Breaking News:
Beranda » BEWARA » Dody S Truna: Urang Lembur Jadi Profesor

Dody S Truna: Urang Lembur Jadi Profesor

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 26 Des 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

FAKULTAS Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung bak kembali ketiban pulung. Betapa tidak, salah satu Dosen terbaiknya yakni Dr. Dody S Truna MA sukses diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bandung, kanal31.com-

Pekan lalu, Kanal31.com bertamu ke ruang kerja Dody di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Tidak banyak berubah, alumnus Montreal Canada tahun 1992 itu menyambut dengan senyum khas, tidak banyak bicara, namun sekali bicara senantiasa mengeluarkan joke yang bisa mengundang gelak tawa.

“Jangan formal-formal ya,,,kita ngobrol santai aja,” ujar Dody memulai perbincangan.

Menurut Dody, Diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam memang sebuah anugerah. Namun baginya bisa dianggap biasa-biasa saja. Sebab menurut Dody, sejak dia masih berusia lima tahun, Ibunya sudah mengatakan bahwa Ia akan jadi profesor.

“Dody mah bakal sakola ka Luar Nagri, jeung bakal jadi profesor,” ujar Dody menirukan prediksi ibunya sambil menerawang.

Kendati begitu, Dody mengaku tidak terus terpaku dengan prediksi ibunya itu. Sebab, karena Ayahnya hanya pegawai negeri golongan I, Dody kecil pun terpaksa dititipkan dan hidup bersama Kakek di sebuah kampung di pilemburan kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Masa kecil Dody di bolah dibilang tidak seperti anak-anak lain seusianya. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, usai Sekolah Dody kecil malah sering ikut Kakeknya di Sawah atau di Ladang. “saya di sawah ya kadang ngangon munding (mengembala kerbau.Red), atau ngarit (nyabit rumput untuk pakan Kerbau),” kenang Dodi.

Memasuki sekolah tingkat menengah, Dody kembali bersama orang tuanya ke Bandung. Dia melanjutkan sekolahnya di MTS, dan Mualimin Pajagalan, Kota Bandung. Setelah menamatkan sekolahnya selama 6 tahun di sana, Dody pun melanjutkan kuliah ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati yang sekarang jadi Universitas.

Lancar Bahasa Inggris sejak Mualimin

Dody mengaku sudah sejak MTS, menyukai Bahasa Inggris. Tak heran, sejak di Mualimin Dody sudah bisa punya penghasilan sendiri dari mengajar kursus bahasa inggris secara perorangan. Berbekal kemampuan tersebut, saat duduk sebagai mahasiswa Dody bahkan sering dipercaya untuk mengajar bahasa Inggris menggantikan dosennya.

“Mudah-mudahan lain sombong nya. Sejak MTS hingga kuliah prestasi saya selalu nomor satu. Itu yang saya maksud saya tidak terlalu terpaku dengan keyakinan Ibu saya yang menyebut saya bakal sekolah ke Luar Negeri dan jadi Profesor. Saya tetap fokus belajar hingga lulus kuliah prestasi saya tetap jadi nomor satu dan saat itu langsung lulus untuk melanjutkan kuliah ke McGill University,” ujarnya.

Dody S Truna, adalah anak kedua dari 9 bersaudara. Kendati hidup dari keluarga dengan seorang Ayah hanya pegawai gologan I, namun saudara kandung Dody terbilang sukses. Kakaknya adalah seorang prajurit TNI berpangkat Brigadir Jenderal.

“Tapi memang orang tua saya mendidik anak-anaknya untuk mandiri. Jadi sejak lulus SMA, semuanya seolah dibiarkan dengan mencari jalan pendidikannya sendiri,” kata Dody.

Berbeda untuk Toleran

Tak hanya berbicang tentang perjalanan hidup hingga jadi Guru Besar dan keluarganya sebagai seorang Dosen, Dody ternyata punya pandangan menarik terkait toleransi beragama di Indonesia. Menurutnya, perbedaan adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari atau ditolak.

“Bahkan setiap individu, dalam kelompok atau sebagai individu dalam masyarakat selalu berusaha untuk menunjukan perbedaan dirinya atas orang lain baik dalam komunitas yang dianggapnya satu kelompok ataupun sebagai individu dalam masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu lanjut Dody, perbedaan tidak boleh dilihat sebagai biang perpecahan. “Kita harus meminimalisasi perbedaan dilihat sebagai biang perpecahan. Perbedaan itu alamiah, justru kalau dilihat sebagai potensi perpecahan dampaknya bisa buruk,” jelasnya.

Keberbedaan itu akan tetap ada dan harus ada, karena ia adalah kebutuhan historis. Tinggal bagaimana menyikapi perbedaan itu.
“Saat ini kita sering melihat perbedaan itu cikal bakal perpecahan. Padahal, keberbedaan itu alamiah, atau bahkan secara naluri kita sendiri yang membuatnya,” ungkapnya.

Dody menambahkan, keberbedaan harus dilihat sebagai sisi potif untuk mempererat ikatan. “Jika secara alamiah kita sendiri menginginkan perbedaan, lantas kenapa menjadi alergi ketika berbeda. Biarkan perbedaan itu menjadi potensi pemersatu seperti,” pungkasnya.[*]

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perang

    Perang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perang, dalam wajahnya yang paling jujur, adalah kegagalan akal dan kebangkrutan nurani. Ketika peluru menyalak dan rudal melesat dari satu negara ke negara yang lain, yang hancur bukan hanya bangunan dan infrastruktur, melainkan juga hidup manusia, harapan, dan rasa percaya. Dalam setiap reruntuhan, terkubur mimpi anak-anak yang belum sempat tumbuh, kasih ibu […]

  • Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Jalin Kerja Sama dengan UIN Surakarta

    Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Jalin Kerja Sama dengan UIN Surakarta

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjalin kerja sama dengan UIN Raden Mas Said Surakarta, Selasa (14/5/2024) Acara dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama yang menandai komitmen kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia […]

  • Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

    Di Balik Perjalanan Luar Negeri Presiden 

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Ija Suntana, Guru Besar Hukum Tata Negara UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di tengah sorotan publik terhadap frekuensi perjalanan luar negeri presiden, kerap muncul penilaian yang reduktif: biaya, protokoler, dan angka-angka anggaran. Padahal, membaca kebijakan luar negeri hanya dari neraca pengeluaran adalah cara pandang yang terlalu sederhana.   Negara bukan sekadar entitas administratif, melainkan organisme politik yang hidup dari relasi, kepercayaan, dan posisi strategis dalam […]

  • Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Penguatan budaya transparansi di lingkungan Kementerian Agama kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Donny Yoesgiantoro menyampaikan penghargaan atas kinerja PTKN yang berhasil memenuhi standar keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan.   Apresiasi tersebut disampaikan dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, yang digelar di Bidakara Hall, Jakarta, Senin (15/12/2025).   […]

  • Bikin Bangga Anak Muda Mampu Sampaikan Pendapat dan Gagasan tentang Moderasi Beragama

    Bikin Bangga Anak Muda Mampu Sampaikan Pendapat dan Gagasan tentang Moderasi Beragama

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sangat bangga dengan kemampuan anak-anak muda menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang moderasi beragama. “Saya berbesar hati karena Kementerian Agama sudah berhasil menyaring anak-anak muda yang memiliki keahlian berpidato, menyampaikan pendapat dan gagasannya tentang kebhinekaan, tentang moderasi beragama, dan tentang keberagaman,” terang Menag saat pengumuman juara Kompetisi Pidato […]

  • Selamat Jalan Sahabat Dialog Lintas Iman

    Selamat Jalan Sahabat Dialog Lintas Iman

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Romo Mudji Sutrisno wafat hari ini pada 28 Desember 2025 dalam usia 71 tahun. Menag Nasaruddin Umar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya sosok rohaniwan dan budayawan yang aktif dalam isu kemanusiaan dan dialog lintas iman. “Kami berduka mendengar kabar Romo Mudji wafat. Selamat jalan sahabat dialog lintas iman,” terang Menag di Jakarta, […]

expand_less