di Jawa Barat (Jabar). Ia mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) Jabar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak bermunculan kasus serupa.   Beberapa di antaranya kasus yang viral seperti kasus bayi Raya yang […]

  • Spinanga APK il Tuo Passaporto per la Vittoria

    Spinanga APK il Tuo Passaporto per la Vittoria

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Mengembalikan Uang Rakyat, Menuntaskan Pemberantasan Korupsi

    Mengembalikan Uang Rakyat, Menuntaskan Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Oleh: Azmi Abdul Aziz, SH, MH Dosen Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan penangkapan koruptor, perhatian publik hampir selalu tertuju pada besarnya ancaman pidana penjara yang akan dijatuhkan. Sepuluh tahun, lima belas tahun, atau bahkan seumur hidup. Bagi masyarakat yang terlanjur geram, jeruji besi adalah muara […]

  • Farhan: Soal Kuliner dan Budaya, Kota Bandung Perlu Belajar dari Thailand

    Farhan: Soal Kuliner dan Budaya, Kota Bandung Perlu Belajar dari Thailand

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bertekad membawa kuliner dan budaya Kota Bandung lebih dikenal di tingkat internasional. Ia menilai, Bandung perlu belajar dari Thailand, yang berhasil membuat kuliner nasionalnya mendunia. Hal tersebut disampaikan Farhan dalam acara Gastrodiplomacy Journey: Immersive Culinary Experiences of Indonesia and Thailand yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Minggu (27/4/2025). […]

expand_less