Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Maknai Idul Adha, Waspadai Gerakan Syahwat Merdeka

Maknai Idul Adha, Waspadai Gerakan Syahwat Merdeka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
  • comment 0 komentar

TIMIKA Kanal31.com  — Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag., tampil sebagai Imam dan Khatib Salat Idul Adha di Masjid Baiturrahim PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Timika, Papua Tengah, Jumat (6/6/2025).

Dalam khutbahnya, Dr. Aang mengangkat tema “Idul Adha dan Gerakan Syahwat Merdeka”, yang mengajak jamaah untuk merenungi makna kurban secara lebih mendalam.

“Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan ternak, tetapi momentum spiritual untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia. Ini adalah bentuk pengendalian nafsu dan pengabdian total kepada Allah,” tegasnya.

Dalam surah Asy-Syams ayat 8, bahwa Allah telah mengilhamkan kepada jiwa manusia jalan kefasikan dan ketakwaan. Sayangnya, banyak manusia yang tidak menggunakan hati, mata, dan telinganya untuk memahami ayat-ayat Allah, sehingga hidup dikendalikan oleh hawa nafsu—bahkan lebih sesat daripada binatang ternak.

Gerakan Syahwat Merdeka: Ancaman Zaman Kini

Ketua Laboratorium Dakwah ini menyoroti analisis budayawan Taufiq Ismail tentang Gerakan Syahwat Merdeka, sebuah fenomena sosial yang tidak berbentuk organisasi resmi, namun beroperasi secara global dan sistematis. Gerakan ini menyusup melalui berbagai saluran seperti internet, industri hiburan, media sosial, dan media cetak.

Taufiq Ismail menyebut ada sembilan kelompok pendukung fanatik dari gerakan ini:

1. Praktisi seks bebas: Termasuk homoseksual, lesbian, dan heteroseksual yang hidup tanpa kendali syariat.

2. Produsen dan pemilik situs porno: Saat ini terdapat lebih dari 4,2 juta situs porno di dunia, dan Indonesia termasuk negara dengan tingkat akses tertinggi.

3. Penulis dan pekerja seni liberal: Termasuk pengarang, penulis skenario, dan pembuat komik yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan syahwat.

4. Pemilik akun media sosial yang memfasilitasi konten pornografi.

5. Pemilik industri alkohol.

6. Produsen dan pengguna narkoba.

7. Pengiklan gigolo dan pelacuran perempuan.

8. Germo dan pelanggan prostitusi, baik online maupun langsung.

9. Dukun dan dokter aborsi ilegal.

Disebutkan pula bahwa angka aborsi di Indonesia mencapai 2,2 juta kasus per tahun—setara satu kasus setiap 15 detik—yang merupakan akibat dari gaya hidup bebas dan nilai-nilai yang diusung gerakan tersebut.

Menuju Jiwa yang Tenang

Rasulullah SAW telah memperingatkan bahwa apabila zina dan riba merajalela di suatu negeri, maka azab Allah akan menimpa negeri tersebut. Maka, Idul Adha menjadi momen penting untuk menyucikan jiwa, mengendalikan hawa nafsu, dan kembali kepada fitrah.

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Fajr ayat 27–30:

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”

Idul Adha menjadi sakral bukan hanya karena penyembelihan hewan, tetapi karena panggilan untuk menyembelih hawa nafsu. Umat Islam diajak menyadari bahaya laten gerakan yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai ilahiyah. Hanya dengan pengorbanan diri dan kesadaran spiritual, kita bisa menjadi bagian dari hamba-hamba yang diridhai-Nya.

Untuk mengetahui lebih lanjut naskah lengkap khutbah Dr. Aang Ridwan tentang Idul Adha dan Gerakan Syahwat Merdeka, silakan unduh melalui laman ini

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Strategi Menjadikan Karya Publikasi Masuk Indeks Scopus Ala UII

    Inilah Strategi Menjadikan Karya Publikasi Masuk Indeks Scopus Ala UII

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Selama ini jurnal internasional dimonopoli oleh pemikiran dan wacana yang dominan barat. Padahal penyeimbang wacana dari pemikiran ketimuran juga penting. Pemikiran dan wacana akademik ‘timur’ harus juga bisa menjadi referensi wacana akademik global. Wacana timur sudah barang tentu bisa juga menjadi referensi yang andal bagi pengembangan keilmuan. Bagaimana strategi agar de-westernisasi jurnal dapat dilakukan? […]

  • Prof. Dadan Rusmana, Denyut Nadi Warga Kampus UIN Bandung

    Prof. Dadan Rusmana, Denyut Nadi Warga Kampus UIN Bandung

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    RASA bahagia saat ini tengah menyelimuti sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pasalnya, Dr Dadan Rusmana, M.Ag, dosen Fakultas Adab dan Humaniora yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I, baru-baru ini meraih Surat Keputusan (SK) Guru Besar bidang Pendidikan Islam Nusantara dari Kementerian Agama RI, dengan No SK 169695/MA/KP07.6/03/2025. Kenaikan jabatan fungsional ini tentu […]

  • Rahmatan Lil Alamin Pilar Integrasi Ilmu dan Agama ala UIN Bandung

    Rahmatan Lil Alamin Pilar Integrasi Ilmu dan Agama ala UIN Bandung

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (WMI) kembali menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian diskusi ilmiah dalam rangka memperkuat arah dan prinsip keilmuan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) lantai 2 Gedung Pascasarjana UIN Bandung. Forum yang mengangkat tema Paradigma Rahmatan Lil […]

  • PPIH Bertemu Kemenhaj Saudi, Begini Pesan Deputi untuk Persiapan Haji 2026

    PPIH Bertemu Kemenhaj Saudi, Begini Pesan Deputi untuk Persiapan Haji 2026

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEDDAH kanal31.com — Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang juga Penanggung Jawab Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Hilman Latief bertemu dengan Deputi Bidang Hubungan Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi Hasan Munakirah. Keduanya mendiskusikan sejumlah hal yang terjadi pada penyelenggaran haji 2025 sekaligus persiapan haji tahun depan. Pertemuan ini berlangsung di […]

  • Mimpi Disandera Tentara Milisi, Ini Pertanda bahwa…

    Mimpi Disandera Tentara Milisi, Ini Pertanda bahwa…

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    MIMPI kali ini dialami oleh seorang pelancong yang berasal dari daerah pinggiran Kota Garut Jawa Barat, tepatnya Kampung Pojok Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora. Malam Senin (3/2/2025) ia mimpi disandera oleh segerembolan milisi pemberontak, semisal DI/TII, yang berbasis kekuatan di sebuah gunung namanya Gunung Leutik. Dalam mimpinya, dia adalah orang terakhir yang disandera oleh seorang milisi […]

  • Penguasa dan Elite Politik Jangan Salah Gunakan Kebaikan dan Kesabaran Masyarakat

    Penguasa dan Elite Politik Jangan Salah Gunakan Kebaikan dan Kesabaran Masyarakat

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL.31.COM-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan pemerintah dan elite politik bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya sabar dan baik. Hal tersebut diungkapkan AHY saat menjawab pertanyaan Nike Mutiara Fauziah, peserta asal Purwokerto, Jawa Tengah dalam penutupan Sekolah Demokrasi (Sekdem) angkatan ke-5 yang diselenggarakan LP3ES di Jakarta, Minggu (4/9/2022). “Tapi janganlah penguasa, janganlah elite politik […]

expand_less