Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Dody S Truna: Urang Lembur Jadi Profesor

Dody S Truna: Urang Lembur Jadi Profesor

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 26 Des 2022
  • comment 0 komentar

 

FAKULTAS Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung bak kembali ketiban pulung. Betapa tidak, salah satu Dosen terbaiknya yakni Dr. Dody S Truna MA sukses diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Bandung, kanal31.com-

Pekan lalu, Kanal31.com bertamu ke ruang kerja Dody di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Tidak banyak berubah, alumnus Montreal Canada tahun 1992 itu menyambut dengan senyum khas, tidak banyak bicara, namun sekali bicara senantiasa mengeluarkan joke yang bisa mengundang gelak tawa.

“Jangan formal-formal ya,,,kita ngobrol santai aja,” ujar Dody memulai perbincangan.

Menurut Dody, Diangkat menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam memang sebuah anugerah. Namun baginya bisa dianggap biasa-biasa saja. Sebab menurut Dody, sejak dia masih berusia lima tahun, Ibunya sudah mengatakan bahwa Ia akan jadi profesor.

“Dody mah bakal sakola ka Luar Nagri, jeung bakal jadi profesor,” ujar Dody menirukan prediksi ibunya sambil menerawang.

Kendati begitu, Dody mengaku tidak terus terpaku dengan prediksi ibunya itu. Sebab, karena Ayahnya hanya pegawai negeri golongan I, Dody kecil pun terpaksa dititipkan dan hidup bersama Kakek di sebuah kampung di pilemburan kawasan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Masa kecil Dody di bolah dibilang tidak seperti anak-anak lain seusianya. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, usai Sekolah Dody kecil malah sering ikut Kakeknya di Sawah atau di Ladang. “saya di sawah ya kadang ngangon munding (mengembala kerbau.Red), atau ngarit (nyabit rumput untuk pakan Kerbau),” kenang Dodi.

Memasuki sekolah tingkat menengah, Dody kembali bersama orang tuanya ke Bandung. Dia melanjutkan sekolahnya di MTS, dan Mualimin Pajagalan, Kota Bandung. Setelah menamatkan sekolahnya selama 6 tahun di sana, Dody pun melanjutkan kuliah ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Gunung Djati yang sekarang jadi Universitas.

Lancar Bahasa Inggris sejak Mualimin

Dody mengaku sudah sejak MTS, menyukai Bahasa Inggris. Tak heran, sejak di Mualimin Dody sudah bisa punya penghasilan sendiri dari mengajar kursus bahasa inggris secara perorangan. Berbekal kemampuan tersebut, saat duduk sebagai mahasiswa Dody bahkan sering dipercaya untuk mengajar bahasa Inggris menggantikan dosennya.

“Mudah-mudahan lain sombong nya. Sejak MTS hingga kuliah prestasi saya selalu nomor satu. Itu yang saya maksud saya tidak terlalu terpaku dengan keyakinan Ibu saya yang menyebut saya bakal sekolah ke Luar Negeri dan jadi Profesor. Saya tetap fokus belajar hingga lulus kuliah prestasi saya tetap jadi nomor satu dan saat itu langsung lulus untuk melanjutkan kuliah ke McGill University,” ujarnya.

Dody S Truna, adalah anak kedua dari 9 bersaudara. Kendati hidup dari keluarga dengan seorang Ayah hanya pegawai gologan I, namun saudara kandung Dody terbilang sukses. Kakaknya adalah seorang prajurit TNI berpangkat Brigadir Jenderal.

“Tapi memang orang tua saya mendidik anak-anaknya untuk mandiri. Jadi sejak lulus SMA, semuanya seolah dibiarkan dengan mencari jalan pendidikannya sendiri,” kata Dody.

Berbeda untuk Toleran

Tak hanya berbicang tentang perjalanan hidup hingga jadi Guru Besar dan keluarganya sebagai seorang Dosen, Dody ternyata punya pandangan menarik terkait toleransi beragama di Indonesia. Menurutnya, perbedaan adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari atau ditolak.

“Bahkan setiap individu, dalam kelompok atau sebagai individu dalam masyarakat selalu berusaha untuk menunjukan perbedaan dirinya atas orang lain baik dalam komunitas yang dianggapnya satu kelompok ataupun sebagai individu dalam masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu lanjut Dody, perbedaan tidak boleh dilihat sebagai biang perpecahan. “Kita harus meminimalisasi perbedaan dilihat sebagai biang perpecahan. Perbedaan itu alamiah, justru kalau dilihat sebagai potensi perpecahan dampaknya bisa buruk,” jelasnya.

Keberbedaan itu akan tetap ada dan harus ada, karena ia adalah kebutuhan historis. Tinggal bagaimana menyikapi perbedaan itu.
“Saat ini kita sering melihat perbedaan itu cikal bakal perpecahan. Padahal, keberbedaan itu alamiah, atau bahkan secara naluri kita sendiri yang membuatnya,” ungkapnya.

Dody menambahkan, keberbedaan harus dilihat sebagai sisi potif untuk mempererat ikatan. “Jika secara alamiah kita sendiri menginginkan perbedaan, lantas kenapa menjadi alergi ketika berbeda. Biarkan perbedaan itu menjadi potensi pemersatu seperti,” pungkasnya.[*]

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Rektor UPI : Jadilah Speed Learner

    Pesan Rektor UPI : Jadilah Speed Learner

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Rektor Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. berpesan agar pegawai di lingkungan UPI harus menjadi SDM yang speed learner dan lifelong learner. Hal itu disampaikan selepas Rektor mengambil sumpah 324 Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Tetap UPI pada Senin (19/09/2022) di Gedung BPU Achmad Sanusi. Untuk mencapai hal tersebut, menurutnya, penting agar pegawai sebagai SDM UPI mampu […]

  • Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    Raih Guru Besar, Usep Dedi Rostandi: Simbol Dedikasi, Pengabdian, dan Kontribusi Keilmuan

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perjalanan panjang dan konsisten dalam dunia akademik mengantarkan Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A. meraih jabatan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Capaian ini menjadi puncak pengabdian akademik yang sarat dedikasi dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.   Bagi dosen UIN […]

  • Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LOMBOK kanal31.com — Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal ini ia sampaikan dalam Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” di Lombok. “Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open […]

  • Mentafakuri Kebesaran Allah dalam Takbir

    Mentafakuri Kebesaran Allah dalam Takbir

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung 
    • 0Komentar

    Harmoni Ibadah, Keluarga, dan Alam Semesta BANDUNG kanal31.com — Tulisan ini mengkaji makna spiritual, sosial, dan kosmologis dari praktik keagamaan selama Ramadan yang mencapai puncaknya pada Idul Fitri. Dengan pendekatan reflektif-integratif, artikel ini menyoroti konsep takbir sebagai kesadaran tauhid, puasa sebagai sistem pendidikan multidimensional, serta peran keluarga dan interaksi manusia dengan alam sebagai manifestasi kebesaran Allah. […]

  • Guru Besar, Jurnal Predator dan Insentif Jurnal

    Guru Besar, Jurnal Predator dan Insentif Jurnal

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Asyari, Wakil Rektor 1 IAIN Bukittinggi SPI-BUKITTINGGI Persoalan di kenaikan pangkat ke Guru Besar/Profesor kembali mencuat. Sejak Sri Mardiyati, Dosen Universitas Indonesia (UI) mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) urusan kenaikan pangkat Guru Besar/Profesor menjadi diskusi hangat di kalangan insan akademik. Mengajukan kenaikan pangkat ke Guru Besar di injury time usia akan pensiun sangat riskan […]

  • Saatnya Lindungi Diri dengan Bersedekah

    Saatnya Lindungi Diri dengan Bersedekah

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah bukan hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tapi juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan pribadi seseorang.   Erwin sampaikan usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Mansyur, Jalan Soekarno Hatta No. 693, Jumat 5 September 2025. “Sedekah itu bukan cuma membantu orang […]

expand_less